Skip to content

#RelTIKGoesToThailand : Kesan Pertama di Bangkok

23 Oktober 2013

Saat belum menginjakkan kaki di Negeri Gajah Putih ini, saya belum mendapat bayangan apapun tentang Kota Bangkok Thailand, selain dari cerita-cerita dari Blogger yang sudah dan sedang tinggal di Bangkok.

Begitu masuk ke SvarnaBhumi Airport kesan saya adalah ” Waw Mewah” dan tertata sangat baik pengaturannya.

ThaiAirways

ThaiAirways

Berkeliling dikoridor dan menuju keluar dari Bandara terlihat keteraturan dan kebersihan yang sudah tidak perlu lagi diberi ancaman untuk bisa tertib, Ok mungkin karena Bandara Internasional maka standar sangat tinggi, Pikirku Waktu itu.

Suda Palace Hotel

Suda Palace Hotel

Tepat pukul 18:00 Kita bertemu PIC yang akan menjadi koordinator selama berada di Thailand, yaitu Khun Suntana. Perjalanan dari Airport menuju Hotel dengan menggunakan MiniVan yang setelah tiba di hotel kita baru tahu kalau kendaraan itu adalah salah satu moda angkutan umum yang ada di Bangkok Selain BTS SkyTrain, MRT, BUS, Taksi, Ojek dan Tuktuk. Sepanjang perjalanan disuguhkan kemacetan jalanan karena jamnya Bubaran Kantor, tidak jauh mungkin dengan Jakarta, cuma disini tidak berisik Klakson dan tidak berisik knalpot dan Gas Buangnya.

Kurang lebih pukul 19:00 kami sudah tiba di Hotel yang akan kami tinggali selama 2 bulan di Bangkok ( pengalaman pertama, 2 bulan berturut-turut tinggal di Hotel). Suda Palace Hotel namanya dan kalau dilihat dari standar Roomnya ini rate Hotel Melati bukan hotel berbintang, tapi sudah cukup nyaman untuk bisa ditinggali.

Setelah meletakkan bawaan kami dibawa Khun Suntana untuk mencari makanan, dan karena beliau mengerti kita berempat muslim maka kami diajak ke Swalayan Big C yang ada Food Park didalamnya.

Nasi Telor Dadar

Nasi Telor Dadar

IMG_20131017_202626

Food Park Big C deket Saphan Khwai

Menyusuri Jalan dari Hotel – Swalayan bisa menjumpai Trotoal yang lega dan tetep ada pedagang kaki limanya, tapi disini lebih bersih dan tertib, Namun sayangnya sesampai di Food Park Big C, kami tidak menemukan makanan halal yang kami cari, cuma ada telor Ceplok saja.

Untuk Ritme kerja termasuk cepat, mereka berjalan sangat cepat seperti ada yang ngejar, dan untuk ritme kerja ini saya teringat Jepang, yang kata orang2 pergerakan warganya sangat dinamis, Indonesia patut mencontoh keteraturan yang diciptakan oleh Pemerintah Thailand.

Fasilitas Umum semacam telepon Koin, penukaran uang dari koin ke kertas dan sebaliknya, Jembatan Penyebrangan, Jebra Cross masih terjaga dengan baik tidak terlihat ada Aksi Vandalism dengan mencoret-coret, seorang teman sampai bergurau kalau ini ada di Indonesia sudah penuh dengan coretan berbagai klub eksistensi alayers, tapi di Bangkok ini kita tidak atau belum menemui aksi-aksi yang merusak fasilitas umum.

Ada satu lagi fasilitas yang menyelamatkan kami dari keharusan order paket laundry dari Hotel yang harganya termasuk tinggi, di sini ada Mesin Cuci Self Service, dengan biaya 30 THB untuk max berat 8Kg dan membawa sabun cucinya maka kita seperti main Dingdong jaman dulu yg memasukkan koin, dan setelah memasukkan pakean dan detergen maka mesin cuci otomatis akan menghitung apakah ini pakean seragam atau campuran, mengukur beratnya untuk menentukan berapa banyak air dan berapa lama proses mencuci, rata-rata sekali mencuci menghabiskan waktu 50-60 Menit.

Baru seminggu dan masih banyak yang bisa dipelajari selama tinggal di Bangkok Thailand ini, semoga berguna dan menghasilkan karya selama di sini.

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: