Skip to content

Tiwul Homemade

4 Oktober 2012

Tiwul (thiwul = jawa ), Oyek ( sunda ) merupakan panganan alternatif sebagai pengayaan karbohidrat selain beras, tiwul terbuat dari singkong yang telah melewati beberapa proses sehingga layak untuk dikonsumsi.

Kebetulan sambil bertanam pohon Albasiah / sengon / Jengjen oleh bapak saya dilakukan tanaman tumpang sari dengan singkong dan pisang, dan bulan ini tepat sudah 8 bulan singkong ditanam dan sudah siap panen, atau bahkan sudah dicicil dipanen, salahsatunya dipanen untuk diolah menjadi tiwul.

Proses Pembuatan Tiwul itu sangat gampang sekali tidak membutuhkan peralatan yang mahal-mahal, cukup peralatan yang ada dirumah kita saja.

Peralatan yang diperlukan hanya ember besar / baskom besar untuk merendam singkongnya, tampah besar untuk jemur tiwulnya, tampah kecil yang banyak bolongan untuk menyaring serta kukusan nasi.

Proses diawali dengan merendam singkong di ember besar selama kurang lebih 2 hari, setelah itu diremukkan dengan tangan atau pemukul kayu setelah sebelumnya diwadahi karung plastik, lalu ditiriskan untuk menghilangkan kandungan airnya, setelah itu lalu disaring atau dihancurkan sehingga membentuk semacam butiran2 tak beraturan.

Tiwul dalam Kukusan

Lalu dijemur panas matahari selama 1 hari, dan dilanjutkan dengan dikukus selama kurang lebih 25menit.

Tiwul setelah dikukus siap Jemur

Tiriskan dan dijemur kembali selama 1 hari, sudah kering maka tiwul sudah bisa disimpan untuk persediaan atau bisa juga dimasak untuk bisa dikonsumsi, dan tiwul yang dikonsumsi dengan kondisi segar hasil olahan sendiri itu jelas lebih nikmat rasanya.

Tiwul Siap Santap!!

Proses Pembuatan 5 Kg Singkong bisa memperoleh sekitar 3kg Tiwul kering, oh ya kalau ada yang berminat dengan tiwul ini bisa lho order :mrgreen: dan bakalan jadi tiwul istimewa dirumah anda.

Iklan
10 Komentar leave one →
  1. 4 Oktober 2012 08:58

    Jamanku SMA simbah masih sering buat tiwul, tapi nek sekarang sudah nggak pernah.

  2. 4 Oktober 2012 13:23

    Kebun singkonge wis panen to Kang?

  3. 5 Oktober 2012 04:36

    @Nahdhi : Ayo Gethukan e pisan2 nang kene 😀

    @Sang Nanang : wis dipanen sebagian kang, seng marai ganggu pertumbuhan Albasia, sing liyane rencana awal november 😀 , ning nasib singkong bertahun2 regane ming 1000/kg ditengkulak.. 😦

  4. 9 Oktober 2012 06:23

    Meskipun singkong berasal dari Amerika tropis dan baru ditanam di Indonesia setelah kedatangan bangsa kulit putih, namun pengembangan dan pemanfaatannya sudah demikian luas. Di Jawa Tengah, terutama di kawasan-kawasan yang kering, gaplek merupakan komoditas pangan yang penting. Tepung gaplek yang diberi air dan dikukus akan menjadi tiwul, yang oleh sebagian masyarakat dijadikan makanan pokok. Apabila proses pengeringan gaplek tidak sempurna hingga berjamur (sebagian berwarna hitam dan cokelat) maka akan diperoleh komoditas yang dikenal sebagai “gatot”. Selain ditepungkan untuk bahan tiwul, gatot juga bisa direndam, dijadikan serpih kecil-kecil secara manual dan dikukus untuk langsung dikonsumsi.

  5. 10 Oktober 2012 04:47

    selain enak, thiwul juga suka dibuat nickname orang

  6. 10 Oktober 2012 09:54

    @ Silver Account, ada yg beda ya dalam pembuatan tiwul, klo disini saya bikinnya dari singkong segar, bukan dari gaplek

    @pradna : Enak Lezat mengenyangkan 😀

  7. 12 Oktober 2012 14:30

    Mantep nggo jagongan kui 🙂

  8. 13 Oktober 2012 06:25

    @ikhsan : jagongan dikancani thiwul anget lan kopi pait ki mantep gan hihi

  9. 28 Oktober 2012 00:08

    Sejarahnya, tanaman ini sudah begitu banyak menyelamatkan para pendahulu kita yang waktu itu begitu kesusahan akan makanan meskipun saat ini mungkin masih ada juga. Pada beberapa tempat tanaman ini dapat diolah dan akhirnya menjadi makanan pokok dalam kesehariannya. Sebut saja makanan yang bernama tiwul.

  10. 28 Oktober 2012 05:23

    @gold account : menyelamatkan para pejuang kemerdekaan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: