Skip to content

Ternyata Korupsi dekat Sekali

23 November 2009

Gambar diambil dari sini

Tentu kita dalam sebulan ini di ramaikan dengan berbagai breaking news dari berbagai statiun TV Nasional dan Lokal, dan sampai sekarang pun masih belum kelar, karena sang Pemimpin masih akan mempertimbangkan dan baru akan bicara ke publik malam ini ( 23 November 2009 ), apa sih yg rame di breaking news itu? tidak lain adalah perseteruan Cicak vs Buaya, yg ditambah oleh Godzilla.

Banyak Cause dan group yg dicreate di dunia online maupun di dunia nyata soal dukung mendukung, dan saya termasuk yg ikut-ikutan tidak dukung mendukung 😀 . Seperti yg di tulis oleh Imam Bocor Alus “antara kpk vs pulisi aka cicak vs buaya dan sayah” . Permasalahan inti dari perseteruan adalah Korupsi yg masih merajalela di negeri ini. Reformasi yg didengungkan sejak 1998 bukannya meredam KKN ( Korupsi, Kolusi dan Nepotisme ) yg dijadikan musuh bersama, tetapi pada prakteknya menjadi Pedoman bersama dalam kehidupan.

Setelah rezim yg dianggap paling korup itu tumbang, ternyata semakin terbuka wabah yg melanda bangsa ini, termasuk yg melanda diri sendiri ini.. 😀

Saya bisa mengendarai motor mulai tahun 2002 an di Jogjakarta, dan baru mempunyai SIM 2006, jadi selama 4 tahun sudah tak terhitung kena Razia Polisi, dan duit 20 ribu tiap razia melayang, kenapa ga ikut sidang, alesannya ribet jadi mending titip sama pak polisi supaya disidangkan.. simple tho.. Tapi itu kalau di kantong ada duit 20 rb, bagaimana jika kurang, tentu saya pernah tuh nitip sidang hanya dengan duit 10 rb :mrgreen: nah kalau bener2 ga ada duit, terpaksa STNK di inepkan dan diambil 20 hari kemudian dengan cara sidang?? oh tidak saya tidak suka sidang, lama rasanya jadi saya menyelinap keruang dalam pengadilan ambil langsung sebelum sidang ( sttt ini saya diajari oleh para Pembantu yg baik hati mengambilkan STNK kita dengan jasa tambahan 5000 ).

Mulai 2006 saya sudah aman mengantongi SIM, dengan bantuan seseorang yg baik hati menjadi perantara saya membuat SIM dengan tambahan biaya 50 rb saja, SIM sudah bisa ditangan dan sampai sekarang aman dan nyaman berkendara. Itulah kisah saya yg ternyata itu mendekati budaya KKN ( atau malah termasuk budaya KKN yaks 😀 ). tapi Pengalaman ngurus sendiri perkara juga lebih nyaman, seperti suatu saat adik saya kena razia SIM, karena tidak ada maka STNK ditahan dan ikut sidang 2 minggu berikutnya, ternyata sidangnya tidak ribet, massal ringkes dan biaya lebih murah, bila titip pak polisi ada extra charge, maka bila sidang kenanya 15 rb saja. Juga ketika saya mengurus perpanjangan pajak kendaraan, tahun pertama masih menggunakan jasa penolong, tapi berikut2nya saya urus sendiri juga ternyata enak, simple dan lancar saja, memang ada ekstra waktu yg terpakai tapi dirasa lebih nyaman saja.

Nah, selama ini saya sering bulak balik Jogja – Bandung dengan menggunakan jasa transportasi massal murah meriah, Biasanya sih saya ngliat transaksi ilegal terjadi dengan membayar duit langsung ke petugas pemeriksa karcis. untuk kejadian semalam ( perjalanan Bandung – Jogja ) Transaksi dilakukan bukan lewat petugas pemeriksa karcis tapi petugas berseragam lain, yg sepertinya memang sudah biasa mengkoordinir penumpang yg mau membayar dengan sistem diskon. Ada 4 penumpang jurusan madiun yg duduk di sebelah tempat duduk saya di gerbong tujuh no kursi 9D,9E,10D dan 10E, awalnya saya kira mereka sudah ready dengan tiket ditangan, tapi selang berapa menit datang seorang bapak petugas tinggi gede yg duduk di deretan bangku saya dan bercengkrama dengan 4 orang itu, dari percakapan baru saya ngeh kalau ternyata mereka adalah titipan bapak petugas tersebut dengan membayar 100 rb/ 4 orang, sang petugas cuma berkata : Mengko nek di jaluk karcis ngomong wae, wes titip karo mbah l*m*n ( ini nama petugasnya ). Tapi juga mereka di peseni bila ternyata bangku itu ada pemiliknya ( karena kalau naik di padalarang, penumpang masih bisa dapat tempat duduk ), betul saja tidak berapa lama banyak penumpang yg mencari kursi berdasarkan no yg tertera di karcis, ke 4 penumpang titipan tadi terpaksa hengkang dan berpindah-pindah.

Kalau saya merasa sih dengan bayar lebih murah tapi kondisinya menjadi tidak nyaman, alangkah enaknya bayar lebih tapi bisa dapat tempat duduk, daripada tiap ada pemeriksaan menjadi tidak tenang, atau duduk diusir sang mpunya kursi, apalagi perjalanan masih jauh sampai madiun.

Praktek-praktek ilegal yg seolah menjadi legal ternyata masih amat sangat dekat dalam keseharian, tapi semoga saja tidak lalu menjadikan kita patah arang akan akan komitmen pemberantasan aksi-aksi tersebut.

Ah perjalanan PP dalam sehari ternyata bikin badan pegal-pegal huhu..

Iklan
9 Komentar leave one →
  1. 24 November 2009 01:19

    budaya-budaya yang justru melunturkan jati diri bangsa

  2. 24 November 2009 07:25

    @Sunarno

    Semoga budaya-budaya itu tidak menjadi jati diri bangsa ya pak.. 😀

  3. 25 November 2009 11:29

    semoga segala rupa keburukan bangsa i ni adalah dalam rangka belajar dan menuu kebaikan, seperti dalam pepatah, selalu ada korban untuk menuju kemenangan….i hope Indonesia to be big country……

  4. 25 November 2009 14:05

    Reformasi katane mau nggusur korupsi…e ebul mau nggantikan koruptor to?

  5. 26 November 2009 14:02

    @eko

    aku khawatirnya pepatah itu jadi alasan pembenaran untuk selalu mencari korban ko.. 😀

    @Ndoro

    Kan jamannya orba ada konglomerasi yg terorganisir dengan baik, setelah itu hilang skr saatnya bancakan dengan berbagai cara hihihi

  6. 30 November 2009 13:09

    ehm ehm.. yakin mau ikut menghapus korupsi? *call paman ah.. 😛

  7. 30 November 2009 23:10

    @eMo : Iya ponakan.. ada apa? :mrgreen:

  8. 1 Desember 2009 10:43

    hmmm…. dah mengakar budaya itu…agak susah juga ngilanginnya…

  9. 3 Desember 2009 07:50

    @leea : Ya begitulah sepertinya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: