Skip to content

Tips PT KAI? : Dua Gerbong Kosong jadi Tameng Antisipasi Kecelakaan?

17 April 2011

Kenapa saya kasih tanda tanya dijudul? karena ini hanya obrolan dan analisa kami para Penumpang Setia kereta Ekonomi dengan para Pedagang Asongan yg biasa beroperasi sepanjang jalan.

Jadi begini sodara, seperti kita tahu yang mananya kereta ekonomi itu pasti akan dijual tiket BERDIRI_TNP_TMPT_DUDUK bila kursi yg ada sudah ludes terjual, dan bila akhir pekan atau musim liburan ( seperti sekarang : Liburan Anak SMA kelas 1 dan 2 karena kakaknya UN ) maka bisa dipastikan kereta terisi full, ada kebijakan yg menurut saya perlu diapresiasi adalah :

1. Tarif tidak jadi naek, tapi fasilitas kipas angin dan toilet yg ada air buat bersucinya tidak dicabut seiring dengan tidak jadi naeknya tarif ( krn konon fasilitas Kipas dan Air di Toilet itu bagian dari pelengkap untuk alasan kenaikan tarif karena merugi.

2. Jatah Penumpang yg bertiket BERDIRI_TNP_TMPT_DUDUK pun sudah dibatasi, tidak terus dijual selama ada yg mau beli, dan di Statiun pun ada aturan yg menerangkan bila ada penumpang yg kedapatan tidak mempunyai tiket, maka akan diturunkan di statiun terdekat ( kecuali sang pemeriksa karcis kelilipen ( bermain mata :mrgreen: ).

Nah berkaitan dengan Kejadian kecelakaan beruntun, tabrakan dan disruduk dari belakang beberapa waktu yg lalu, maka saya melihat ada perubahan dalam rangkaian kereta, yaitu Gerbong paling depan ( belakang loko ) dan paling belakang diisi oleh gerbong barang (gak ada tempat duduk) dan gelap gulita, sebelumnya saya bertanya-tanya kenapa sekarang sampai ada dua gerbong barang, apakah akan diisi barang? ternyata ketika kereta sudah maju pun tidak terisi barang dua gerbong kereta tersebut.

Akhirnya rasa penasaran saya sedikit terjawab ketika didalam kereta terjadi kegaduhan karena penumpang BERDIRI_TNP_TMPT_DUDUK ikutan duduk dan penumpang yg salah dalam membaca nomor kereta, saat itu Seorang pedagang mengungkapkan bahwa sejak terjadinya kecelakaan beberapa waktu yg lalu, rangkaian kereta ditambah oleh dua gerbong kosong didepan dan belakang, dengan mengurangi jumlah gerbong yg terisi dengan manusia, biasanya 7 gerbong penumpang semua, sekarang menjadi 5 gerbong penumpang dan 2 gerbong Tameng? :confused: .

Lalu terjadilah “diskusi” bahwa hal itu diterapkan untuk mengantisipasi kecelakaan kereta, jadi bila diseruduk dari belakang, gerbong pertama yg kena ada gerbong kosong dan bila tabrakan dari depan pun yg akan kena duluan ada gerbong kosong dibelakang loko, tapi yg menjadi ngeri bila dibayangkan adalah, kedua gerbong itu tidak selamanya kosong sepanjang perjalanan, karena membludaknya menumpang dan banyaknya penumpang BERDIRI_TNP_TMPT_DUDUK maka dengan terpaksa ditengah perjalanan dua gerbong itu dibuka di diserbu oleh penumpang yg BERDIRI_TNP_TMPT_DUDUK dan jadilah arena bobo massal dengan beralaskan koran, apakah anda bisa membayangkan apa yg terjadi bila ternyata kedua gerbong kosong yg untuk tameng itu diisi manusia dan terjadi “musibah” ? saya merinding bergidik membayangkannya, walaupun tentunya tidak ada yg berharap itu terjadi.

Bagi saya oke solusi “darurat” itu diterapkan, tapi harus tetap dipatuhi selama perjalanan dan tidak boleh ada membuka itu gerbong, tapi itu bukan lalu menjadi solusi permanent, karena perbaikan sistem dan SDM lah yg harus lebih diutamakan, karena seringnya terjadi kecelakaan adalah tuduhan human error dan sistem error, jadi perbaiki dua masalah itu bukan dengan membuat tameng dari gerbong kosong.

Kereta merupakan transportasi massal yg paling mungkin dan layak untuk masyarakat kecil kebanyakan, tentunya tidak dengan asal ada fasilitas dengan mengabaikan tingkat pelayanan dan kenyamanan penumpang dalam menggunakan jasa kereta ini.

Salam damai dari penggemar kereta ekonomi..

Iklan
12 Komentar leave one →
  1. 19 April 2011 16:54

    langkah bagus…

  2. 20 April 2011 09:50

    Ternyata itu toh alasannya, baru nyadar kemaren setelah naik ekonomi dari semarang ke jakarta. Tapi tetep ada juga kok yang maksa masuk ke gerbong tameng itu. Untung saya ndak ikut ikutan. Tetep bertahan di wessel (sambungan gerbong)

  3. 21 April 2011 12:00

    @dwiprayogo : Perlu ketegasan petugas utk tidak membuka gerbong tersebut, cuma yg saya temui, petugas nya sendiri yg menyarankan untuk mengisi gerbong tersebut. trik saya sih saya merangsek ke tengah gerbong berharap ditengah jalan ada penumpang yg turun dan lgsg dpt t4 duduk, sejauh ini selalu berhasil cara tersebut 😀

  4. 23 April 2011 15:51

    wah bar mulih kampung? 🙂

  5. 12 Mei 2011 16:45

    wah.. jor2 an.. aq dadi ra iso mulih.. kentekan tiket terus… wes telung sasi rung mulih… :confused:

  6. 14 Mei 2011 12:35

    @ikhsan : wah aku bulak balik terus je om..

    @tawelgnapmun : selagi tiket dijual brarti masih ada tempat….. buat berdiri digerbong 😆

  7. 17 Mei 2011 09:25

    anti sipasi yang bagus dan sebaiknya dua gerbong kosong itu dikunci biar tidak dibuka oleh penumpang tanpa tempat duduk 😀

  8. dobelden permalink
    22 Mei 2011 06:03

    @ardian : sebenarnya dua gerbong tameng itu dikunci, cuma kadang para penumpang dan “oknum” petugas yg membukanya, klo hari-hari biasa bisa lebih ketat tidak dibuka, tp klo sudah wiken, pasti penuh diisi manusia kedua gerbong tameng itu

  9. 17 Agustus 2011 21:37

    jika penumpang nyaman dan aman, maka kondisi amburadul yang ada seperti saat ini tidak akan lagi terjadi, namun investasinya memang tidak bisa dibilang murah, tapi daripada uang pada dikorupsi mending beliin gerbong yang layak dan bagus utk dipakai aja kali ya hehe..

  10. ANDIKA KERENZ permalink
    22 Januari 2013 17:17

    SABAR……

  11. 18 April 2013 20:15

    ini sama aja dengan menyediakan obat p3k sebelum kecelakaan hehe,,, ada bagusnya c, tapi gimana gitu…

  12. 22 April 2013 10:40

    @jalanraya : mungkin blm ketemu solusi paling bagus 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: