Skip to content

#RelTIKGoesToThailand : Selayang pandang Petchaburi

18 November 2013
Petchaburi

Petchaburi

Setelah tiba, melepas penat sesaat saatnya adalah keliling orientasi wilayah dengan diantar ore Kru Mookda ( Bu Guru Mookda ) sebagai ibu angkat kami selama di Petchaburi, Rute yang kami tempuh adalah pertama tempat makan terdekat kost-kostan selain Lotus yang pertama kami singgah ketika datang, yang kedua komplek pujasera di dekat sungai #petchaburi yang disebut Lotua, banyak pilihan menu makanan yang halal dan banyak juga kiosnya, sepertinya kami tidak akan terlalu kesulitan untuk mencari makanan di #Petchaburi ini :mrgreen: selain juga kami bisa masak sendiri dirumah.

Peta Karya Bapak Kost

Peta Karya Bapak Kost

Rute berikutnya adalah Sungai Petchaburi yang dijadikan tempat untuk acara festival Loy Kratong tiap purnama bulan November tiap tahunnya, sungainya memang masih terlihat kalah lebar dan dalam dibandingkan dengan Chao Phraya di Bangkok.

Pujasera

Pujasera

Lalu perjalanan dilanjutkan ke Stasiun Kereta Api #Petchaburi untuk melihat jadwal pemberangkatan bila kita akan pergi ke Bangkok dengan kereta walau  sebenarnya ada angkutan yang lebih cepat yaitu VAN, namun bila ingin perjalanan lebih santai kereta merupakan pilihan menarik untuk dicoba, dan ketika kami lihat jadwal ternyata bisa juga dari Petchaburi Station langsung menuju Butterworth dengan harga tiket 1250THB sekitar Rp600.000,- dan bang Syurahbil semangat sekali karena sudah dekat ke medan hihi.. perjalanan memakan waktu kurang lebih 18Jam.. kyknya sama seperti Jakarta – Surabaya.

Petchaburi River

Petchaburi River

Dan terakhir yang ditunjukkan adalah Seven Eleven haha, ini sudah jadi teman setia kami selama di Thailand ini..

Petchaburi menurut kami termasuk kota yang tenang, tanpa kebisingan kendaraan dan klakson, karena lumayan lengang dan damai. Burung-burung semacam Jalak pun berani untuk tidur bebas di kabel-kabel listrik diperempatan jalan, dan jumlahnya bisa ribuan, disamping ada perkutut dan merpati yang begitu asik hidup berdampingan dengan aktivitas masyarakat kota.

Khao Wang Wat

Khao Wang Wat

Oh ya satu lagi, karena disini dekat dengan bukit-bukit yang terdapat kuil budha, seperti juga di Jumprit, setiap kuil budha disinipun hutan disekitarnya dihuni oleh monyet dan sudah menjadi pemandangan biasa bila monyet kelayapan di trotoar ataupun bergelantungan di kabel-kabel telpon, dan menjadi warning untuk kita tidak menenteng makanan secara terbuka, karena pastinya bila bertemu monyet akan dengan sigap mencuri makanan kita, salahsatu kuil yang terbesar adalah Khao Wang Wat dan Cave.

Tak heran rumah-rumah disini berteralis semua, karena bila tidak membayahakan barang-barang dan makanan yang dimiliki menjadi berpindah kepemilikan :lol:.

Khao Wang Cave

Khao Wang Cave

Wat Khoi

Wat Khoi

Selain kuil di perbukitan juga ada kuil yang didekat jalan raya dan menjadi tempat ibadah warga budha disini, seperti kuil Wat Khoi yang dekat rumah kami, kata ibu kami Kru Mookda, So many Wat here ( Wat = Kuil ).

Untuk Cuaca tidak jauh bedalah dengan indonesia dan bulan-bulan sekarang sedang musim hujan, jadi tidak begitu kerasa panas karena mendung atau hujan.

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: