Skip to content

Gita Wirjawan, Jazz dan Kepemimpinan

3 Desember 2013

Beberapa periode terakhir mulai banyak tokoh politik baik itu anggota parlemen atau non parlemen yang datang dari kalangan seniman seperti penyanyi, aktor, aktris, model, dan sebagainya.

Kemudian sempat memunculkan fenomena ‘selebritis berpolitik’. Beberapa tanggapan muncul, baik itu positif ataupun negatif, dari tanggapan positif mereka menyebut kalangan artis yang berpolitik sebagai ‘penyegaran’ dalam parlemen, ada juga yang menyebut sebagai pembuktian.

Bahwa mereka ga bisa hanya unjuk gigi didepan panggung layar kaca tapi juga di panggung politik, Pembuktian bahwa mereka tidak hanya punya tampang tapi juga otak. Untuk tanggapan negatif, mereka menyebut kehadiran mereka di dunia politik sebagai aji mumpung, pendongkrak massa untuk partai yang mengusung mereka, bahkan ada yang bilang mereka beralih ke politik karena sudah ‘ga laku’ di dunia hiburan. Komentar yang paling banyak muncul adalah para artis tersebut ‘salah jalur’ karena dunia politik bukan dunia hiburan, bukan dunia mereka, dan bukan bidang mereka. Menimbulkan keraguan bari sebagian masyarakat akan kapabilitas mereka.

Sekarang mari kita tinggalkan urusan artis/seniman berpolitik. Kita bahas suatu kebalikannya, yaitu tokoh politik yang punya bakat seni. Hmm… jarang denger sih.. hampir susah dicari malahan. Yang saya tahu sih, ibu Megawati, beliau ternyata punya hobi menari masa mudanya, sering tampil untuk menyambut tamu istana, Pak SBY, semua orang juga tau beliau suka nyanyi.

Selebihnya jarang banget mendengar tokoh politik yang punya jiwa seni sampai belakangan mencuat nama baru yaitu Gita Wirjawan. Menteri perdagangan kita itu ternyata bisa bermusik. Dan ga cuman sekedar sebagai hobi, tapi memang beliau ini mahir. Seandainya dia ga terjun ke dunia politik, mungkin seorang Gita Wiryawan sudah menjadi seorang musisi, begitu kira2 pendapat yang pernah beliau lontarkan.

Banyak bukti yang menunjukkan beliau memang expert dalam bermusik, terutama musik jazz. Di youtobe udah banyak, Beliau pernah ngejam sama Glen, Tompi, Idang Rasjidi, Slank, yang agak heboh sih pas kemaren ikut tampil di Java jazz sama dwiki dharmawan, Hampir ga ada yang bilang permainannya jelek. Bener-bener udah kayak musisi kelas atas, Melihat beliau tampil main piano dengan gerakan tubuh bak pianis ternama kadang bikin kita lupa bahwa sejatinya beliau adalah seorang politisi, menteri perdagangan Indonesia.

Misal dulu banyak yang nyinyir ketika para seniman terjun ke dunia politik. Dan ketika ada tokoh politik yang bisa seni, orang pada salut. Cuma…. kalau tokoh tersebut bakal nyalon jadi presiden? Hehe bakal dinyinyirin abis-abisan. Ntar dibilang emangnya kita butuh presiden yang cuman bisa nyanyi, emang ngurus negara sama dengan maen musik, dan lain lain..

Sekarang mari kita coba sedikit open minded. Musik kata orang adalah bahasa universal, bahasa yang bisa menembus kalangan mana aja dengan bahasa apa aja dan lokasi dimana aja. Musik adalah unsur yang bisa menyatukan, melembutkan, mendamaikan, dan sesuatu yang jujur. Untuk kondisi sekarang musik merupakan sesuatu yang paling mudah diterima oleh beragam macam jenis orang/kelompok/etnis tanpa menimbulkan konflik.

Gita feat Tompi

Gita feat Tompi

Sebagian orang berpendapat ngurus negara harus berilmu, meliputi semua bidang tentang keuangan, kesehatan, militer, dan lain lain. Kalo cuman modal ‘berbakat seni’ banyak orang akan meragukan. Tapi jangan kita terburu menyimpulkan negatif terhadap sosok GW. Kredibilitasnya dalam memimpin sudah terbukti, sebelum dipilih Presiden sebagai Menteri perdagangan Gita Wirjawan adalah Kepala BPKM (Badan Koordinasi Penanaman Modal), dan memegang dua jabatan itu hampir satu tahun, yang kemudian jabatan kepala BKPM digantikan oleh yang lain dan beliau konsen di Kemendag, diluar pemerintahan beliau sekarang sebagai Ketua Umum PBSI ( Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia ) dan prestasi Bulutangkis kita dibilang ada ada kemajuan dibanding periode sebelumnya, beliau pun terpilih secara aklamasi sebagai ketua Barindo.

Beliau juga sosok yang cerdas, berani, dan ramah. Umurnya juga masih muda. Sesuai dengan kondisi Indonesia sekarang yang butuh sosok segar dalam pemerintahan. Yang bisa memimpin, berjiwa muda, berani, dan menyatu dengan semua elemen masyarakat, dengan membawa Tagline “Berani Lebih Baik” tentu sudah menyiapkan strategi dan langkah-langkah nyata bila kelak dipercaya menjadi seorang presiden menggantikan SBY, bisa kita lihat dan pelajari di Official Site www.gitawirjawan.com dan Ayo Gita Bisa.

6 Komentar leave one →
  1. 6 Desember 2013 01:24

    Rakyat rindu pemimpin bukan penguasa… mungkin GW bisa jadi alternatif
    aplikasi Android

  2. 7 Desember 2013 12:05

    @omew : semoga ada pemimpin yang terpilih

  3. 11 Desember 2013 10:43

    Kalau pak Gita bisa menegakkan hukum dengan tegas, berantas korupsi, berani produksi desain anak negeri, tanpa harus beliau mahir bermain musik pun insya Allah saya pilih sebagai presiden RI

  4. 27 Maret 2014 12:17

    Bagaimana musik GAMELAN dengan KEBERSAMAAN …..

  5. 27 Maret 2014 12:20

    Dalam memimpin, tidak saling mengKERASkan suara, berebut filler atau interlude. Tetapi menyelaraskan, SALING mengisi untuk menjadi HARMONIS……

  6. 15 April 2014 17:27

    @Don Wurdono : peta capres berubah krn suara demokrat hanya 10% nasib konvensi capres pun tak tahu seperti apa

    @Subana : Setuju sekali. keselarasan dan sinergi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: