Skip to content

Bakecrot dan Kelemet, olahan Singkong

26 Januari 2012

Siapa sih yang tidak kenal dengan singkong/cassava/manihot utilissima? Indonesia termasuk tempat berkembang biak yang baik untuk tanaman umbi ini dan hampir tersebar diseluruh nusantara dari sabang sampai merauke.

Saya tidak akan membahas soal sejarah kenapa singkong ada di Indonesia, tetapi saya akan coba menguraikan pemanfaatan dan pengolahan singkong menjadi camilan atau pangan substitusi pengganti pangan pokok yaitu beras, karena seperti data yang diberikan pemerintah ( walau ragu dengan data itu ) bahwa Indonesia termasuk negara dengan tingkat konsumi beras tertinggi didunia, dimana setiap tahunnya tidak pernah berimbang antara produksi sama konsumsi, sehingga menjadi pembenaran bagi pemerintah untuk mengimport beras.

Sebenarnya pemerintah tidak perlu susah-susah keluar anggaran untuk mengkampanyekan dan menyarankan masyarakat untuk mulai melirik sumber karbohidrat lain seperti Singkong walau sang menterinya pun baru belajar makan singkong ( makan singkong aja harus dieksperimen karena takut gak cocok diperutnya kali), karena dengan keterbatasan yang dimiliki oleh sebagian masyarakat indonesia, kreatifitas mengolah singkong ini sudah ada sejak jaman penjajahan, salahsatu pangan yang dibuat adalah tiwul/oyek, saya sendiri mulai mengenal dan mengkonsumsi thiwul itu sejak usia 8 tahun ketika berkesempatan untuk menikmati kehidupan sejuk dan nyaman di pedalaman kabupaten batanghari jambi, tepatnya di area transmigrasi DurianLuncuk VII.

Baiklah, sudah bercerita soal pengenalan singkongnya, sekarang saya akan mencoba memberi resep sederhana menu pengganti makan ( siang, sarapan, malam ), yaitu membuat camilan berbahan dasar singkong : Bakecrot dan Kelemet

Bahan-bahan :

1. Singkong 4 buah

2. Kepala parut ( kelapa yg blm begitu tua lebih baik )

3. Gula Jawa ( Gula Merah ) 1/2 Kg.

4. Daun Pisang

5. Garam Secukupnya.

6. Daun Pandan ( alternatif untuk pewangi )

Cara Pembuatan :

Parut halus 4 buah singkong yang sebelumnya terlebih dulu dikupas dan dicuci bersih, setelah itu parutan singkong di peras untuk mendapatkan aci atau santan singkongnya, dan setelah mengendap, aci singkong dicampurkan kembali ke parutannya.

Campurkan parutan kelapa dan parutan singkongnya, kasih garam secukupnya. Bagi dua parutan singkongnya, yang bagian pertama akan dibuat kelemet dengan cara campur aduk rata gula dengan parutan singkong sampai kalis dan siap dibungkus. yang bagian kedua untuk bakecrot tinggal di bungkus pakai daun pisang dan ditengahnya dikasih gula.

Setelah selesai tinggal dikukus selama 25 menitan dan angkat serta sudah siap dihidangkan, jujur untuk rasanya amat sangat istimewa dan membuat ketagihan.

Cara sehat singkat dan ekonomis membuat makanan olahan dari singkong.

Berikut dokumentasi pembuatannya :

Adonan Bakecrot dan Kelemet

Bungkus Bakecrot

Gula Merah diiris halus

Bakecrot ( kerucut ) dan Kelemet ( bulat )

Kelemet yang sudah dipotong siap santap

Bakecrot siap santap

Tampilannya menggiurkan bukan? mau kursus cara membuatnya? boleh kok 😉

Note :

Bakecrot = bahasa sunda , kenapa disebut bakecrot karena ketika digigit tengahnya akan keluar “crot” gula merahnya.

Kelemet = Bahasa Jawa ( papais = sunda ) karena aslinya setelah dibuka dan diiris2 siap santap, dikasih air santan diatasnya.

Iklan
6 Komentar leave one →
  1. 26 Januari 2012 12:45

    laperrrrrrrrrrr

  2. 26 Januari 2012 15:19

    @honeylizious : nyammy nyam-nyam 😀

  3. 27 Januari 2012 01:58

    Saya nek pas lebaran mesti nyari kelemet mas, soale rasa gurih dan manis-nya itu kombinasi yang pas di lidah. *wuenak*

  4. 27 Januari 2012 13:24

    @nahdhi : kui yo retine jeneng kelemet mergo eMo 😀 nek nang jawabarat papais sampeu 😀

  5. 11 Februari 2012 15:54

    sikilnya,bikin tambah sedap,hehe 😀

  6. 11 Februari 2012 20:00

    @khsan : wah salah konsetrasi kie leh menikmati 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: