Skip to content

Sabanda sariksa satika FestivalTIK 2015

16 Mei 2015

Saya sendiri baru ikutan FestivalTIK yang pertama di Bandung, dan saat itupun baru gabung di RelawanTIK, perhelatan tahun-tahun berikutnya tidak bisa hadir karena selalu bertepatan dengan agenda lain yang tidak bisa ditinggalkan.


Tahun 2015 ini FestivalTIK kembali ke Bandung dengan tema “Sabanda Sariksa SaTIKa”, ada apa aja sih di FestivalTIK tahun 2015 di Bandung, bisa disimak release dari Panitia berikut ini :

Festival TIK merupakan ajang pertemuan para stakeholder di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (pemerintah, akademisi, pebisnis, komunitas, masyarakat) untuk lebih mendekatkan dan mengakrabkan masyarakat dengan dunia TIK.

Festival TIK pertama sukses digelar pada tahun 2012 di Gd. Politeknik Telkom Bandung dengan tema “Wilujeng Surfing”, dilanjutkan pada tahun 2013 di Jx International Expo Surabaya dengan tema “Jer Basuki Mawa Tekno”, dan tahun 2014 di Lion Plaza Hotel Manado dengan tema “Sitou Timou Tumou Tou deng TIK”.

Tahun ini, Relawan TIK bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika, Pemerintah Kota Bandung, dan didukung para sponsor serta media partner yang peduli pada pemanfaatan TIK untuk bangsa, menggelar kembali Festival TIK Untuk Rakyat pada tanggal 28-29 Mei 2015 di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung. Memperhatikan pesatnya penetrasi pertumbuhan pengguna internet Indonesia, maka Festival TIK tahun ini dianggap perlu untuk mengusung tema “Building Indonesian Smart Society” dengan maksud membangun masyarakat cerdas Indonesia di bidang TIK, dengan bersemboyankan “Sabanda Sariksa SaTIKa” yang berarti TIK Milik(hak) Kita dan Untuk Kepentingan Bersama, serta dengan tagline “Hayu Urang NgeTIK” yang berarti seruan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk bersama memanfaatkan TIK. Festival TIK 2015 akan dikemas secara lebih menarik dengan isu-isu kekinian dalam seminar/panel nasional, workshop, pameran dan bazzar, serta silaturahmi antar komunitas se-Indonesia.

Seminar nasional kali ini dibagi ke dalam 5 sesi yang akan mengupas tuntas seputar Smart Society, Pemanfaatan Internet untuk Masyarakat Digital, Kebijakan Penapisan Konten Internet Bermuatan Negatif, Pemanfaatan Open Source untuk Smart City, dan Membangun Start-up di Indonesia. Tentunya materi-materi tersebut akan dibahas secara detail oleh para pakar di bidangnya.

Pada sesi pertama, akan hadir Ridwan Kamil (Walikota Bandung) membahas Smart City, Bambang Heru Tjahjono (Dirjen Aplikasi Informatika) membahas rencana pemerintah dalam membangun Smart City, Budiman Sudjatmiko (Aktivis dan Politisi) membahas Smart Village, dan Achmad Sugiarto (Telkom Digital Bisnis) membahas konten digital pengisi Smart City dan Smart Village.

Pada sesi kedua, akan hadir Septriana Tangkary (Direktur Pemberdayaan Informatika) membahas kebijakan pemanfaatan internet kreatif, Atalia Praratya (Ketua PKK Bandung) membahas peran wanita dalam mengembangkan ide dan kreativitas melalui media, Andi Budimansyah (PANDI) membahas domain.id dalam dunia kreatif digital Indonesia, Joshua K. Rombot (ICT Watch) membahas building block for smart society (perspektif komprehensif dalam membangun smart city, smart society, smart ecosystem), dan Gustaff (Common Room) membahas peran IT dalam menunjang dunia kreatif di Bandung.

Pada sesi ketiga, akan hadir Cahyana Ahmadjajadi (Dewan Pendiri Relawan TIK) membahas amanat UU ITE dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, Ir. Azhar Hasyim (Direktur e-bisnis Kominfo) membahas Kebijakan Penapisan Konten Bermuatan Negatif, Komjen Pol. Drs. Saud Usman Nasution, S.H., M.M. (BNPT) membahas terorisme dan penyebarannya di internet, dan Yamin El Rust (Nawala) akan membahas bagaimana praktek penapisan konten internet di berbagai Negara.

Pada sesi keempat, akan hadir Onno W. Purbo (Pakar TIK) membahas pemanfaatan open source untuk menunjang aplikasi konten smart city, Dr. Masaki Umejima (Keio University) membahas transportasi praktis, less cash society, dan Bambang Soeprijanto (Dewan Pendiri Relawan TIK) akan membahas peran komunitas dalam memasyarakatkan open source.

Pada sesi terakhir seminar akan hadir Semmy Pangerapan (APJII) membahas peran APJII dalam mendorong start-up di Indonesia, Rendy Maulana (Qwords.com) membahas bagaimana membangun start-up menjadi perusahaan besar, Yohanes (Bandung Digital Valley) membahas BDV sebagai inkubasi start-up, Yohan Totting (Komunitas Start-Up/FOWAB) akan membahas tentang memulai start-up atau peta start-up, dan Erlan Rinaldi (Sobat Budaya) yang telah banyak memanfaatkan startup budaya untuk menjual image bangsa.

Selain seminar, ada juga workshop yang menampilkan para pakar di bidangnya masing-masing. Workshop pada Festival TIK kali ini menghadirkan 30 kelas/materi yang dibagi ke dalam 5 sesi dengan berbagai tema, antara lain Game for Fun, dampak positif dan negatif pada internet, smart city Bandung, e-commerce, social media, dan lain-lain.

Festival TIK juga mengadakan ajang silahturahmi dalam kemasan pameran berbagai aktifitas komunitas, pameran kemajuan TIK daerah, TIK pada pedesaan, pameran perangkat TIK, dan hal lain yang akan membuka wawasan kita para penggerak TIK untuk masyarakat luas.

Segala informasi mengenai Festival TIK untuk Rakyat 2015 dapat diakses melalui akun sosial facebook Festival TIK, twitter @festik2015, instagram @festivalTIK, official line @relawanTIK, dan website http://www.festival-tik.web.id. Sebagai penutup, acara Festival TIK ini sangat terbuka untuk umum dan GRATIS. Jangan menunggu lagi dan segera mendaftar!

Hayu Urang NgeTIK and See You in Bandung

TB Paru hampir membunuh Bapakku

15 Maret 2015

Bapak, sudah terdeteksi sakit dan batuk-batuk sejak tahun 2001, mendapat kabar ketika saya sudah berada di Jogjakarta, saat itu saya berfikir hanya batuk biasa saja dan tak ada yang perlu dikhawatirkan karena buktinya bapak masih bisa beraktifitas normal, bertani dan wirasuasta membuat kue pukis dan wafel yang disetorkan ke toko-toko dipasar Bangko, Bungo, Kerinci, Sarolangun dan pasar-pasar di komplek-komplek transmigrasi.

Lima tahun berlalu, tepatnya Agustus 2006 saya mendapat telpon dari Mamah, diujung telpon mamah bercerita dengan suara parau dan terisak menceritakan kondisi bapak yang semakin hari semakin kepayahan dengan batuk yang semakin parah, sayapun sukses dibuat nangis dan meneteskan airmata.

Kondisi terbaru Bapak

Kondisi terbaru Bapak

“Bapak udah tinggal tulang dan kulit, bapak pengen dibawa balik ke jawa, bapak gak mau dikuburkan di Tanjunglamin Jambi” begitu kata Mamah, kata-kata itu otomatis membuat saya seperti berhenti bernafas dan berusaha tenang untuk juga menenangkan Mamah bahwa semua akan baik-baik saja, walau sebenarnya saya sangat gusar dan gelisah karena saat itu tidak ada anak-anak yang bisa diandalkan di rumah karena sudah pada kuliah dan sekolah di Jawa.

Tanpa berfikir panjang, saya langsung mengajukan ijin cuti tahunan sama bos, yang artinya saya mendapatkan waktu 12 hari untuk pulang ke Jambi dan menjemput pulang Orang tua ke Cianjur.

Perjalanan penuh liku Jogja – Cianjur – Jambi dengan menumpang Family raya bisa ditempuh dengan lancar dan minggu pagi saya sudah sampai dan turun dipertigaan Desa Tanjung Lamin Jambi, begitu menginjakkan kaki perasaan saya sungguh tak karuan, campur aduk tak menentu, antara senang bisa kembali menginjakkan kaki  di Tanjung Lamin dan juga cemas bagaimana kondisi Bapak saat ini. Bergegas langkah kaki saya untuk bisa segera sampai rumah, dengan nafas memburu begitu sampai di halaman rumah saya disambut oleh Mamah dan langsung mendapat pelukan erat dari Mamah dan tumpahlah tangis kami berdua di halaman rumah, sesaat kemudian saya bertanya bagaimana kondisi bapak, mamah mengajak saya segera masuk ke rumah.

Begitu pintu rumah terbuka saya mendapati bapak sedang duduk sila dengan sederet obat yang siap diminum, dan kembali kami berpelukan erat dan bertangisan, yaps selain karena ini pertemuan setelah 5 tahun juga karena moment sakit Bapak makin menambah suasana melow, dan benar saja kondisi bapak sudah Balung dan Kulit sampai tidak tega saya untuk menatapnya *cry*.

Setelah tenang dan saling melepas kangen saya mendengarkan cerita pengobatan apa yang sudah dijalani oleh bapak, dan ternyata pengobatan yang dijalani baru sekedar pengobatan tradisional oleh tetangga yang menjadi tabib kampung, namun bapak merasakan setelah terapi 6 bulan tidak menampakkan perbaikan signifikan dan malah makin kepayahan, dan ternyata orangtua tak kuasa menolak penawaran pengobatan dari tetangga tersebut :( alhasil seperti dicekoki obat yang tak sesuai dengan sakitnya.

Namun permintaan utama orangtua adalah pengen segera balik ke Cianjur dan melanjutkan pengobatan di sana, saya putuskan keesokan harinya membawa bapak saya ke Puskesmas di Pamenang dengan berbekal kartu jamkesda, dan benar saja hasil pengecekan Bapak divonis kena TB Paru yang sudah level parah dan harus segera ditangani, singkatnya bapak mendapatkan asupan obat TB Paru untuk masa menggunaan 6 bulan ke depan, karena kami akan segera balik ke Cianjur, maka sayapun meminta surat pengantar supaya bisa tetap melanjutkan pengobatan di Cianjur nanti.

Singkatnya, seminggu kemudian kami pulang semua ke Cianjur dengan mencarter mobil, Alhamdulillah selama perjalanan Bapak tak mengeluhkan sakitnya dan malah terkesan ceria, mungkin juga karena psikologis sudah terbebas dari tekanan, Selasa sudah sampai ke Cianjur dan melanjutkan pengobatan di Puskesmas Cianjur.

Total pengobatan yang dilakukan bapak adalah 5×6 bulan atau lebih kurang 2,5 tahun, sampai pada titik Bapak akan menyerah karena efek samping obat yang membuat mual, pusing dan lidah pahit, tetapi kita pertahankan untuk terus konsumsi obat dan menamatkan terapi obatnya, dan alhamdulillah tamat. Hasil pengecekan terakhir di Lab Paru di Cianjur bapak sudah terbebas dari TB Paru dan tinggal proses recovery dari efek obat selama 2,5tahun tersebut.

Perlahan namun pasti bapak sudah bangkit kembali, menemukan keceriaan hidupnya, sudah bisa bertani kembali, berkebun dan memelihara ikan, Semoga sehat selalu.

Nasi Goreng Sapi Padmanaba

6 Februari 2015

Kuliner Jogja Istimewa itu memang tiada habisnya, mulai dari level angkringan sampai level resto hotel all you can eat ada di sini, Pilihan kuliner malampun sangat beragam.

Nasi Goreng Sapi Jumbo

Nasi Goreng Sapi Jumbo

Salahsatu Kuliner yang sudah lama dan sampai sekarang semakin banyak penikmatnya adalah Nasi Goreng Sapi ditrotoar selatan Padmanaba Kota Baru, terakhir saya menikmati kuliner ini adalah pada tahun 2011 itu artinya 4 tahun lalu.

Pada suatu malam sebelum menikmati #Jazzmbensenin di Bentara budaya, saya menyempatkan untuk bernostalgia, saat mampir parkiran motor dan mobil sudah penuh, sempat ragu untuk mampir karena antrian yang banyak, namun karena tahu bahwa proses penyajiannya terbilang cepat, kami pun order dua porsi versi jumbo dengan teh hangat.

Pelanggan setia menanti Hidangan

Pelanggan setia menanti Hidangan

Dengan posisi duduk lesehan disepanjang trotoar ditemani temaram lampu penerangan menambah asiknya nongkrong, tidak perlu waktu lama hanya sekitar 10 menit 1 porsi nasi goreng jumbo dan teh hangat sudah ada ditangan dan segera disantap selagi hangat.

oh ya pilihan menu di Warung Nasi Goreng Sapi ini sangat sederhana yaitu :

Nasi goreng sapi ukuran biasa Rp12.000

Nasi goreng sapi ukuran jumbo Rp13.000

Teh Hangat/Es Teh Rp1.000

Jadi untuk 2 porsi Nasi Goreng Sapi jumbo hanya Rp14.000 saja, murah meriah dan Nikmat!

Kunjungan wisata ke kota Malang

16 Januari 2015
Tugu Malang

Tugu Malang

Malang, apa yang terbersit pertama kali ketika mendengar nama itu? saya sendiri langsung teringat dengan Apel Malangnya.

Salahsatu kota yang menjadi tujuan kunjungan adalah kota-kota di Jawa Timur, Alhamdulillahnya saya berkesempatan untuk singgah ke Malang dalam rangka mengikuti rangkaian acara MalangBootCamp yang diselenggarakan di Hotel Ollino Garden.

Persiapan perjalanan ke Malang adalah dengan mempertimbangkan moda transportasi mana yang akan dipilih, apakah menggunakan Kereta Api atau Bus malam? setelah diskusi singkat dengan pertimbangan ongkos, akhirnya diputuskan menggunakan Bus malam Rosalia Indah, dengan biaya perjalanan 130.000/orang berangkatlah kami dari Pool Rosalia Indah Janti Ruko depan pintu gerbang arah bandara Jogjakarta.

Start pukul 20.00 Bus Rusalia Indah ukuran 3/4 melaju dengan mulus dari Jogjakarta menuju Malang, dengan singgah sebentar di Rumah Makan, tepat pukul 05.30 kami sudah tiba di Malang dan singgah untuk Sholat Subuh di masjid daerah Sukun.

Sekira Pukul 08.00 kami menggunakan angkot menuju Stasiun Malang Kota untuk menikmati kuliner Khas Madura yang ada di Malang yaitu Warung Bug Matira yang berada persis di sebelah Utaranya stasiun.

Kesan pertama sampai Malang? yaps kota yang sibuk dengan lalu lalang pengendara, dengan ramainya angkot dan mencerminkan sebagai sebuah kota Pendidikan di Jawa Timur, Malang mengasyikkan.

Setelah sarapan dan foto-foto sejenak kami melanjutkan perjalanan ke Ollino Garden Hotel dengan jalan kaki dari Stasiun Malang Kota dengan jarak tempuh 2 KM, lumayan berkeringat.

Jam 10.30 sudah tiba di Hotel, registrasi pada panitia dan segera check in, untuk sekedar melepas penat sebelum kembali melanjutkan aktivitas pada acara inti yaitu acara MalangBootCamp 2014. (bersambung)

Menakar Hubungan Blogger – Agency | #blogMT

8 Januari 2015

Menakar Hubungan Blogger – Agency | #blogMT.

Warung Spesial Welut – Nikmati Belut Godean

28 November 2014

Sudah lama tidak bercerita tentang Kuliner, kali ini saya mau cerita Kuliner khas Godean Jogja, kalau bulak balik lewat Jalan Godean itu sering banget, tapi untuk mampir secara khusus menikmati kuliner khas Godean baru kesampaian siang ini.

Welut Bakar Cobek

Welut Bakar Cobek

Mangut Welut

Mangut Welut

Kuliner kali ini adalah Belut!, hewan yang kaya akan kandungan gizi ini memang termasuk kuliner pilihan, karena tidak semua orang suka.

Warung Spesial Welut yang terletak di Jalan Godean – Sayegan ini menyediakan menu andalannya adalah berbagai macam olahan belut dan minuman khas Teh Laos.

Teh Laos dan Beer Pletok

Teh Laos dan Beer Pletok

Menu yang saya pilih adalah Welut Bakar Cobek ( Super Pedas ), dan Mas Rahmat memilih Mangut Welut, untuk minuman saya memilih Teh Laos dan Beer Pletok.

Setelah pesan dan menunggu sesaat menu yang dipesan sudah terhidang, Satu cobek berisi Welut bakar dan sepaket lalapan ( daun pepaya, timun, kemangi ) dan satu piring nasi putih. tanpa menunggu lebih lama langsung disantap!, kesan pertama daging welutnya lembut dan lezat dengan sensasi pedasnya menggoyang lidah, satu porsi nasi masih kurang hingga perlu tambah 1 porsi nasi lagi.

Daftar Harga menu

Daftar Harga menu

Karena saya penganut bahwa untuk makanan itu hanya ada dua rasa, yaitu Enak dan Enak Banget, jadi seporsi Welut Bakar Cobek ini rasanya luar biasa enak banget!, bagi yang tidak suka welut masih ada menu olahan lain yaitu Ayam dan ikan. Kuliner ini Bisa menjadi alternatif bila sedang berkunjung ke Jogjakarta.

Untuk mencapai Warung Spesial Welut ini perlu menempuh jarak 25KM dari Pusat kota menyusuri jalan Godean, ketika sudah sampai Pasar Godean, pada perempatan lampu merah belok kanan, 100 meter dari situ sudah terlihat papan namanya disebelah barat jalan.

Harga Olahan Welut Rp12.500

Harga Minuman : Rp2.500 – 3.000

Mari kita kuliner!

Urun Rembug Jogja – Jogja bukan Togua

21 November 2014

Sempet ngikuti geger #TOGUA kan di timeline beberapa waktu lalu, yaps itu adalah ide Renaisan Jogja, ReBranding jogja setelah branding Jogja never ending asia yang sudah 15 tahun sudah saatnya diganti.

Namun ternyata proses penggantian logo dan tagline bukan perkara mudah, hal ini terbukti saat soft launching langsung mendapat kritik pedas dari Butet dan Killthedj, dua orang nyinyir dengan karya yang monumental tentunya :D

Alhasil logo #TOGUA menjadi trend di Timeline, dan menghadirkan gerakan bersama #JogjaDaruratLogo sehingga hal ini memaksa Bappeda DIY dan sang konsultan Markplus berfikir ulang, Sehingga terbentuklah forum Urun Rembug reBranding Jogja.

Saya beruntung berkesempatan mengikuti Urun Rembug reBranding Jogja pada Selasa, 18 November 2014 di bangsal Kepatihan Pemprop DIY. Dengan suguhan aneka makanan rakyat ( bakmi godhog, sego angkringan, kacang lan pisang rebus, gorengan, teh anget dan wedang secang ) acara serasa merakyat sekali.

Acara resminya adalah paparan dari Bappeda, Gubernur yang diwakili dan Markplus terkait sejarah dan penyebab adanya rebranding, di Pandu oleh Mas Arief dari The marketer yang juga bagian dari anggota TIM 11 yang akan membantu pemerintah DIY untuk menyeleksi ulang logo dan tagline DIY.

Nah dengan rembug ini maka bisa dipastikan #TOGUA tidak akan dipakai lagi, dan gantinya dipersilahkan semua orang yang peduli dengan Jogja untuk mengirimkan Ide dan desainnya di website http://www.urunrembugjogja.com sampai batas akhir Desember 2014

Jadi, merasa cinta sama Jogja? punya kemampuan desain? segera kirimkan idemu! eh tapi gak punya kemampuan desain? yaudah kirimkan saja taglinenya, max 140 charakter ya, dengan deskripsi max 500 kata.

Selamat Berkarya kawan!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.639 pengikut lainnya.