Skip to content

Berobat dengan JKN BPJS; Sebuah Pengantar

25 Juli 2014

Sudah sejak lama issue layanan menyebalkan oleh Rumah Sakit menjadi buah bibir masyarakat kelas bawah, sehingga keluar ungkapan ” Orang Miskin dilarang Sakit” karena saking menyebalkannya layanan yang diberikan, apalagi bila mengetahui bahwa Pasien tersebut adalah pasien Miskin yang biaya pengobatannya dibayar oleh Pemerintah, apakah itu Jamkesda, Kartu Jakarta Sehat maupun JKN BPJS.

Namun, saya sendiri merasa perlu untuk memiliki jaminan kesehatan dikarenakan makin lama makin tak terjangkau saja tarif berobat di Rumah Sakit.

JKN itu adalah Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan bagian dari Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang diselenggarakan dengan menggunakan mekanisme asuransi kesehatan sosial yang bersifat wajib (mandatory) berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang SJSN dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar kesehatan masyarakat yang layak yang diberikan kepada setiap orang yang telah membayar iuran atau iurannya dibayar oleh Pemerintah.

Saya sendiri melakukan pendaftaran pertama untuk mendapatkan itu dengan cara Online di http://www.bpjs-kesehatan.go.id dan setelah berhasil mendaftar tinggal bayar ke Bank berdasarkan No Rekening Virtual yang didapatkan selanjutnya akan bisa melanjutkan proses pendaftaran untuk bisa mencetak e-ID BPJS yang fungsinya sama seperti ID yang dicetak di Kantor BPJS Kesehatan sesuai tempat tinggal.

Prosedur penggunaan Kartu BPJS bila akan berobat adalah ke Faskes pilihan pertama yang dipilih ketika daftar BPJS, bila perlu ke Rumah Sakit, maka Rujukan dari Faskes I adalah WAJIB hukumnya, kecuali bila masuk ke bagian UGD bisa tanpa Rujukan.

Dalam proses berobat pun ada jenjang rujukannya, misal bila kita tinggal di Kota A, maka pertama kali berobat ke Faskes I di Kota A, bila perlu rujukan, akan dirujuk ke RSUD di Kota A, bila nanti RSUD Kota A tidak bisa menangani juga bisa dirujuk ke RS Regional yang kelasnya sudah lebih tinggi dengan fasilitas lebih komplit.

Pengurusan BPJS di Rumah Sakit adalah pertama mendaftar sebagai pasien di RS terlebih dahulu ( Rawat Jalan/Rawat Inap ) lalu daftarkan di BPJS Center yang ada di Rumah Sakit tersebut, ada beda perlakuan disini :

1. Bila Rawat Inap maka cukup sekali mengurus ketika pertama kali datang dan akan dikasih SLIP warna merah jambu yang harus di Copy minimal 10 Lembar bersama Kartu BPJSnya untuk berbagai keperluan seperti cek lab, ambil darah di bank darah maupun ketika pengambilan obat di Apotek.

2. Bila Rawat Jalan maka mengurusnya sesuai dengan hari rawat jalannya, bila kita rawat jalan tanggal 10 Juli, maka Slip Warna merah jambu dari BPJS pun hanya berlaku tanggal tersebut.

Jadi, sudah saatnya kita sadar akan pentingnya memiliki kartu tersebut, karena sakit tidak bisa ditebak kapan akan menghampiri, namun mencegah dari sakit tentu lebih utama.

Tips pengurusan BPJS Rawat Jalan : Sepagi mungkin ambil antrian, karena mesin nomor antrian sudah buka sejak jam 05.00.

Iklan
2 Komentar leave one →
  1. 25 Juli 2014 09:31

    semoga cepat recover kang ^^

  2. 25 Juli 2014 10:24

    @didut : Makasih kang….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: