Skip to content

Surat terbuka untuk PLN

17 Oktober 2014

Bertepatan dengan lomba blog yang diselenggarakan oleh PLN dan Blogdetik maka saya ingin curhat terkait pelayanan PLN, baiklah tanpa berpanjang lebar saya akan langsung bercerita.

Kira-kira sebulan yang lalu, saya dan bapak mendatangi PLN UPJ Warung Kondang Cianjur untuk mengajukan pemasangan baru listrik 450VA untuk rumah orang tua yang baru dibangun ditanah kami, saat datang kami ditemui oleh seorang petugas yang menerangkan bahwa untuk Pasang Baru sudah bisa dilakukan online dengan menelepon call center PLN123, tetapi petugas tersebut juga menawarkan alternatif pendaftaran via petugas dengan tarif yang berbeda tentunya, fyi untuk listrik 450VA harga PLN 390.000 an dan petugas menawarkan 850.000 sudah tinggal terima jadi.

Karena saya ingin mencoba menggunakan prosedur resmi, maka tawaran petugas tidak kami sanggupi karena juga tidak ada uang sejumlah itu. Beberapa hari berikutnya adik saya yang menelpon call center PLN 123 untuk mengajukan PSB Listriknya dan sudah melakukan pembayaran melalui bank, setelah lewat satu minggu belum ada tanda-tanda petugas PLN Cianjur (atau mitranya) menghubungi bapak saya untuk pemasangan baru, maka saya mengajukan komplain lewat twitter @PLN_123 dan mendapatkan Komplain ticket terkait pengaduan tersebut, esok harinya saya mendapat kabar dari bapak bahwa Petugas Installatir sudah datang tetapi tidak jadi memasang dikarenakan Jarak Gardu sampai rumah orangtua saya lebih dari 30 meter sesuai standart PLN untuk jarak terjauh dari pasang baru, dan bila ingin tetap melakukan pemasangan maka harus ada penambahan tiang listrik ( tanpa menyebutkan siapa yang bertanggungjawab untuk penambahan tiang listrik ini ) ini sekalian ralat twit komplain saya terhadap PLN.

Komplain Ticket PLN

Komplain Ticket PLN

Nah “permasalahan” mulai muncul disini, karena petugas utusan PLN tidak menyebutkan tanggungjawab siapa, maka saya membantu bapak untuk komplain kembali via twitter dan mendapat jawaban seperti dibawah ini.

Capture dari Twitter PLN

Capture dari Twitter PLN

Lalu saya meminta adik saya untuk telpon ke call center PLN123 terkait kebijakan penambahan pasang tiang dan petugas call center mengatakan bahwa untuk penambahan pasang tiang dibebankan kepada pelanggan dengan harga sesuai tarif mitra di daerah, adik saya sudah menjelaskan keterangan dari twitter pln yang saya capture dan kirim via email, tetapi petugas call center bersikukuh tetap akan ada biaya.

Pada hari berikutnya saya menyarankan adik dan bapak saya datang langsung ke PLN Pusat di Cianjur di daerah Jl. ByPass Muwardi untuk menyelesaikan permasalahan ini, dan hasilnya petugas mengatakan pemasangan baru tidak dapat dilakukan karena melebihi jarak layanan bila ingin tetap pasang maka bisa dipasang dengan syarat mengambil paket pasang baru listrik sebesar 5000VA dan bila tidak menyanggupi, PLN menyarankan kepada bapak saya untuk mengambil kembali uang pendaftaran pasang barunya yang artinya kami tidak dilayani untuk bisa menggunakan layanan PLN, saya sudah coba komplain kembali via twitter dan mendapatkan trouble ticket kembali, tetapi PLN Cianjur tetap mencairkan uang Pendaftaran pasang baru tersebut.

Setelah uang diambil dan bapak sudah putus asa, datang petugas dari UPJ PLN Warung Kondang ( atau mungkin Mitra PLN ) yang menawarkan Jasa pemasangan baru tersebut dengan tarif seharga Rp.1.250.000 dan petugas tersebut menjamin listrik akan terpasang, tetapi karena bapak belum ada uang sejumlah itu tawaran petugas kami tangguhkan.

Nah terkait cerita diatas, saya melihat ada satu faktor penentu dari kacaunya proses Pasang baru listrik di PLN ini yaitu

1. Ketidakselarasan informasi antara PLN Pusat dengan Daerah ( PLN Cianjur ), sehingga masyarakat menjadi dirugikan

2. Masih adanya budaya jalan pintas yang dilakukan petugas-petugas PLN di Daerah ( area Cianjur ) dengan tarif yang dua kali lipat dari tarif resminya, padahal PLN membanggakan No SUAP!

Terkait Masalah tersebut, maka saya sebagai rakyat biasa ini memberikan usulan dan saran :

1. Perbaiki SOP dalam hal pasang baru dan publikasi secara luas lewat media ( cetak maupun Online ) sehingga masyarakat tahu betul seperti apa jalur yang bisa dilalui, karena di website PLN Informasi yang tersedia tidak komplit.

2. Mungkin iya untuk petugas PLN No SUAP, tapi nyatanya dilapangan masih ada petugas yang menawarkan jasanya, dari kisah orangtua kami terlihat jelas secara resmi PLN tidak mau melayani pemasangan Listrik baru tetapi via petugas dilapangan pasang baru itu “bisa diatur” dengan biaya yang “berbeda”, maka ini PR Besar PLN untuk bisa menjadi perusahaan Bersih dan Melayani Masyarakat.

Itu aja sih uneg-unegnya, semoga PLN makin bisa meningkatkan pelayanan dan Profesionalismenya.

Iklan
3 Komentar leave one →
  1. 28 Oktober 2014 12:00

    teringat tahun 2008 lalu,
    pernah juga saya berurusan dengan PLN,

    quote dari Om denden

    “beginilah resikonya Monopoli Energi di indonesia

    10 tahun reformasi yg masih terseok”

    hihihi

    http://ghian.wordpress.com/2008/08/20/oknum-berbaju-pln/

  2. 29 Oktober 2014 07:52

    Mas denden,
    Sy jg termasuk korban PLN Cilacap dgn kasus yg mirip, cuma endingnya listrik sy terpasang namun tiang yg dijanjikan tidak pernah ada. Disurati resmi pun tdk ada tanggapan. Lagi menimbang2 untuk dimasukkan koran biar ada perbaikan pelayanan.

  3. 2 November 2014 19:43

    @Kendro : Wah iya tho mas, berarti emang perilaku petugas didaerah masih mengenaskan 😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: