Skip to content

Kunjungan wisata ke kota Malang

16 Januari 2015
Tugu Malang

Tugu Malang

Malang, apa yang terbersit pertama kali ketika mendengar nama itu? saya sendiri langsung teringat dengan Apel Malangnya.

Salahsatu kota yang menjadi tujuan kunjungan adalah kota-kota di Jawa Timur, Alhamdulillahnya saya berkesempatan untuk singgah ke Malang dalam rangka mengikuti rangkaian acara MalangBootCamp yang diselenggarakan di Hotel Ollino Garden.

Persiapan perjalanan ke Malang adalah dengan mempertimbangkan moda transportasi mana yang akan dipilih, apakah menggunakan Kereta Api atau Bus malam? setelah diskusi singkat dengan pertimbangan ongkos, akhirnya diputuskan menggunakan Bus malam Rosalia Indah, dengan biaya perjalanan 130.000/orang berangkatlah kami dari Pool Rosalia Indah Janti Ruko depan pintu gerbang arah bandara Jogjakarta.

Start pukul 20.00 Bus Rusalia Indah ukuran 3/4 melaju dengan mulus dari Jogjakarta menuju Malang, dengan singgah sebentar di Rumah Makan, tepat pukul 05.30 kami sudah tiba di Malang dan singgah untuk Sholat Subuh di masjid daerah Sukun.

Sekira Pukul 08.00 kami menggunakan angkot menuju Stasiun Malang Kota untuk menikmati kuliner Khas Madura yang ada di Malang yaitu Warung Bug Matira yang berada persis di sebelah Utaranya stasiun.

Kesan pertama sampai Malang? yaps kota yang sibuk dengan lalu lalang pengendara, dengan ramainya angkot dan mencerminkan sebagai sebuah kota Pendidikan di Jawa Timur, Malang mengasyikkan.

Setelah sarapan dan foto-foto sejenak kami melanjutkan perjalanan ke Ollino Garden Hotel dengan jalan kaki dari Stasiun Malang Kota dengan jarak tempuh 2 KM, lumayan berkeringat.

Jam 10.30 sudah tiba di Hotel, registrasi pada panitia dan segera check in, untuk sekedar melepas penat sebelum kembali melanjutkan aktivitas pada acara inti yaitu acara MalangBootCamp 2014. (bersambung)

Iklan

Menakar Hubungan Blogger – Agency | #blogMT

8 Januari 2015

Menakar Hubungan Blogger – Agency | #blogMT.

Warung Spesial Welut – Nikmati Belut Godean

28 November 2014

Sudah lama tidak bercerita tentang Kuliner, kali ini saya mau cerita Kuliner khas Godean Jogja, kalau bulak balik lewat Jalan Godean itu sering banget, tapi untuk mampir secara khusus menikmati kuliner khas Godean baru kesampaian siang ini.

Welut Bakar Cobek

Welut Bakar Cobek

Mangut Welut

Mangut Welut

Kuliner kali ini adalah Belut!, hewan yang kaya akan kandungan gizi ini memang termasuk kuliner pilihan, karena tidak semua orang suka.

Warung Spesial Welut yang terletak di Jalan Godean – Sayegan ini menyediakan menu andalannya adalah berbagai macam olahan belut dan minuman khas Teh Laos.

Teh Laos dan Beer Pletok

Teh Laos dan Beer Pletok

Menu yang saya pilih adalah Welut Bakar Cobek ( Super Pedas ), dan Mas Rahmat memilih Mangut Welut, untuk minuman saya memilih Teh Laos dan Beer Pletok.

Setelah pesan dan menunggu sesaat menu yang dipesan sudah terhidang, Satu cobek berisi Welut bakar dan sepaket lalapan ( daun pepaya, timun, kemangi ) dan satu piring nasi putih. tanpa menunggu lebih lama langsung disantap!, kesan pertama daging welutnya lembut dan lezat dengan sensasi pedasnya menggoyang lidah, satu porsi nasi masih kurang hingga perlu tambah 1 porsi nasi lagi.

Daftar Harga menu

Daftar Harga menu

Karena saya penganut bahwa untuk makanan itu hanya ada dua rasa, yaitu Enak dan Enak Banget, jadi seporsi Welut Bakar Cobek ini rasanya luar biasa enak banget!, bagi yang tidak suka welut masih ada menu olahan lain yaitu Ayam dan ikan. Kuliner ini Bisa menjadi alternatif bila sedang berkunjung ke Jogjakarta.

Untuk mencapai Warung Spesial Welut ini perlu menempuh jarak 25KM dari Pusat kota menyusuri jalan Godean, ketika sudah sampai Pasar Godean, pada perempatan lampu merah belok kanan, 100 meter dari situ sudah terlihat papan namanya disebelah barat jalan.

Harga Olahan Welut Rp12.500

Harga Minuman : Rp2.500 – 3.000

Mari kita kuliner!

Urun Rembug Jogja – Jogja bukan Togua

21 November 2014

Sempet ngikuti geger #TOGUA kan di timeline beberapa waktu lalu, yaps itu adalah ide Renaisan Jogja, ReBranding jogja setelah branding Jogja never ending asia yang sudah 15 tahun sudah saatnya diganti.

Namun ternyata proses penggantian logo dan tagline bukan perkara mudah, hal ini terbukti saat soft launching langsung mendapat kritik pedas dari Butet dan Killthedj, dua orang nyinyir dengan karya yang monumental tentunya 😀

Alhasil logo #TOGUA menjadi trend di Timeline, dan menghadirkan gerakan bersama #JogjaDaruratLogo sehingga hal ini memaksa Bappeda DIY dan sang konsultan Markplus berfikir ulang, Sehingga terbentuklah forum Urun Rembug reBranding Jogja.

Saya beruntung berkesempatan mengikuti Urun Rembug reBranding Jogja pada Selasa, 18 November 2014 di bangsal Kepatihan Pemprop DIY. Dengan suguhan aneka makanan rakyat ( bakmi godhog, sego angkringan, kacang lan pisang rebus, gorengan, teh anget dan wedang secang ) acara serasa merakyat sekali.

Acara resminya adalah paparan dari Bappeda, Gubernur yang diwakili dan Markplus terkait sejarah dan penyebab adanya rebranding, di Pandu oleh Mas Arief dari The marketer yang juga bagian dari anggota TIM 11 yang akan membantu pemerintah DIY untuk menyeleksi ulang logo dan tagline DIY.

Nah dengan rembug ini maka bisa dipastikan #TOGUA tidak akan dipakai lagi, dan gantinya dipersilahkan semua orang yang peduli dengan Jogja untuk mengirimkan Ide dan desainnya di website http://www.urunrembugjogja.com sampai batas akhir Desember 2014

Jadi, merasa cinta sama Jogja? punya kemampuan desain? segera kirimkan idemu! eh tapi gak punya kemampuan desain? yaudah kirimkan saja taglinenya, max 140 charakter ya, dengan deskripsi max 500 kata.

Selamat Berkarya kawan!

Passion Blogging Jogja

14 November 2014

Bakalan ada acara seru di Bulan Desember ini untuk teman-teman blogger ataupun calon blogger di Jogjakarta. Gelaran perdana #PassionBlogging ini dipersembahkan oleh Qwords bekerjasama dengan Komunitas Emak-emak Blogger dan Komunitas Blogger Magelang ( Pendekartidar ).

Dunia Blogging sempat mencapai puncaknya dengan adanya pencanangan Hari Blogger Nasional setiap tanggal 27 Oktober 2014, lalu kembali meredup karena ramainya microblogging macam Twitter. Tetapi perlahan Blogger mulai muncul kembali ke permukaan.

Banyak orang-orang yang tetap menulis ditengah hiruk pikuknya dunia sosial media, salahsatunya adalah mbak Indah Juli, lalu ada juga Agus Mulyadi yang begitu kreatif membuat konten sehingga tulisan blognya sudah tercetak menjadi sebuah buku.

Konsistensi keduanya ternyata juga termasuk dalam bagian yang disebut sebagai SEO, Mas Tomi Purba sebagai penggila SEO ini melihat bahwa masih banyak cercah harapan dari aktivitas Ngeblog tersebut.

Nah #PassionBlogging kali ini akan menggali hal-hal tersebut, jadi Jangan sampai deh ketinggalan dan segera daftarkan diri, segala informasi ada di pamflet berikut ini.

#PassionBlogging

#PassionBlogging

Selamat menikmati hari sobat!

Biografi Anggota Kabinet Kerja 2014-2019 Jokowi Jusuf Kalla

27 Oktober 2014

Setelah Gonjang-ganjing selama 6 hari, Akhinya presiden Joko Widodo mengumumkan Jajaran menteri sebagai pembantunya untuk bekerja periode 2014-2019.

Berikut saya uraikan Anggota Kabinet Kerja 2014-2019 beserta Biodata Singkatnya :

  1. Menteri Sekretaris Negara : Praktikno ( Rektor Universitas Gadjah Mada ), Pendidikan terakhir Jurusan Political Science Flinder University Australia (1997)
  2. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional / Kepala Bappenas : Andrianof Chaniago, Pendidikan terakhir Magister Perencanaan dan Kebijakan Publik Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia
  3. Menteri Koordinator Kemaritiman: Indroyono Soesilo; Geologic Remote Sensing dari Universitas Iowa, AS, 1987
  4. Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan: Tedjo Edy Purdjianto; Akademi Angkatan Laut
  5. Menteri Koordinator Perekonomian: Sofyan Djalil; Pendidikan terakhir The Fletcher School of Law and Diplomacy, Tufts University, Medford, Massachusetts, AS, bidang studi International Financial and Capital Market Law and Policy, tahun 1993
  6. Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: Puan Maharani; Pendidikan Terakhir Komunikasi Mass FISIP Universitas Indonesia
  7. Menteri Perhubungan: Ignatius Jonan Fletcher School, Tufts University,AS
  8. Menteri Kelautan dan Perikanan: Susi Pudjiastuti; Pendidikan Terakhir tidak tamat SMA
  9. Menteri Pariwisata: Arief Yahya; Pendidikan Doctoral Universitas Padjajaran Bandung
  10. Menteri ESDM: Sudirman Said; Pendidikan terakhir Master Bidamg Administrasi Bisnis dari George Washington University, Amerika Serikat, 1994
  11. Menteri Dalam Negeri: Tjahjo Kumolo; Pendidikan terakhir Lembaga Ketahanan Nasional Jakarta 1994
  12. Menteri Luar Negeri: Retno Lestari Priansari Marsudi; Pendidikan terakhir Master Hukum uni Eropa, di Haagse HogeSchool Belanda
  13. Menteri Pertahanan: Ryamizard Ryacudu; berkarir di Militer dengan pendidikan terakhir di Akabri tahun 1974 bergelar Jendral Bintang
  14. Menteri Hukum dan HAM: Yasonna H. Laoly; Pendidikan terkahir Doctor di North Caroline University, 1994
  15. Menteri Kominfo: Rudiantara; Pendidikan Terakhir master di IPPM Universitas Indonesia 1988
  16. Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: Yuddy Chrisnandi; Pendidikan terakhir Doktoral di Program Pasca Sarjana Fakultas Ilmu Sosial Politik Universitas Indonesia tahun 2004
  17. Menteri Keuangan: Bambang Brodjonegoro; Pendidikan terakhir Doctoral di University of Illinois Amerika, 1995
  18. Menteri Negara BUMN: Rini M. Soemarno; Pendidikan terakhir master Wellesley College Massachusetts Amerika Serikat
  19. Menteri Koperasi dan UMKM: A.A. Gusti Ngurah Puspayoga; Pendidikan terakhir Sarjana Universitas Ngurah rai, Denpasar 1991
  20. Menteri Perindustrian: Saleh Husin; Lahir Rote, 16 September 1963; Pendidikan Terakhir Magister Administrasi Publik, Universitas Krisnadwipayana 2007
  21. Menteri Perdagangan: Rahmat Gobel; Lahir Jakarta, 3 September 1962; Pendidikan Terakhir Doctor Kehormatan Chuo University Jepang 2014
  22. Menteri Pertanian: Amran Sulaiman; Lahir Bone, 27 April 1968; Pendidikan Terakhir Doktor Ilmu Pertanian Universitas Hasanuddin 2012
  23. Menteri Ketenagakerjaan: Hanif Dhakiri; Lahir Brebes, 1 Maret 1961; Pendidikan terakhir magister Universitas Indonesia
  24. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat: Basuki Hadimuljono; Lahir Surakarta 5 November 1954; Pendidikan terakhir Doktor Teknik Sipil Colorado State University Amerika Serikat
  25. Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup: Siti Nurbaja; Lahir Jakarta, 28 Juli 1958; Pendidikan terakhir Doctor IPB join Siegen University  Jerman 1998
  26. Menteri Agraria dan Tata Ruang: Ferry Musyidan Baldan; Lahir Jakarta, 16 Juni 1961; Pendidikan terakhir Sarjana FISIP UNPAD Bandung 1988
  27. Menteri Agama: Lukman Hakim Saifudin; Lahir Jakarta, 25 November 1962; Pendidikan terakhir Sarjana Universitas Islam As-Syafiiyah, Jakarta 1990
  28. Menteri Kesehatan: Prof. DR. dr. Nila Djuwita F. Moeloek SpM(K); Lahir Jakarta, 11 April 1949; Pendidikan terakhir Konsultan Onkologi mata dan Program Doctor Pasca Sarjana di FKUI
  29. Menteri Sosial: Dra. Khofifah Indar Parawansa; Lahir Surabaya 19 Mei 1965; Pendidikan terakhir Magister FISIP Universitas Indonesia 1997
  30. Menteri Peranan Wanita: Prof. DR. Yohana Yembise Ph.D; Lahir, Manokwari 1 Oktober 1958; Pendidikan terakhir Newcastle University 2006
  31. Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah: Anies Rasyid Baswedan PhD; Lahir Kuningan, 7 Mei 1969; Pendidikan terakhir Doktoral ilmu politik di Northern Illinois University 1999
  32. Menteri Riset dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi: DR. M. Nasir; Lahir Ngawi 27 Juni 1960; Doktoral Universitas Sains Malaysia
  33. Menteri Pemuda dan Olahraga: H. Imam Nahrawi S.Ag; Lahir Bangkalan, 8 Juli 1973; Pendidikan Terakhir IAIN Sunan Ampel Surabaya 1998
  34. Menteri Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi: H. Marwan Ja’far MM, M.Si; Pendidikan terakhir Magister Hukum Universitas Kebangsaan Malaysia 2008

Semoga dengan tuntasnya Susunan Kabinet Kerja 2014-2019 pemerintah Indonesia bisa segera Kerja Kerja Kerja

Surat terbuka untuk PLN

17 Oktober 2014

Bertepatan dengan lomba blog yang diselenggarakan oleh PLN dan Blogdetik maka saya ingin curhat terkait pelayanan PLN, baiklah tanpa berpanjang lebar saya akan langsung bercerita.

Kira-kira sebulan yang lalu, saya dan bapak mendatangi PLN UPJ Warung Kondang Cianjur untuk mengajukan pemasangan baru listrik 450VA untuk rumah orang tua yang baru dibangun ditanah kami, saat datang kami ditemui oleh seorang petugas yang menerangkan bahwa untuk Pasang Baru sudah bisa dilakukan online dengan menelepon call center PLN123, tetapi petugas tersebut juga menawarkan alternatif pendaftaran via petugas dengan tarif yang berbeda tentunya, fyi untuk listrik 450VA harga PLN 390.000 an dan petugas menawarkan 850.000 sudah tinggal terima jadi.

Karena saya ingin mencoba menggunakan prosedur resmi, maka tawaran petugas tidak kami sanggupi karena juga tidak ada uang sejumlah itu. Beberapa hari berikutnya adik saya yang menelpon call center PLN 123 untuk mengajukan PSB Listriknya dan sudah melakukan pembayaran melalui bank, setelah lewat satu minggu belum ada tanda-tanda petugas PLN Cianjur (atau mitranya) menghubungi bapak saya untuk pemasangan baru, maka saya mengajukan komplain lewat twitter @PLN_123 dan mendapatkan Komplain ticket terkait pengaduan tersebut, esok harinya saya mendapat kabar dari bapak bahwa Petugas Installatir sudah datang tetapi tidak jadi memasang dikarenakan Jarak Gardu sampai rumah orangtua saya lebih dari 30 meter sesuai standart PLN untuk jarak terjauh dari pasang baru, dan bila ingin tetap melakukan pemasangan maka harus ada penambahan tiang listrik ( tanpa menyebutkan siapa yang bertanggungjawab untuk penambahan tiang listrik ini ) ini sekalian ralat twit komplain saya terhadap PLN.

Komplain Ticket PLN

Komplain Ticket PLN

Nah “permasalahan” mulai muncul disini, karena petugas utusan PLN tidak menyebutkan tanggungjawab siapa, maka saya membantu bapak untuk komplain kembali via twitter dan mendapat jawaban seperti dibawah ini.

Capture dari Twitter PLN

Capture dari Twitter PLN

Lalu saya meminta adik saya untuk telpon ke call center PLN123 terkait kebijakan penambahan pasang tiang dan petugas call center mengatakan bahwa untuk penambahan pasang tiang dibebankan kepada pelanggan dengan harga sesuai tarif mitra di daerah, adik saya sudah menjelaskan keterangan dari twitter pln yang saya capture dan kirim via email, tetapi petugas call center bersikukuh tetap akan ada biaya.

Pada hari berikutnya saya menyarankan adik dan bapak saya datang langsung ke PLN Pusat di Cianjur di daerah Jl. ByPass Muwardi untuk menyelesaikan permasalahan ini, dan hasilnya petugas mengatakan pemasangan baru tidak dapat dilakukan karena melebihi jarak layanan bila ingin tetap pasang maka bisa dipasang dengan syarat mengambil paket pasang baru listrik sebesar 5000VA dan bila tidak menyanggupi, PLN menyarankan kepada bapak saya untuk mengambil kembali uang pendaftaran pasang barunya yang artinya kami tidak dilayani untuk bisa menggunakan layanan PLN, saya sudah coba komplain kembali via twitter dan mendapatkan trouble ticket kembali, tetapi PLN Cianjur tetap mencairkan uang Pendaftaran pasang baru tersebut.

Setelah uang diambil dan bapak sudah putus asa, datang petugas dari UPJ PLN Warung Kondang ( atau mungkin Mitra PLN ) yang menawarkan Jasa pemasangan baru tersebut dengan tarif seharga Rp.1.250.000 dan petugas tersebut menjamin listrik akan terpasang, tetapi karena bapak belum ada uang sejumlah itu tawaran petugas kami tangguhkan.

Nah terkait cerita diatas, saya melihat ada satu faktor penentu dari kacaunya proses Pasang baru listrik di PLN ini yaitu

1. Ketidakselarasan informasi antara PLN Pusat dengan Daerah ( PLN Cianjur ), sehingga masyarakat menjadi dirugikan

2. Masih adanya budaya jalan pintas yang dilakukan petugas-petugas PLN di Daerah ( area Cianjur ) dengan tarif yang dua kali lipat dari tarif resminya, padahal PLN membanggakan No SUAP!

Terkait Masalah tersebut, maka saya sebagai rakyat biasa ini memberikan usulan dan saran :

1. Perbaiki SOP dalam hal pasang baru dan publikasi secara luas lewat media ( cetak maupun Online ) sehingga masyarakat tahu betul seperti apa jalur yang bisa dilalui, karena di website PLN Informasi yang tersedia tidak komplit.

2. Mungkin iya untuk petugas PLN No SUAP, tapi nyatanya dilapangan masih ada petugas yang menawarkan jasanya, dari kisah orangtua kami terlihat jelas secara resmi PLN tidak mau melayani pemasangan Listrik baru tetapi via petugas dilapangan pasang baru itu “bisa diatur” dengan biaya yang “berbeda”, maka ini PR Besar PLN untuk bisa menjadi perusahaan Bersih dan Melayani Masyarakat.

Itu aja sih uneg-unegnya, semoga PLN makin bisa meningkatkan pelayanan dan Profesionalismenya.