Skip to content

Traffic Lights yg hanya menjadi Pajangan

10 Juli 2010

Tadi pagi hampir terjadi tragedi diperempatan baturetno kotagede karena dari arah selatan ada motor yg ngebut tiada tara padahal penanda lampu sudah merah, sedang dari arah barat sudah hijau dan bersedia melaju, itu pengendara yg dari selatan bukannya menghentikan kendaraan atau mengerem, malah membunyikan klakson dan ngebut tiada tara, hampir saja dia menabrak bis yg ada didepannya, saya hanya bisa mengelus dada dan memandang nanar, beruntung tidak terjadi tabrakan antara orang tersebut dengan bapak2 yg ada disebelah saya ketika berhenti menunggu lampu hijau.

Di jogjakarta sudah sebagian besar perempatan sudah ditempatkan traffic lights yg ada counternya, tp ternyata itu tidak berfungsi banyak, karena yg namanya penanda lampu itu : kuning adalah segera ngebut supaya bisa melewati merah, sedang kalau counter diangka 2 maka segera tancap gas, padahal disinilah awal malapetaka kecelakaan diperempatan karena yg satu memburu lampu kuning disisi lain tidak sabar untuk menunggu lampu hijau, efek kecelakaan seperti itu sungguh sulit dibayangkan karena dikedua sisi dalam posisi membetot gas sekenanya.

Saya yakin kita menerobos lampu merah/ kuning bukan karena tidak tahu aturannya seperti apa, tapi lebih kepada minat yg tinggi dalam mencoba iseng melanggar peraturan lalulintas, padahal efek nya lebih berbahaya daripada ditilang oleh polisi bila terjadi tabrakan dengan pengendara dari sisi yg berbeda.

Mungkin sudah saatnya kita kembali mempelajari aturan dan rambu-rambu di jalanan untuk keselamatan kita, karena Menggunakan Helm SNI itu bukan menjadi alasan melegalkan aturan lalulintas, karena merasa kepala sudah aman dari benturan menggunakan jalan menjadi tidak bijaksana.

Demi keselamatan tidak ada salahnya untuk bersabar dalam berkendara, kalau kebelet tidak dengan ngebut supaya cepet sampai ke rumah, tp carilah WC umum terdekat atau rumah warga terdekat numpang ijin untuk ikut buang hajat, insya allah tuan rumah tidak keberatan, dari pada tujuannya buang hajat dirumah sendiri tapi karena di jalan tidak hati-hati malah menginap di ICU, mengerikan.

12 Komentar leave one →
  1. nahdhi permalink
    10 Juli 2010 21:52

    sing penting tartib…😀

  2. 11 Juli 2010 02:17

    syukur kalo gak ono sing cilaka

  3. 11 Juli 2010 14:24

    yo jaman wes kulawik lawik kang… Ttdj ya…

  4. 12 Juli 2010 02:16

    @nahdhi : wajib nek tertib, demi keselamatan

    @ikhsan : untung iseh slamet kui pengendarane..

    @han : hooh kang, mengerikan nang jalan raya kie

  5. 12 Juli 2010 11:27

    emange sing negbut selak kebelet to?

  6. 12 Juli 2010 17:37

    @Sang nanang : ketok’e sih ngono kang:mrgreen:

  7. 13 Juli 2010 10:11

    hehe.. M sekali kesemprit.. tu aja ‘ga nyadar’ langgar lampu merah.. dah kapok banget rasanya.. ga lagi² deh,,

  8. 14 Juli 2010 05:19

    @eMo : dan persidangan menanti kekekek

  9. 18 Juli 2010 02:18

    ga ngebut ga gaul deh ahh … hehehe

  10. 18 Juli 2010 07:56

    klo ngebutnya disirkuit khusus mah dikasih applaus pasti, tp klo dijalan umum, bisa2 dikasih keranda mayat :takut

  11. 19 Juli 2010 12:52

    di sini memang hijau artinya cepat, kuning lebih cepat, merah sangat cepat. senior saya meninggal di pertigaan, motornya di-T (ngerti tho om maksudnya?) motor dari samping, kepalanya pecah. *Ya Allah, ampuni dosanya*

    penyebabnya ada yang ndak nggubris lampu merah

  12. 19 Juli 2010 21:46

    @mas Stein : iya.. makanya aku klu blm ijo bener ( walau sisi lain dah kuning/ merah ) di sisiku ngalahi di klakson dari belakang daripada nyelonong, lalu ujug2 dari arah berlawanan ada “Setan” lewat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: