Skip to content

Perihal Blokir Site Porn dan Sejenisnya

19 Agustus 2010

Sesuai dengan instruksi Menkominfo untuk melakukan pemblokiran terhadap situs-situs yang mengandung unsur Pornografi, maka ISP-ISP sudah mulai menjalankan perintah itu karena takut ancaman akan dicabutnya ijin penyelenggaraan jika tidak dipatuhi.

Tepat terhitung pertengahan agustus 2010 khususnya ISP-ISP di jogja dan mungkin daerah lain sudah mulai menerapkan kebijakan blokir, dan bila ternyata site-site non porn ikut terblokir maka masih bisa mengajukan komplain untuk unblok.

Berikut contoh tampilan ketika suatu site yg mengandung unsur porn itu terkenal filtering blokiran :

Cuma saya kok ya heran dan masih bingung dengan kebijakan ini ( maklum bukan pengamat telematika TM :mrgreen: ) kenapa sih yg dikejar-kejar itu ISP-ISP kecil yg mereka hidup itu untuk murni mencari nafkah menghidupi keluarga? inget ketika musim rame razia konten porno, maka aparat bergerak langsung ke warnet2 dan menggeledah warnet, jika terbukti maka bisa jadi 1 warnet pc diusungi smua, padahal itu sama aja dengan mematikan nafkah orang.

Setahu saya alur data internet di indonesia itu amat sangat jelas, dan kebijakan apapun yg diterapkan akan semakin mudah diterapkan ( setidaknya ini opini saya ). Adapun alur data internet di indonesia secara simple adalah seperti ini :

End User/Pelanggan <–> ISP <–> NAP <–> Backbone <–> Internet

Ket :

1. User / Pelanggan : adalah pemakai akhir alur data di jaringan global

2. ISP : adalah Perusahaan Penyedia Jasa Internet untuk pelanggan akhir

3. NAP : adalah Perusahaan Penyedia Jasa Internet untuk melayani kebutuhan ISP

4. Backbone : adalah jalan utama ke arah internet / jaringan global

Dari alur diatas sebenarnya disisi mana sih blokir atau filtering efektif bisa dilakukan? kalau diposisi 1? sungguh sia-sia dengan membuat proyek software 3 M untuk blokir porno dengan sensor lekuk yg sampai sekarang ntah kemana software dan duitnya ( menguap ). Posisi 2? mending tapi tetep tidak tepat kalau menurut saya, karena Jumlah ISP itu banyak banget, klo tidak salah ada 220 an ISP legal dan ntah berapa yg Ilegal.

Maka kalau pendapat saya, bila pemerintah melalui kemenkominfo bener-bener serius membuat internet sehat dengan blokir site porno, maka yg diwajibkan untuk melakukan filtering adalah di posisi 4 yaitu NAP (Network Access Provider ) kenapa? karena di indonesia hampir smua ISP 98% lah itu mengambil akses atau berlangganan ke NAP dan jumlah NAP di indonesia itu tidaklah banyak ( Indosat, XL, Telkom, Moratel dan Lain-lain ) maka tidak perlu lagi ISP melakukan blokir karena NAP sudah melakukannya.

Saat ini menjadi ironi ketika ISP-ISP kecil sudah melakukan dan menjalankan instruksi, justru sebuah layanan internet yg menginduk dari Telkom yaitu Speedy masih membebaskan akses porno itu berkeliaran, terakhir saya mencoba akses adalah hari ini Kamis 19 Agustus 2010 jam 14:40 an di tempat teman yg menggunakan layanan tersebut, ini tidak bermaksud menyudutkan salahsatu pihak, tapi begitulah kenyataannya.

Ayolah buat kebijakan serius yg tidak hanya menghabiskan anggaran negara untuk hal yg sia-sia dan angat-angat tahi ayam saja, katanya negara sedang defisit anggaran dan untuk gaji abdi negara saja harus utang ke LN, masa masih mau pemborosan terus menerus? Efektif dan efisien dong..

Iklan
5 Komentar leave one →
  1. 19 Agustus 2010 21:56

    emosi niye..

  2. 19 Agustus 2010 21:59

    Tuh telkomsel, adminnya masih perlu sekolah juga, ngeblok situs porno pake cara jitu, diblok semua akses internet.. jelas nggak bisa buka situs porno

    sebenarnya saya orang yang seneng dengan meminimalisasi situs porno berkeliaran, ming yo sing adil , proporsional dan jangan meninggalkan kesan arogan.. Kesannya “saya berjenggot, maka saya akan blokir.. siapa menentang?”

  3. 19 Agustus 2010 22:06

    @eMo : maap ya puwasa ndak boleh emosi

    @K bimo : hahaha.. brarti lebih parah daripada speedy yaks :ngakak, yg perlu emang keadilan perlakuan kang, jangan karena pemodal besar maka pemerintah powernya cuma 10 Watt saja, tapi ketika ke rakyat kecil yg usaha ISP-ISP-an maka power yg dipake 2000 MWatt.

  4. 20 Agustus 2010 00:03

    Jan teko mesakke tenan. Aku sing end-user melu bingung. Pindah speedy wae kali ya biar tetep lancar itunya. (doh)

  5. 20 Agustus 2010 10:24

    @nahdhi : Bisa jadi orang akan berfikir seperti itu, karena toh pemerintah lembek terhadap perusahaan yg berdana “gemuk” dan galak sama jelata..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: