Skip to content

File Server : Install dan Konfigurasi Samba Debian Etch

11 Februari 2009

Saat ini kebutuhan komunikasi multiplatform sudah sangat lazim dan lumrah. Salahsatu contoh aplikasinya adalah komunikasi data antara Platform windows dengan Linux. Dalam hal ini Linux yg mengalah dengan menciptakan suatu paket yg bisa mengsinkronkan komunikasi data dengan windows.

Samba begitulah paket ini dinamakan, apa sih samba itu? kalo kita baca dari site resminya samba, begini bunyinya :

Samba is software that can be run on a platform other than Microsoft Windows, for example, UNIX, Linux, IBM System 390, OpenVMS, and other operating systems. Samba uses the TCP/IP protocol that is installed on the host server. When correctly configured, it allows that host to interact with a Microsoft Windows client or server as if it is a Windows file and print server.

Nah sudah jelaskan kegunaannya samba? baik sekarang kita akan mencoba menginstall samba tersebut lewat GNU/Linux Debian.

Cara installasi di Debian amat sangat mudah, hanya tinggal menjalankan perintah :

~# aptitude install samba

Maka paket samba bersama semua dependensinya akan langsung terinstall. Bila sudah maka langkah berikutnya tinggal melakukan konfigurasi saja.

Nah disini saya akan mencoba memberi contoh sesuai kebutuhan di suatu warnet, karena sekarang rawan sekali dengan ada nya virus di windows, maka komputer user hanya berisi sistem operasi windows saja sedang penyimpanan data disimpan di server file berbasis Debian tadi.

Pengaturan Samba ada di posisi : /etc/samba/smb.conf , buka saja file tersebut, tp sebelum di utak atik pengaturannya ada baiknya kita rename saja pengaturan yg asli dan kita bikin file baru saja yg isinya pengaturan samba sesuai keinginan kita, me-rename dilakukan cara :

~# mv /etc/samba/smb.conf /etc/samba/smb.conf.bak

Setelah itu buka file smb.conf baru dengan mengetikkan perintah :

~# vim /etc/samba/smb.conf

Isikan file tersebut dengan configurasi dibawah ini :

pada posisi Global Setting :

#======================= Global Settings =======================

[global]

## Browsing/Identification ###

workgroup = J00NET
netbios name = J00NETserver
server string = %h server (Samba %v)
log file = /var/log/samba/log.%m
max log size = 1000
syslog = 0
guest only = yes
guest ok = yes
####### Authentication #######

security = share

encrypt passwords = true

passdb backend = tdbsam

obey pam restrictions = yes

guest account = nobody
invalid users = root

#======================= Share Definitions =======================

[Data User]
path = /a_reserve/DataUser
comment = Share Directories
browseable = yes
writable = yes
public = yes
available = yes

[Multimedia]
path = /b_reserve/Multimedia/
comment = Multimedia Share
browseable = yes
writeable = yes
public = yes
available = yes

Nah paling tidak ada 3 pendefinisian di server sambanya, yang paling utama adalah pengaturan di Share Definitionnya, karena kita akan membuka folder yg bisa diakses dari komputer windows.

Pengaturan disini di lakukan semaksimal mungkin saat user menyimpan data dia tidak sadar kalau datanya tersimpan di server linux bukan di windows. Dengan pengaturan diatas file / folder yg tershare dari samba bisa di modifikasi sedemikian rupa karena sudah writeable, Readable dan Executeable. juga disini dihilangkan unsur memasukkan user dan password ketika kita akan mengakses file sharingnya.

Bila sudah di konfigurasi, simpan dan restart sambanya dengan cara :

~# /etc/init.d/samba restart.

Untuk pengetesan silahkan di cek di windows dan diakses ip server sambanya lewat explorer. Selamat Mencoba 😉

Iklan
12 Komentar leave one →
  1. 11 Februari 2009 15:54

    wah.. makin jago aja linuxnya bang ^^

    pernah buat tutorial masang mrtg gak ?

  2. 11 Februari 2009 17:56

    wah hebat masnya linuxnya. Salam kenal ya.

  3. 11 Februari 2009 20:32

    Bagus juga tuh

  4. 11 Februari 2009 21:55

    @Gonezhar

    makasih… 😀

    pernah aku tulis cara install MRTG coba cari di kategori tips dan trik aja

    @Rian

    Sip, salam kenal juga 😉

    @Pak Sunarno

    Thx pak 😀

  5. 12 Februari 2009 14:44

    makaci…atas informasinya…

  6. 12 Februari 2009 14:46

    perlu di praktekkin nih…tks

  7. 13 Februari 2009 16:49

    @theodora

    makasih kembali 😉

    @cinker

    wokeh monggo 😀

  8. 8 Mei 2009 15:51

    makasih brooooo

  9. 10 Mei 2009 09:22

    @aidiel

    Sip Sob 😉

  10. 11 Oktober 2009 08:12

    Good Job For This Script

  11. 20 Desember 2009 12:14

    Thank’s yah mas infox,…

    sangat membantu.,..

  12. 21 Desember 2009 08:59

    @Yuri : Thanks aniway 😉

    @Shuhada : sip sama-sama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: