Skip to content

Safer Internet Day : Lets Create a Better Internet Together

7 Februari 2014
Safer Internet Day

Safer Internet Day

Safer Internet Day 2014 mengambil tema : Lets Create a Better Internet Together dan tahun ini dikonsentrasikan untuk Usia Remaja dan anak-anak agar lebih bertanggungjawab dalam menggunakan “Online Technologies and Mobile Phones” dan sudah banyak sekali negara-negara mengkonfirmasi untuk join dalam gerakan ini yang secara serentak akan dilaksanakan tanggal 11 Februari 2014.

Harian Kompas, 16 Januari 2014 memuat tulisan tentang predator online hasil penelitian Terre Des Hommes, sebuah organisasi sosial dari Belanda, yang membuat aksi “Stop Webcam Child Sex Tourism”. Mereka dalam waktu hanya dua bulan sudah menemukan 1000 orang predator pedofil online yg berbahasa inggris dan ada dari Indonesia! Tentunya masih banyak yg tidak terjaring karena belum tentu semua berbahasa inggris. Disebutkan salah satu penyebabnya adalah: rendahnya pengawasan orang tua!
Di Indonesia, Media Tempo, belum lama berselang melakukan investigasi kecil di ranah maya. Dalam 7 (tujuh) jam menggunakan identitas samaran, mengaku bernama Lisa, anak perempuan berusia 14 tahun, Tempo berhasil menarik setidaknya 75 diduga predator online yang menawarkan berbagai aktifitas seksual. Dan masih banyak lagi kasus-kasus lainnya (sebagian bisa disimak di tulisan ini: Pedofil Memangsa Anak Indonesia!)
RelawanTIK Indonesia akan berpartisipasi dalam event ini dengan mengambil tema : Keselamatan Anak Indonesia di Dunia Maya, untuk RelawanTIK Cianjur insya allah akan dilaksanakan bertepatan dengan kegiatan secara internasional dengan Agenda :
Hari / Tanggal : Selasa, 11 Februari 2014
Tempat : MTs Yapisal Cianjur
Peserta : Orang Tua Siswa dan Guru
Mengapa event ini penting untuk dilaksanakan dan menjadi tonggak untuk waspada akan bahaya Pedofilia di ranah online?
Berikut ini hanyalah sebagian kecil kasus di Indonesia yang berkaitan dengan keselamatan anak di internet  pada tahun 2013, yang sempat menjadi perhatian media massa:
–    Januari 2013, seorang siswi SMK di Makale – Tana Toraja, dibawa kabur oleh teman pria yang dikenalnya via Facebook .
–    Maret 2013, seorang siswi SMK di Jakarta Timur diculik oleh temannya di Facebook .
–    April 2013, seorang siswi MAN di Purworejo, diculik, disekap dan diperkosa oleh pelaku yang baru dikenalnya via Facebook .
–    Oktober 2013, seorang siswi SMP di Makassar diculik dan disetubuhi oleh seseorang yang dikenalnya di Facebook .
Kasus-kasus serupa ini berulang terus dari tahun ke tahun!
Hal ini tentunya harus menjadi perhatian bersama semua pihak agar kasus serupa tidak terus berulang di masa yang akan datang. Kepedulian dan kerjasama dari semua pihak, khususnya orang tua dan sekolah, menjadi salah satu kunci untuk dapat menjaga keselamatan anak di internet.
Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: