Skip to content

Kecewa Layanan OtoBus Eka

10 Agustus 2010

Baru kali ini saya ngalami diturunkan ditengah jalan oleh kondektur bus hanya karena saya sanggup bayar tiket dan sang kondektur tidak mempunyai kembalian.

Minggu lalu 08 Agustus 2010  saya pulang dari Magelang ke Jogja dengan menggunakan Bus, biasanya saya lebih nyaman menggunakan motor, tapi karena setelah mengantar orang tua jalan-jalan ke kedu beli cemani, maka saya pulangnya nge-bis karena orangtua langsung pulang via jalur wonosobo-purwokerto-jawabarat.

Sejak awal berfikir untuk menggunakan Bis Ekonomi Jogja – Semarang saja, tapi karena niat supaya tidak banyak ngetem saya jatuhkan pilihan menggunakan bis Eka Jurusan Magelang-Surabaya dengan salahsatu trayek yg dilayani adalah turun di Jogja ( saya bukan pertama kali ini saja naek Bus Eka).

Tepat Pukul 16.30 Eka sudah masuk terminal Soekarno-Hatta ( Terminal Tidar ), kernet sudah treak-treak menawarkan ke calon penumpang tujuan jogja dan sekitarnya serta tujuan surabaya, saya pun bergegas naek dan duduk dideret terdepan dekat pintu masuk.

Setelah keluar terminal disekitar RM Selera Kuring sang kondektur menagih karcis, saya menyerahkan uang 50 rb-an, namun jawaban apa yg saja dapat? sang kondektur dengan arogan ngomong :

“duwit cilik wae mas, wes cerak duit gede ngono”

aku ngomong : “gak ada pak, cuma ini”

” yowes nek raono medhun wae mas, golek bis liyo ngene iki aku koyok maling” kata sang kondektur.

dalam hati ku, lha maling ra maling urusanmu, hanya karena timer habis lalu penumpang yg dikorbankan, bener-bener tidak profesional.

Tapi saya males berdebat dengan kondektur arogan tersebut, saya pikir masih banyak bis yg melayani rute magelang – jogja dan saya tidak perlu mengemis untuk tetep bisa ikut bis eka sampai tujuan.

Kalau memang tujuan jogja dengan harga tiket 10.000 itu terlalu kecil bagi kondektur Bus EKA S 7002 JS, coret saja list trayek yg tercantum di Tiket mereka, kalau ada trayeknya maka sungguh mengecewakan ketika penumpang sanggup bayar diturunkan ditengah jalan hanya karena sang kondektur malas mencarikan kembalian uang dari penumpang.

Akhirnya tepat pukul 16:40 saya diturunkan didepan Dealer New Armada dan saya pun melanjutkan perjalanan ke Jogja dengan Menggunakan Bus ekonomi dengan pelayanan yg lebih baik, oh iya fyi saja, Bus Eka ini melabeli mereka dengan nama Bus CEPAT.

Pengalaman tidak mengenakkan disore itu semoga menjadi pengalamnn yg pertama dan terakhir, karena sudah tidak ada minat lagi saya untuk menumpang bus yg berlabel EKA, kalaupun tidak ada armada bus lain, maka saya lebih baik jalan kaki.

Iklan
5 Komentar leave one →
  1. 10 Agustus 2010 13:16

    sabar mas……sabar! emosi jangan dituruti!
    sedari pagi saya juga lagi mangkel sama tu-tu itb nich!

  2. 10 Agustus 2010 17:31

    Sabar mas, meh puasa to, apa kalo ndak ya dilaporke ke bosnya aja melalui hotline-nya…

  3. 10 Agustus 2010 17:58

    sampeyan duite gede ngono,mbok aku dutangi 🙂

  4. 11 Agustus 2010 03:13

    @Sang Nanang : wah TU ki ternyata nang ndi2 yo podo ae ya? aku ki yo melu mangkel kr TU skolahe adiku, meh jupuk Copy Ijazah we angel byanget.. :hammer: di demo wae kang 😀

    @nahdhi : hooh semoga makin sabar :mrgreen: ning wingi ki nyebai tenan kok, didunke padahal njobo grimis 😐

    @ikhsan : lha duit e ki gari kui je, nek iseh akeh tak tuku kui bus e , tak ganti jeneng Pendekar Tidar.

  5. 2 Juni 2011 21:25

    good article thanx,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: