Skip to content

Antara Radio dan Televisi

1 Januari 2011

Kalau dari sejarah perkembangannya cikal bakal televisi lebih dahulu ditemukan daripada radio, pada tahun 1884 dan disebut sebagai cikal bakal lahirnya televisi. Sekitar tahun 1920 John Logie Baird (1888-1946) dan Charles Francis Jenkins(1867- 1934) menggunakan piringan karya Paul Nipkow untuk menciptakan suatu sistem dalam penangkapan gambar, transmisi, serta penerimaannya. Mereka membuat seluruh sistem televisi ini berdasarkan sistem gerakan mekanik, baik dalam penyiaran maupun penerimaannya. Pada waktu itu belum ditemukan komponen listrik tabung hampa (Cathode Ray Tube). Sedang untuk radio pertama kali digunakan adalah tentara angkatan laut jepang yg memata-matai armada rusia pada saat perang Tsushima pada tahun 1901 dan paling dikenang adalah penggunaan radio saat tenggelamnya Titanic tahun 1912.

Bagi saya pribadi, radio adalah perangkat elektronik pertama yg dipunyai keluarga saya, tahun 1991-an bisa beli Radio FM/AM/SW merk National dengan sumber power masih Batre ABC karena belum ada catu daya listrik didaerah transmigrasi waktu itu. Favorit saya adalah mendengarkan RRI dan Radio Suriname karena memang hanya dua siaran itu yg bisa diterima dengan baik yg lainnya kemresek ( suara tidak jernih ), Siaran saat itu yg saya sukai adalah Titian Muhibah, dialog antara TKI/TKW di malesa dan brunai berkomunikasi dengan keluarganya di tanah air via RRI.

Untuk Televisi sendiri selang 2 tahun kemudian, tetangga sanggup beli televisi komplit dengan antena dan Accu untuk catu dayanya, Siaran saat itu ya TVRI only. Kegiatan menonton adalah hal paling saya tunggu ketika itu, karena hanya bisa dinikmati setiap Malam Minggu dan hari Minggu saja. Nonton berita dan acara musik serta kartun yg biasa dilakukan, dan yg special dulu adalah setiap malam 30/S adalah film 30/S/PKI kalau sudah ini maka acaranya nonbar di kelurahan dengan Televisi layar lebarnya, Setahun sekali bisa pulang tengah malam rame-rame bareng tetangga.

Sekarang dijaman yg sudah lebih modern ini, pilihan siaran Radio maupun Televisi sudah sangat banyak dan variatif sekali, dengan langganan Internet dan TV Cable maka siaran Radio pun bisa dinikmati lebih banyak dengan layanan Streamingnya dan Siaran TV pun bisa lebih banyak pilihan channelnya.

Namun bagi saya, untuk pilihan acara musik saya tetep suka mendengarkan via radio daripada melihat acara musik di televisi, terlebih televisi tidak ada yg special menyiarkan acara musik dangdut dan campursari 2 – 3 jam perharinya, maklum favorit musiknya hanya dangdut dan campursari saja :mrgreen: . Nah keinginan saya itu terpenuhi oleh siaran radio, karena radio ada spesialisasinya, ada Radio Jazz, Radio POP dan Radio Dangdut, pilihan terakhir itu yg bikin saya demen dengerin radio, apalagi ada layanan Streamingnya.

Menurut saya keuntungan mendengarkan radio adalah, mata kita tetep bisa konsen internetan dan chatting serta twitteran sedang telinga konsen mendengarkan siaran radio streamingnya, ah asikknya.

Untuk layanan streaming saya biasa menggunakan jogjastreamers pada pilihan radionya MBS FM – Radio Dangdutnya Jogja – dan juga bila ingin radio lain saya biasa mengakses website yg menyediakan list radio-radio yg menyediakan streaming seperti site StarIndonesia.

Kalau anda teman? masih suka kah mendengarkan Siaran Radio? 😀

Iklan
9 Komentar leave one →
  1. 1 Januari 2011 16:32

    kalau dangdut koplo saya lebih suka yang live di purawisata, kang. 😆

  2. 1 Januari 2011 16:57

    @gunawanrudy : Ah pasti yg dinikmati bukan dangdutnya, tp koplonya 😆

  3. 1 Januari 2011 22:45

    yang penting “buka sithik, joss” atau “jos jos jos jos”. 😆

  4. 2 Januari 2011 08:38

    @gunawanrudy : gyahaha.. ngaku juga :ngakak

  5. 3 Januari 2011 19:31

    Antara Radio dan televisi ada kabel-kebel..

  6. 3 Januari 2011 21:45

    @Rumah Belajar Bumi Cendikia : ga ada, wong radio dan televisi 1 perangkat yaitu TV yg ada radionya 😀

  7. 4 Januari 2011 12:05

    saya paling cuma dengerin radio kalo lagi nyetiri mobil juragan, di rumah nyaris gak ada waktu dan tempat yang bisa saya pake dengerin radio. kalah sama orang-orang nonton tipi 😆

    kalo di kampung dulu waktu saya kecil juga blom ada listrik, akrab banget dengan pemandangan gambar tipi mengecil trus lenyap waktu stromnya habis.

  8. 4 Januari 2011 14:40

    @mas stein : saya klo dirmh kalah ma TV maka nyetel radio di HP beyond pake headset :D, wah iya tuh layar tv menciut krn abis nyawa accu nya sering banget ngliat, dan sialnya sering menciut pas film/acaranya klimaksnya 😀

  9. 2 Agustus 2011 22:46

    sama gan, saya juga lebih suka radio daripada televisi
    khususnya buat dengerin lagu 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: