Skip to content

Bapak Penjaga Parkir yang Ramah

29 September 2011

Saya terkadang ( tapi sering ) :mrgreen: ketika memarkir kendaraan adalah melihat apakah ada tukang parkirnya atau tidak, bila ada maka berusaha parkir ditempat tanpa tukang parkir tapi aman, misal di Masjid atau diperbankan, Alasan utama saya malah parkir yang ada tukang parkirnya adalah karena kerja dari mereka yang tidak mengenakkan kita sebagai orang yang menggunakan area parkir, Sebagian besar tukang parkir yang saya lihat adalah :

  • Tidak mengarahkan untuk parkir diarea mana, pengendara dibiarkan untuk memilih tempat parkir.
  • Tidak menyediakan space bila parkir sedikit penuh dan pengendara harus mengatur dan menggeser sendiri motor, demikian saat keluar parkir.
  • Hanya memasangkan karcis dimotor tanpa memberikan karcis ke pengguna parkir.
  • Sigapnya hanya ketika pengguna parkir keluar area dan meminta bayaran, mengatur lalulintas? boro-boro, langsung ditinggal ke tempat duduk kembali.

diambil dari sonydesign.wordpress.com

Nah itu diatara list minus yang saya lihat. Namun pikiran negatif terhadap tukang parkir itu musnah ketika suatu saat saya dan rekan2 parkir mobil didepan rumah makan padang didaerah Pasar Ciranjang Cianjur, ketika mobil datang sang petugas dengan sigap mengarahkan dengan komando-komando yang enak didengar dan terarah sehingga mobilpun terparkir dengan nyaman, Setelah selesai kita makan siang, saat akan beranjak pergi, petugaspun dengan sigap mengamankan area yang akan dilalui oleh mobil kita, dan ketika mengarahkan terucap kata : “Bismillahirrahmanirrahim” dengan khusuk dan mengatur lalulintas pun dengan santun dan penuh senyum, sungguh petugas parkir yang menikmati pekerjaannya, Subhanallah, dan kita pun tidak sungkan memberikan uang parkir yang lebih dari biasanya.

Pekerjaan akan terasa nikmat dan indah bila ditekuni dan disyukuri.

Iklan
8 Komentar leave one →
  1. 30 September 2011 08:10

    Luar biasa, memang kebanyakan Tukang Parkir baru tergopoh2 saat kita akan meninggalkan lahan mereka. Dan setelah kita membayar parkir, mereka-pun tergopoh2 meninggalkan kita. hehe… 🙂

  2. 30 September 2011 09:56

    @Yudha : hihi.. ternyata mengalami hal yang sama… 😀

  3. Maey Moon permalink
    10 Oktober 2011 17:05

    kemarin pas di main di jec, tkg parkirnya lumayan baik.
    meski masih muda2 dan garang2.

    sempat juga menyelamatkan kunci motor yg tertinggal di jok.
    haha…

  4. 1 November 2011 21:11

    Kisah inspiratif…..banyak orang keren di sekitar kita
    Sangat layak bila kita mengapresiasinya

  5. 1 November 2011 21:46

    @Maey Moon : Nah itu wajib, palagi biaya sekali parkir 2000 perak 😀

    @Bukik : Mari perbanyak jumlah orang baik, seperti layaknya menghilangkan konten negatif dgn perbanyak konten positif hehe

  6. 5 November 2011 11:03

    bersyukur atas apa yang sudah ada/sudah kita miliki….salam kenal

  7. 18 November 2011 09:35

    Saya malah lbh baik pilih valet kl di mall dan gak jadi pergi naik mobil kl dirasa parkirnya rame,penuh,sulit,paralel….lbh enak naik motor, kl pun lecet ,hati gak ikut mendem mangkel……kl mobil, duh mpe 1 bulan jg hati msh sebel mikir gara-gara parkir mobil beset…..lebay ya….

  8. 18 November 2011 17:35

    @sakgelemku : klo aku punya mobil sih, bawa pengawal :mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: