Skip to content

Cerita Denny Indrayana tentang Razia Kepolisian di Twitter

3 Januari 2011

#TL Denny Indrayana (twitter.com/dennyindrayana) tentang #Razia

Ini Timeline yg ditulis oleh @dennyindrayana di twitter seputar kisah #Razia oleh Pihak Kepolisian, dalam hal ini saya hanya merangkum dan mempublish kembali dalam posisi yg urut, tidak ada penambahan dan pengurangan dari point-point TL nya @dennyindrayana. Monggo disimak :

1. Jangan bayar denda razia di tempat. Dulu ada dasarnya. Sekarang sudah tidak. Datanglah ke sidang atau bayar dibank. #razia

2. Pagi tadi saya naik sepeda motor di suatu kota. Ada razia. Kami dicek tidak ada masalah. Surat lengkap, helm standar. #razia

3. Saya minta istri lihat kerumunan orang yang kena tilang. Saya menunggu di sepeda motor. Karena wajah saya dikenali. #razia

4. Istri kembali mengabarkan terjadi pembayaran di tempat. Satu pelanggar berkisar lebih kurang 30 ribu. Tidak ada tanda terima #razia

5. Saya kebetulan bawa kamera. Dengan helm standar terpasang, saya coba ambil gambar dokumentasi. #razia

6. Setelah terkumpul cukup bukti ganbar, saya tanya komandan lapangan, apa dasarnya pembayaran di tempat. #razia

7. Sang komandan ngotot ada dasarnya, sambil tunjukkan surat perintah razia dari atasannya. Saya tegaskan bayar di tempat tidak boleh #razia

8. Saya lepas helm. Polisi yang mengenali wajah saya meminta maaf dan mengaku salah. Razia segera berhenti. Polisi mengaku ditarget #razia

9. Saya tanya dapat berapa sekali razia. Disebut angka, tidak sampai 2 juta. Untuk dibagi-bagi hingga ke jaksa. #razia

10. Dia katakan berani jamin di kota lain juga begitu. “Kami hanya dapat tambahan biaya makan”, katanya.

11. Ini model corruption by need yang sudah parah. Corruption by greed lebih parah dan merusak. #razia

13. Setelah saya korek semua informasi, sang polisi berkata, “habis ini kami harus razia tempat lain, kejar target”. #razia

14. Sebentar saya masuk desa yg sulit sinyal, cerita # razia akan saya sambung lagi ketika sinyal kembali kuat.

15. Teman Polisi saya memastikan bayar razia di tempat sudah tidak boleh. Sebaiknya memang denda razia dibayar dng cara lain. #razia

16. Banyak contoh denda dikaitkan dengan kewajiban warga yang lain. Misalnya perpanjangan SIM, STNK dll. Tentu dng sistem yg canggih. #razia

16. Masalah razia ini adalah contoh yang ada di keseharian kita. Sebagaimana pungli koruptif lainnya. #razia

17. Peningkatan kesejahteraan adalah salah satu solusi. Tetapi itu hanya satu cara. Penyelesaian menyeluruh yang lebih diperlukan. #razia

18. Pungli razia: Corruption by need tentu tidak boleh. Meski corruption by greed yang harus dibasmi dan diberi sanksi menjerakan. #razia

19. Saya mesti matikan HP. Cukup di sini dulu. Semoga ada sedikit manfaat dari berbagi cerita tadi. #razia
Kalau soal urutannya ada yg kelewat atau dobel diangkanya, krn @dennyindrayana menggunakan HP.

ada komen dari @blontankpoer :
simak TL @dennyindrayana tentang #razia. kita tunggu kelanjutan konsekwensi hukumnya. media, wartawan, silakan kawal agar tak menguap!

juga komen dari @donmarut :
Di pengadilan lebih parah. Baru smpe di tparkir, org sdh bilang sidang sdh selesai. Bayar di bgn admin saja. Mahal. @dennyindrayana #razia

komen dari @arisudewo :
@dennyindrayana : di wonogiri #razia polisi biasa dilakukan di tikungan yg tak terlihat dr jauh. Pernah ada pmotor yg kaget dan jatuh..

Semoga rekap catatan dan cerita tentang #Razia ini menjadi bahan bagi kita sebagai masyarakat bagaimana menyikapi suatu #Razia yg digelar oleh Kepolisian.

Iklan
13 Komentar leave one →
  1. 4 Januari 2011 09:53

    ternyata satgas mafia hukum gak kebal razia juga ya 🙂

  2. 4 Januari 2011 11:30

    korupsi karena kepepet kebutuhan tapi dengan acara bagi-bagi sampe ke jaksa?

  3. 4 Januari 2011 14:38

    @ikhsan : karena pake helm standart tuh, coba gak pake helm malah disuruh lewat doang 😀

    @mas stein : klo info yg banyak beredar emang seperti itu, kita tunggu tindak lanjut denny indrayana apa setelah mendapat penemuan ini.

  4. 5 Januari 2011 12:29

    ya memang kondisinya sudah demikian parah, tapi pelaku kesalahan juga harusnya ‘sadar diri’ tidak mau bayar di tempat (alias memilih sidang atau cara penyelesaian yang sesuai prosedur) sehingga kejadian spt ini bisa diminimalisir.

  5. 6 Januari 2011 17:47

    @Yudha Karyadi : saya pernah bayar di Pengadilan, setelah sidang lewat ( salah liat jam sidang ) didalam ruang penebusan sim, saya asongkan kertas tilang, sang petugas mencari diberkas. karena tidak ada sang ibu bertanya :”eh berkas tilang miliknya AKBP anu dimana ya?” lalu dicarikan sama rekannya dan ketemu, dibendel berlabel AKBP anu tersebut STNK motor saya ada.

    saya tidak begitu paham jg kenapa bendel kertas tilang berdasarkan Polisi yg menilang bukan dengan dasar lain, misal HARI/Tanggal/Bulan ketika tilang terjadi.

  6. 7 Januari 2011 14:02

    Lhoh kok isinya mirip dengan blog Jarwadi?

  7. 7 Januari 2011 15:08

    @za : kan emang ambil dr twitnya @dennyindrayana smua, awal akhirnya harusnya beda sih, inti informasinya dari sumber yg sama soalnya

  8. 16 Januari 2011 21:15

    di razia masih bisa update ya??

  9. 17 Januari 2011 16:03

    @andinoeg : kan dia mah gak melanggar makanya bs investigasi

  10. 25 Januari 2011 02:10

    tetep penak bayar di tempat, ora ribet

  11. 26 Januari 2011 06:38

    @suryaden : tetep penak rak bayar 😀

  12. sikapsamin permalink
    9 Mei 2011 20:14

    Prangsaku…paling penak tur sehat yo mung Sepeda-Pancal…
    Dijamin bebas Polusi dan…Pulisi

    He he he…

Trackbacks

  1. Tweets that mention Cerita Denny Indrayana tentang Razia Kepolisian di Twitter « Another side about me -- Topsy.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: