Skip to content

Rakyat miskin punya rumah? MIMPI!!!

16 Oktober 2012

Saya tergelitik dengan salahsatu talkshow di televisi ( ga tahu media apa ) karena hanya dengar sembari memberi makan ayam-ayam peliharaan, pembahasannya adalah soal KPR untuk warga miskin / berpenghasilan rendah ( bahasa halusnya ), saya tertarik mendengarkan karena kebetulan saya sudah mengikuti KPR sejak tahun 2008.

Mari kita kutip dulu tulisan dari DetikFinance berikut ini :

Tahun ini pemerintah kembali meluncurkan program KPR bunga subsidi atau fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) untuk kalangan bergaji rendah. Apa syaratnya?

Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz menyatakan, tahun ini bunga untuk KPR FLPP diturunkan dari 8,15%-8,55% menjadi 7,25%. Ada keringanan-keringanan syarat yang didapatkan penerima FLPP tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya.

“Biaya asuransi (jiwa dan kebakaran) untuk tahun 2012 ditanggung oleh pihak bank, serta saldo tabungan awal dihilangkan sebesar Rp 1,2 juta untuk FLPP di 2012,” kata Djan dalam rapat dengan Komisi VI DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (23/2/2012).

Jadi, untuk 2012 ini syarat uang awal atau DP yang harus dikeluarkan oleh nasabah yang mengajukan FLPP adalah Rp 7,615 juta dengan rincian:

  • Uang muka 10%: 7 juta
  • Saldo tabungan: Rp 50 ribu (minimal)
  • Angsuran pertama: Rp 575.104
  • Administrasi: Rp 250 ribu
  • Appraisal: Rp 0
  • Provisi: Rp 315 ribu
  • Asuransi Kebakaran: Rp 0
  • Asuransi Jiwa: Rp 0

Jumlah angsuran diturunkan dari Rp 626.525 per bulan menjadi Rp 575.104 per bulan di 2012. Sebelumnya FLPP tahun sebelumnya mengenakan biaya asuransi kebakaran dan asuransi jiwa.

Target pengucuran FLPP di 2012 ini adalah membiayai 211.534 unit dengan nilai Rp 8,671 triliun. Syarat gaji nasabah yang berhak ikut program ini untuk rumah tapak (landed house) dalam rentang Rp 3,5 juta/bulan, sementara rumah susun adalah Rp 5,5 juta/bulan.

Bank penyalur FLPP di 2012 adalah PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT Bank Mandiri Tbk, dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN).

Apa yang menggelitik dari dari kutipan tersebut? menurut pandangan saya minimal ada 2 Key yang jadi point :

1. FLPP untuk kalangan bergaji rendah

Saya mengasumsikan bahwa gaji rendah itu sama dengan orang yang berpenghasilan hanya cukup untuk makan dan minum hari-hari, kalau istilah sundanya “koreh-koreh cok” apa yang ada hari itu bisa dinikmati dan akan mencari lagi untuk keperluan esok hari.

2. Gaji minimal 3,5jt utk rumah tapak dan 5,5jt untuk rumah susun

Nah dari point pertama itu, saya mengambil kesimpulan bahwa orang yang bergaji rendah itu adalah dengan gaji 3,5jt perbulannya, dan diasumsikan bahwa itu adalah orang miskin yang layak dibantu untuk memperoleh fasilitas perumahan/tempat tinggal.

Sekarang mari kita lihat UMP tertinggi di indonesia berapa? Rp1,529,150 ( Satu juta lima ratus dua puluh sembilan ribu seratus lima puluh ). nah ternyata bila melihat UMP ini maka sebuah MIMPI untuk bisa memiliki rumah yang mendapatkan FLPP dari Pemerintah, lalu kita lihat juga kategori rakyat miskin untuk Indonesia versi BPS seperti apa?

Kepala Badan Pusat Statistik Rusman Heriawan mengatakan bahwa kategori miskin adalah mereka dengan tingkat pengeluaran per kapita per bulan sebesar Rp211.726 atau sekitar Rp7000 per hari. Jumlah ini meningkat dibandingkan kategori miskin tahun 2009 per Maret yang tercatat sebesar Rp200.262 per hari.

Oh TIDAKKK terlihat sekali inkonsistensi kebijakan dari pemerintah ini, alih2 pemerintah bak pahlawan mengeluarkan FLPP tapi nyatanya dilapangan bila berkaca pada gaji UMP dan kriteria rakyat miskin, maka yang akan mendapatkan FLPP akan tetap orang yang masuk kategori kelas menengah keatas, bukan untuk rakyat miskin seperti yang diutarakan oleh pemerintah.

Oke sekarang, bila pemerintah ( kemenpera ) menganggap rakyat miskin itu yang berpenghasilan rendah diangka 3,5jt maka disebut rakyat apa yang hanya punya penghasilan 200rb-an/bln seperti yang dirilis BPS? lalu rakyat apa yang hanya bergaji sesuai UMP masing-masing propinsi?

Iklan
24 Komentar leave one →
  1. 16 Oktober 2012 11:41

    Soalnya, yang membuat kebijakan adalah orang yang “gaji” nya milyaran, jadi merasa 3.5 itu melarat.. Cangkem asoe

  2. 16 Oktober 2012 12:15

    @bimosaurus : terlihat inkonsistensi cangkem 😆

  3. 16 Oktober 2012 12:51

    Maaf sebelumnya ini ada salah persepsi boss.. Gaji Rp 3,5 jt per bulan itu bukan minimal tapi MAKSIMAL..

    Perumahan Sederhana kita di Rangkasbitung, daerah Lebak – Banten pake program ini kok..

    Memang ada anehnya dulu itu diwajibkan minimum tipe 36.. Otomatis harga lebih tinggi dan lebih sulit terjangkau.. Sekarang katanya sih sedang direvisi oleh Menpera.. tapi itu bukan bukan karena kesadaran diri salah mengeluarkan kebijakan terdahulu, tetapi karena kalah gugatan di MK oleh para pengembang dan calon konsumen..

    http://www.intijayaprima.webs.com
    William Yang

  4. 16 Oktober 2012 13:51

    @William : kalau batas minimal berapakah? karena kalo KPR biasa gaji 2jt perbulan dengan cicilan 800rb/bln ga di ACC sama perbankannya.

    harusnya pemerintah tegas, rentang orang bisa ambil KPR subsidi ini dari rentang berapa?

    dan kalau benar kebijakan berubah karena digugat, menyedihkan itu.

  5. 16 Oktober 2012 14:52

    Ya itu karena kan masing-masing instansi tidak saling berkoordinasi meskipun terkait. jadi ya anggepannya sah-sah saja punya standar “miskin” yang berbeda.

  6. 17 Oktober 2012 05:48

    @Nahdhi : apakah karena kementrian2 yg berasal dari bagi2 daging koalisi? hingga kebijakan tidak merakyat?

  7. sang nanang permalink
    17 Oktober 2012 13:05

    Ojo banget-banget percoyo pemrentah Kang!

  8. 17 Oktober 2012 13:39

    @sang nanang : bener kang, informasi seko pemerintah terkait pelayanan ki akehe multitafsir lan salahtafsir 😐

  9. 17 Oktober 2012 13:46

    Ra ming salah tafsir… Salah kedaden kok.. Kakehan proyek cangkem.

  10. 18 Oktober 2012 05:00

    @bimosaurus : hahaha… resiko pemerintahan bagi2 kuwe koalisi ya ngene iki.. nasib

  11. 18 Oktober 2012 10:20

    Mending nabung, nggawe omah nang ndeso aelah, rasah kpr2an 🙂

  12. 18 Oktober 2012 13:01

    Have a good day yah …

  13. 18 Oktober 2012 15:27

    Ehmm, kebiasaannya kalo di Indonesia yang bersubsidi2 mesti salah sasaran…

  14. 19 Oktober 2012 23:36

    saya rasa mungkin jika kerja keras

  15. 20 Oktober 2012 06:03

    @ikhsan1 : bener kang, aku lebih memilih untuk beli tanah dikampung dan membangun sendiri..

    @Eva : thanks

    @mels : aneh ya kebiasaan kok nyasar, eh ato emang sengaja nyasar 😀

    @belajar seo : nah klo udah kerja keras dan sukses, udah bukan rakyat miskin lagi hihi

  16. 23 Oktober 2012 19:57

    Kalo yang 3,5 juta/bulan itu dibuatkan RSS, trus yang di bawah itu jangan-jangan dibiarkan dan gak dianggap manusia kali ya…

  17. 23 Oktober 2012 20:25

    @satuwaktu.net : kan orang miskin dan anak terlantar dipelihara negara, ya maksudnya emang DIPELIHARA akan selalu tetap dibuat ada hihi

  18. 23 Oktober 2012 23:36

    itulah yang terjadi, mas dobelden. pemerintah suka gembar-gembor sok perhatian sama rakyat miskin, tapi kenyataan yang terjadi justru sebaliknya.

  19. 24 Oktober 2012 08:49

    @Sawali : betul pak, kebijakan yang tidak pernah merakyat.. 😦

  20. 25 Desember 2012 01:04

    pemerintah sbenernya mau mnolong rakyat yg mana toh ?

    1. Rakyat miskin yg masih mampu bayar /bangun rumah
    2. Apa rakyat miskin yg sama sekali ga mampu bayar bangun rumah ????

  21. 27 Desember 2012 05:38

    @cah indo : sayangnya pemerintah sepertinya melihat rakyat semua mampu beli rumah, cuma ternyata optimisme itu tidak dibarengi dengan kemauan untuk membantu peningkatan kesejahteraan rakyat secara menyeluruh

  22. firman permalink
    5 April 2015 08:11

    konsep yang masuk akal (y)

  23. 16 Mei 2015 11:45

    @firman : hehe

  24. 21 Januari 2017 19:24

    hmmmmm,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: