Skip to content

Issue Basi : BLT dari Duit Utang Luar Negeri

11 Juni 2009

Gaung Pilpres sudah rame, seiring di ketuknya deklarasi kampanye damai yg sempat di undur-undur karena  menyesuaikan jadwal incumbent, yang paginya harus meresmikan jembatan suramadu karya anak bangsa dari utang China..

Dalam pemilu ini ada 2 Calon incumbent yg bertarung dan 1 Calon mantan Incumbent, Saat ini isu yg santer adalah Ekonomi Kerakyatan dan Ekonomi Jalan Tengah, dan ada issue yg masih terus di gulirkan adalah terkait dengan kebijakan BLT karena efek dari Menaikkan Harga BBM tempo lalu, Pemerintah saat itu beralasan menaikkan harga BBM karena faktor Penyesuaian dengan Harga Minyak Dunia dan Untuk menekan Defisit APBN, juga untuk menekan tingkat stress masyarakat miskin pemerintah meluncurkan program BLT yg di klaim oleh Pasangan JK-Wiranto sebagai Ide dari Pak JK, dan Klaim dari SBY-Budiono Sebagai Keputusan Presiden, karena usul klo gak di acc presiden ya ga bakalan jadi, dan ternyata jualan BLT ini sukses besar di Pileg tempo hari.

Pagi ini saya membaca berita di detik soal BLT ini, berikut saya Quote saja :

Pinjaman Asing untuk BLT Berbunga Tinggi, Perberat APBN
M. Rizal Maslan – detikPemilu

Jakarta – Sumber dana bantuan langsung tunai (BLT) terus dipermasalahkan sejumlah kalangan. Sebab uang tunai yang dibagikan secara langsung ke masyarakat ternyata berasal dari pinjaman asing dan Surat Utang Negara (SUN), yang akhirnya membebani APBN.

“BLT adalah salah satu penyebab defisitnya APBN. Karena BLT dibiayai dari pinjaman dan SUN dengan bunga yang tinggi. Sehingga memperberat APBN,” kata pengamat ekonomi Deni Danuri melalui pesan singkatnya kepada detikcom, Rabu (10/6/2009).

Perkataan Direktur Central Banking Crisis (CBC), tersebut menanggapi pernyataan Chatib Basri, tim ekonomi SBY-Boediono. Dalam jumpa pers di Kantor Bravo Media Center (BMC), Rabu (10/6/2009), Chatib mengatakan kalau sumber BLT berasal dari alokasi subsidi BBM. Bukan utang negara.

“Salah satu penyebab defisit APBN kita adalah pinjaman dan SUN. Jadi kalau dibilang sumber BLT berasal dari alokasi subsidi BBM, itu hanya istilah rekayasa APBN saja,” tegas Deni.

Sebelumnya Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Anwar Nasution dalam pertemuannya dengan DPR, Selasa (9/6/2009), mengatakan, dana BLT untuk rakyat berasal dari pinjaman asing dengan bunga antara 12-13 persen.

( zal / anw )

sumber : http://pemilu.detiknews.com/read/2009/06/11/024627/1145883/700/pinjaman-asing-untuk-blt-berbunga-tinggi-perberat-apbn

Jika merasa ini tidak benar, alangkah bijaknya Pihak yg merasa tertuduh untuk mengklarifikasi, karena kesannya,  Duit hasil utang tapi di bagi-bagi ke Rakyat dengan label Bantuan, kayaknya lebih pas kalo sharing utang dari negara ke Rakyat.. 🙂 , jangan dengan bersikap kalem seolah menjadi pihak teraniaya dan layak mendapat simpati rakyat 😐

Dan juga pada malam Kesepakatan kampanye damaipun menjadi tidak “damai” ketika seorang Butet melontarkan Kritik Pedasnya persis di depan muka,

Sindiran Menohok di Depan Mata

Jakarta – Malam Deklarasi Pemilu Damai menjadi ‘tidak damai’. Acara yang seharusnya penuh dengan suasana persahabatan tersebut berubah jadi tegang lantaran ‘ulah’ monolog Butet Kartaredjasa.

Butet menyampaikan monolog mewakili tim kesenian pasangan capres Mega-Prabowo dalam Deklarasi Pemilu Damai yang diselenggarakan KPU di Hotel Bidakara, Jl Gatot Subroto, Rabu 10 Juni 2009 malam. Butet tampil memukau, tapi menyentil salah satu capres, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Semua capres-cawapres termasuk para undangan awalnya terhibur dengan aksi Butet. Butet mengawali monolognya dengan bercerita soal keheranannya kenapa dia dipilih Mega-Prabowo menjadi tim kesenian yang tampil perdana sesuai dengan nomor urut pasangan capres-cawapres.

Monolog yang gayeng itu pun berlanjut hingga satu demi satu sindiran terhadap pemerintah yang berkuasa, SBY dilontarkan di depan SBY sendiri, tanpa tendeng aling-aling. Kritikan Butet membombardir mulai dari masalah utang negara, korupsi, hingga banyaknya pesawat Indonesia yang sering jatuh sebelum perang terjadi.

“Kemarin ada Hercules jatuh, sampai-sampai ada anekdot di luar yang mengatakan, wah pesawat Indonesia nggak usah dipakai perang pada jatuh sendiri,” sindir Butet.

Mendengar sindiran butet yang langsung dilihatnya di depan mata, raut muka SBY tampak menahan marah. Padahal sebelumnya, SBY banyak mengumbar senyum lantaran terhibur oleh penampilan putra Bagong Kusudiharjo ini. Sementara, para hadirin lainnya tertawa terpingkal-pingkal.

“Pemberantasan korupsi mestinya tidak boleh pandang bulu, siapa pun itu. Baik menteri, mantan menteri atau siapa pun, bukannya malah didutabesarkan,” sindir butet lagi. Butet juga menyindir KPU yang tidak beres dalam membuat Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang berakibat banyaknya warga yang tak dapat memilih dalam Pemilu Legislatif kemarin.

Partai Demokrat merasa kecewa dengan penampilan Butet yang seharusnya membawa kedamaian dalam deklarasi damai tersebut. “Arena yang seharusnya menonjolkan suasana damai tetapi terjadi provokasi. Membuat masyarakat terprovokasi,” kata Sekjen Partai Demokrat Marzuki Alie usai acara deklarasi.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) juga menyesalkan tindakan Butet. Namun, meski menyesalkan, KPU menganggap penampilan Butet wajar karena memang tidak ada aturan khusus dalam penampilan seni budaya oleh para capres-cawapres.

“Memang seyogyanya hari ini adalah kampanye damai tidak menimbulkan perasaan tidak enak pada orang lain,” kata Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary.

“Bahwa ada eskpresi yang dinilai begitu ekspresif menurut saya wajar saja. Kami memang menyediakan waktu dan tempat untuk setiap pasangan calon menyampaikan atraksi seni dan memang kita tidak mengatur secara detil. Atraksi apa saja boleh,” imbuh anggota KPU lainnya, Andi Nurpati.

Terlepas dari pro dan kontra penampilan Butet dalam Deklarasi Pemilu Damai, yang jelas masyarakat Indonesia disuguhi atraksi yang ‘menakjubkan’ sekaligus menghibur, tapi menyayat bagi yang merasa tersindir.

( anw / mei )

sumber : http://pemilu.detiknews.com/read/2009/06/11/062522/1145899/700/sindiran-menohok-di-depan-mata

Hmm… apakah kita sudah semakin cerdas??

Iklan
23 Komentar leave one →
  1. pimpii permalink
    11 Juni 2009 15:02

    Salut buat om butet….. tidak perlu harus berdamai dengan ketidaktentraman, tidak perlu berdamai dengan ketidakpastian, tidak perlu berdamai dengan korupsi dan kemajuan yang dibungkus hutang melilit pinggang……

  2. 11 Juni 2009 15:23

    @pimpii

    betul itu, klo masih dengan penuh manipulasi ke rakyat kenapa harus ganti orde reformasi, sudah mending lanjutkan saja orde barunya…

  3. dani23 permalink
    12 Juni 2009 07:39

    Utang yang bejibun adalah warisan dari rezim Orba. Jalan keluar yang harusnya ditempuh adalah penjadwalan ulang dan renegoisasi kontrak karya yang bermasalah(itu kalau pemimpinnya punya nyali). Tanpa penjadwalan utang, omong kosong soal kesejahteraan. APBN kita habis untuk bayar utang dan membayar gaji pegawai. Padahal untuk menciptakan kesejahteraan dengan menggenjot sektor riil diperlukan anggaran besar. Bravo Butet! Lebih baik mengungkapkan kenyataan daripada sok jaim dan membungkus realitas hidup yang sulit dengan citra dan popularitas yang penuh dengan kepalsuan.

  4. 12 Juni 2009 14:19

    @dani23

    Iya.. klo gak ada keberanian reschedule… kere selamanya dan bisa jadi negara ini tergadaikan.. 😐

  5. 12 Juni 2009 21:34

    para penguasa sibuk ngutang rakyatnya yang jadi korban

  6. 13 Juni 2009 07:12

    @Masoglek

    Persentase uang utang di korup dengan dishare ke rakyat sungguh tak berimbang 😐

  7. 13 Juni 2009 09:11

    hmmm
    emang BLT hasil dari pinejman koq
    🙂

  8. 13 Juni 2009 10:57

    @Rusa Bawean

    hehe… nasib ya… akumulasi budaya koruptip..

  9. 13 Juni 2009 23:04

    Apa kabar???
    sekedar informasi,,, mau ngenalin blog barunya accan. kunjungi yah..

    Accan

  10. 13 Juni 2009 23:13

    @accan

    kabar baik, siap segera ke tkp

  11. 14 Juni 2009 21:56

    Berita lama tuh. Be-El-Te pake ngutang…

  12. 14 Juni 2009 23:19

    Yang cukup tepat adalah BLT sebelum tahun 2008 umumnya berasal dari kompensasi penurunan BBM. Sedangkan diawal tahun 2009, ini share dari utang luar negeri.

  13. KangBoed permalink
    15 Juni 2009 09:04

    hehehe.. cape deeeeeeh..
    Salam Sayang

  14. 15 Juni 2009 23:06

    kebanyakan ngutang, ntar bayarnya gmn ya???

  15. 16 Juni 2009 06:01

    @nahdhi

    iya, krn itu saya pake judulnya gitu hehe, tapi yg belum tahu biar melek aja.. 😀

    @Nusantaraku

    Pemerintah masih berat tuk ngakui tuh.. hehe

    @KangBoed

    Ngaso dulu kang, kalo cape.. :mrgreen:

    @casual Cutie

    Semoga tidak dengan menjual pulau-pulau indonesia satu persatu 😐

  16. 17 Juni 2009 20:08

    wow, nice post…

    Thanks yah baru tau .

  17. 18 Juni 2009 07:46

    @Yanti

    Thanks juga dah mampir.. 😉 semoga bermanfaat informasinya 🙂

  18. 2 Juli 2009 07:12

    nah lo…

  19. 2 Juli 2009 22:33

    @deanet

    nah lho, urip nang indonesia, reti2 duwe utang 😆

  20. 5 Juli 2009 20:48

    Ngutang…ngutang…ngutang…..

    Ayo mandiri!! Cepet2 Dilunasi!! Tapi kapan yak lunas nya?!? ;P

    http://pramuditaaulia.web.id

  21. 23 Juli 2009 12:13

    Tidak hanya itu saja.. Gaji Guru yang telah lolos sertifikasi itu juga dari utang luar negeri (katanya) 😀

  22. 23 Juli 2009 12:31

    @Dhimas

    ada ga ya yg diluar dana utang, padahal pajak yg di kejar-kejar.. 😀

  23. Zaenab permalink
    5 Januari 2010 14:32

    Ass wr.

    Hanya Fitnah & Cari Sensasi? Macam mana opini awak dengan buku baru yang mencuba melawan kebenaran George Aditjondro tu?

    Buku Setiardi pengarang tak sohor tu pasti memalukan, kerana mencari-cari perkara bagi melawan kebenaran mutlak bukunyo George, Membongkar Cikeas Octopus. George yalah peneliti kaliber dunia.

    A m i e n R a i s turut berkomen dalam buku Setiardi? Rupanya, semasa-masa, Tun Amien selalu tersesat, terutama selepas dan sejak bertemu presiden di Cengkareng airport di saat berlaku kontrovesi wang ilegal pula dari kementerian laut jauh sebelum undi 2009. Banyak bertanya-tanya masa tu ada apa dengan Amien mahu berdamai dengan presiden tu. Sekarang, Amien tersesat lagi setelah dalam pelukan hangat presiden bersama Tun Hatarajasa, Amien mahu sahaja berkomen di buku burok Setiardi. Macam ni dimanakah moraliti Amien?

    Apabila macam ni terus-terusan, George musti lebih berani lagi, maju terus, dengan tekat kuatnya bagi memasukkan kebenaran-kebenaran baru daripada buku barunya nanti. George tak perlu tunduk bagi merevisi, kecuali justeru bagi memperlihatkan bergudang-gudang kebenaran baru lebih banyak lagi, lebih menerjang lagi, sehingga presiden tu mundur ataupun dijatuhkan.

    Tengoklah, menteri keuangan Sri Mulyani, lagi-lagi mencuba-cuba bagi mengelak dan menyembunyikan kesalahan dia orang turut membuat bagi membailout Bank Century. Melihat dusta mudah sangat, tengoklah gerakan mata, mulut dan tubuhnya, berdansa dusta.

    Kita semua tahu, awak tahu, kami budak-budak mahasiswa seMalaysia pun tahu, bahawa jelas inti persoalan tu yalah bahawa terdapat wang 6,7 trilyun, bahkan jauh lebih besar lagi, yang diterbitkan berdasar keputusan kebijakan yang direka-reka diada-adakan. Berkatalah Anwar Nasution: “Yalah tak masuk diakal kepada saya mengapa sebuah bank kecil… membutuhkan bailout dengan wang daripada publik yang besar sangat.” Lagipun dah berkata eks wapres Jusuf bahawa jelas itu “Perampokan.”

    Tapi budak-budak penyokong kerajaan sengaja dan berniat membelokkan perkara membantah kebenaran daripada buku George dengan berkata George hanya memakai data sekunder, methodologi tidak tepat dan sebagainya dan sebagainya macam-macam. Itu jelas berniat busuk untuk membelokkan daripada makna penting terobosan besar daripada buku George yang mencerahkan. Inti persoalan terang sangat: dana besar sangat yang diterbitkan, masa itu di bawah Boediono, berdasar keputusan kebijakan yang sengaja diciptakan, bertujuan supaya Rp 6,7 triyun boleh cair. Ini kejahatan terhadap keadilan dan rakyat, membohongi publik dengan menyalahgunakan peraturan, undang-undang dan hukum. Kemana rinci-rinci daripada perginya 50 prosen lebih daripada wang tu pun haruslah dibongkar. Wang terbit di saat menuju undi 2009. Bank baru tu pun boleh kolaps lagi, kerana walaupun bunga dibuat menarik sangat, tetapi terlalu tinggi sangat, sementara wang yang disalurkan ke syarikat-syarikat dan individu pasti nak macet lagi, kerana Indonesia dibawah presiden saat ini tak mampu pulih kecuali dalam angka-angka palsu rekaan badan statistik negara yang lagi-lagi dipidatokan dia presiden. Pengkhabaran berkata bahawa Bank Century dibailout bagaimanapun kerana terdapat wang besar daripada yayasan daripada bank sentral dan beberapa badan usaha negara yang dikeranjangkan disana, berharap perolehi untung bunga besar sangat dan itulah antara lain yang memicu penyelamatan bank tersebut, sementara upaya tersebut dibuat tepat menuju undi 2009, dan Boediono dan Sri Mulyani selalu berdalih bank itu nak mengancam seluruh sistem kewangan tu.

    Tetapi George dah membuka boks pandora ni. Awak semuanya musti membela George. Dia orang yalah pahlawan, bukan hanya Gus Dur. Tetapi penyokong-penyokong kerajaan SBY, termasuk sang cebol Deni Indrayana yang rupanya cebol otak, selalu dan lagi-lagi berkata buku George hanya membuka data sekunder dan sebagainya dan sebagainya. Ah, abang cebol….

    Data sekunder, ataupun tersier sekalipun, persaoalan tak, selama benar wujut. George nyata-nyata menunjukkan realiti ataupun kebenaran mutlak tu. Lagipun pengkhabaran berkata wang berjumlah besar sangat tu berguna sangat bagi membuat ribuan anak melarat pemiskinan sistemik rezim Indon negeri tu boleh bersekolah. Pencairan dana tu tepat menuju undi 2009. Di saat menang, eks governor bank sentral Boediono langsung ditunjuk sebagai wakil presiden, dan Sri Mulyani dipertahan. Penyokong-penyokong daripada presiden, seperti sang cebol Indrayana, hanya mencari-cari dalih saat ditanya perkara buku George. Dia orang lagi-lagi dan selalu berkata bahawa buku George memakai data sekunder dan tidak mempunyai kemaluan diantaranya berani nekat meminta George merevisi bukunya. Boleh tapi George nak merevisi dengan bukti-bukti baru lebih dahsyat lagi.

    George satu peneliti ulung kaliber Barat, dia orang menggunakan paradigma Barat. George selalu cerdas membuat kesimpulan, macam banyak peneliti berparadigma Barat yang lain. Paradigma, cara berpikir keilmuan Barat, belum tertandingi semasa-masa di dunia ni. Beruntunglah awak kerana masih ada George yang mahu meneliti perkara-perkara delikeit, perkara-perkara yang memerangkapi Indonesia, termasuk proses perolehi kekuasaan daripada undi 2009 lepas yang diperolehi dengan kecurangan yang rapi. Indonesia perlu 10 George baru terbongkarlah mafia kecurangan kekuasaan. Undi 2004 pun hasil rekayasa pemenangan. Kalau ada 10 George dan kalau ada masing-masing 10 Sri Bintang, 10 dakter Hariman, 10 Kwik Gie, dan awak diam sahaja? George dah tunjukkan awal kebenaran mutlak tu bagi membuats ebuah gerakan, apapun, atas nama the people power ataupun yang lain, semua terserah awak semuanya, sebelum 10 tahun memperkaya pejabat dan presiden semata. Apabila presiden tu selalu pandai membuat pelbagai perkara “atas nama” untuk membelok-belokkan, macam mana awak tak mampu membuat satu perkara yang dashyat “atas nama” rakyat?

    Tengoklah, aakah presiden tu membawa negeri anda siap dengan persetujuan-persetujuan ASEAN plus China Tiongkok di masa g l o b a l i s a s i ni? Berkonsep macam Soeharto ataupun Soekarno, presiden tu pun tak. Lama sedari menang undi 2009, lima tahun dah lepas tanpa makna, sekarang masuk masa jabatan kedua presiden tu sibuk bicara terus-terusan, pekerjaannya hanya membantah, tong kosong ynaring bunyi, hanya bagi menjaga imej. Sekarang tiga, empat, lima bulan berlalu diisi sangkalan-sangkalan bagi menjaga imej dan dia orang mula beramal membangun tak. Banyak peristiwa dah dia sebagai presiden bukan bagi membangun, tetapi semata rubbish belaka dan dia orang suka membelokkan pelbagai perkara penting yang tidak dia amalkan, dengan pidato terus-terusan, supaya awak semuanya turut sibuk mendengarkan dan menonton dia sahaja, sehingga nanti awak baru menyedari 10 tahun (2004-2014) berlalu tanpa dia orang membangun negeri awak. Dia membawa awak dengan pidato-pidato omong kosong semata, dia orang tidak bekerja tetapi terus-terusan mengaku “bekerja 24 jam.”

    Tengoklah, b a r a n g a n C h i n a T i o n g k o k dah membanjir bebas lepas ke negeri awak, presiden awak membuat kebijakan berkonsep kenegaraan yang baik macam yang diperjoangkan Soekarno pun tak. Tengoklah negeri kami, pelancongan kami maju sangat, pantai-pantai kami bersih, daratan-daratan kami bersih rapi, nyaman dan aman, majoriti rakyat berpenghasilan cukop, tidak ada berjualan sebarang, tidak ada berjualan di bus-bus umum, pemimpin kami menyusun kebijakan-kebijakan kenegaraan yang baik, ramah buruh dan pendidikan. Macam tu ada di otak pejabat=pejabat dengan pemimpin yang peragu dan lemah? Tak lah. Lagipun, macam mana eks tentera menjadi presiden pembangunan? Kecuali Soeharto. Macam mana eks tentera yang peragu dan penakut macam presiden saat ini yang tidak berbiasa berlatih berpikir berkemampuan membangun negara? Mana mungkin pintar dan muncul konsep dan pelaksanaan kebijakan bernegara yang baik? Jangankan berkemampuan macam pemimpin dan pejabat-pejabat Tiongkok dan melayani rakyatnya dan menghukum mati mereka yang benar-benar korupsi? Mengapa tak awak makzulkan presiden tu dan segera pilih atau tunjuk presiden baru: presiden sipil yang eks bisnesman ataupun eks tentara yang berjiwa dan eksekutif bisnesman. Tak pahamkah awak dengan pesan baik kami ni?

    Presiden tu selama ni masih terselamatkan dari banyak peristiwa pembelokan oleh alam maupun pembelokan-pembelokan yang dia rekayasa. Mulai dari kejadian bencana Aceh sehingga perkara-perkara pembelokan hasil rekayasa macam memusnahi anak bangsa sendiri tidak berdosa “atas nama” teroris (Kontras dan NGO yang lain musti ungkap itu semua) dan yang lain yang sengaja dibuat agar orang tidak terus-terusan mengkritisi dia orang. Tetapi macam menengok situasi makin teruk saat ini dapatkah presiden tu boleh terselamatkan? Di saat semua rakyat merata berkesukaran ekonomi? Presiden tu, sedar ataupun pura-pura tak tahu, telah semakin menestapa rakyatnya. Bukti nyata sangat. Banyak yang dah mati kerana bunuh diri kerana utamanya berkesulitan ekonomi. Kali ini, di pertengahan jabatan kedua ni, mungkin tak lagi terselamatkan. Rakyat akan marah sangat. Mereka akan mengamuk dahsyat sangat. Pembelokan yang nak tangan-tangan presiden tu buat tidak akan mampu membendung gerakan massa. Tetapi ni pun masih tergantung pemantik dan awak terutama kelompok-kelompok lawan yang berkepentingan. Sejarah membuktikan bahawa rakyat tu sukar dihasut tanpa terlebih dulu ada rekayasa demo maupun rekayasa kerusuhan masif yang berlaku. Tanpa perkara yang satu ni dia orang masih terselamatkan sehingga 2014. Semoga tak. Kerana kami pun turut bersedih melihat nasib menderita berpanjang-panjang terus-terusan rakyat negeri jiran tu. Kasihan rakyat tu. Wass wr. [Opini lain sila dimajukan ke saya: zaenabbintiibrahim@msckl.my].

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: