Skip to content

Dial Speedy dengan Menggunakan Debian Etch

24 Oktober 2008

Beberapa waktu ada permasalahan dengan sebuah modem dengan TPLINK, yaitu susahnya dibuat mode PPPOE dan ketika sudah berhasil kesulitan berikutnya adalah, ketika modem tersebut Mati, dia tidak bisa autoredial dengan sendirinya, merepotkan kalau disetting dengan manual.

Lalu muncul ide untuk mencoba dial speedy dengan menggunakan debian etch, untuk pengaturan awalnya tinggal buat blok ip di satu interface di router yg satu blok dengan Modemnya, dan pastikan modem bisa diping dari debiannya dan dengan mode : BRIDGE

Langkah berikutnya adalah, siapkan paket-paket yg mendukung untuk proses dial adslnya kelak, adapun paket yg harus di install diantaranya : pppoe dan pppoeconf, untuk installnya cukup jalankan perintah :

# apt-get install pppoe pppoeconf  (* biarkan proses tetep berlanjut dan kelarkan installasi*).

Selanjutnya, bila sudah terinstall langkah berikutnya adalah melakukan configurasi pppoe dan menjalankan percobaan dial speedynya.

File configurasi ada di : /etc/ppp/peers/dsl-provider , nah file dsl-provider di backup dulu agar ketika dialnya gagal bisa dikembalikan dan diulangi lagi.

# cd /etc/ppp/peers
# cp dsl-provider dsl-provider.asli

Sekarang kita coba lakukan configurasi koneksi internetnya, ada beberapa hal yg diperlukan untuk membantu memperlancar proses installasi, diantaranya :

  1. Login name yg diberikan oleh Speedynya.
  2. Password yang juga dari speedynya.
  3. JIka mempunyai lebih dari 2 interface pastikan interface yg arah speedy yg mana dan saat dial utp ke modem dah tersambung.

Jalankan ‘pppoeconf’ yg ada di  /usr/sbin :

# cd /usr/sbin
# pppoeconf

*bila interface lebih dari satu dia akan memilih interface mana yg terkoneksi dengan modem*

Tinggal di enter Yes saja, maka akan lanjut scan device :

Jika terdeteksi ada modem yg terkoneksi, maka akan muncul tampilan dibawah ini :

Tinggal di yes, nanti akan muncul notifikasi lagi :

Ada pesan notifikasi kembali, seperti berikut :

Langkah berikutnya ada isian untuk ngisi user dan passwd dari speedynya.

tampilan isi password :

Nah disini DNS akan memberikan opsi untuk menambahkan DNS Speedynya di /etc/resolv.conf dan setiap restart maka resolv akan tetap terisi oleh DNS dari speedynya, nah disini kesulitan yg saya temui ketika saya ingin melakukan loadbalance antara koneksi Speedy dengan wisp, karena tidak bisa dibuat rule manual dan DNS lokal tidak bisa di konfigurasi dengan sempurna, tapi bila debian untuk pc biasa, ini tidak masalah 🙂 .

di Yes aja mengikuti rekomendasi.

Lalu akan ada pesan untuk paket size, tp bila ingin default maka tinggal di yes aja :

Berikutnya pesan untuk mengenable redeal speedy setiap restart debiannya :

Pesan berikutnya yg perlu diperhatikan, dibawah ini :

Sudah selesai configurasi dial speedynya, dan tidak perlu melakukan hal yg sama karena sudah otomatis redial speednya.

Untuk membuktikan sudah ada belum koneksi speednya di server debian etchnya, bisa diliat dengan perintah :

# ip a

dilistnya akan ada interface dengan nama : ppp0, nah ini adalah interface pppoenya.

Iklan
31 Komentar leave one →
  1. 24 Oktober 2008 20:59

    apa sih inih..? mbuh, ra ngerti

  2. 24 Oktober 2008 21:02

    kalau jaringannya dari kabel kayak first media gitu gmana?
    coz lagi lemot nech kalau akses situs luar gitu….??? tau gak caranya??

  3. 25 Oktober 2008 09:33

    apo dio, Den? Hue he he…. capek deh klo jelasin sama orang gaptek kaya aku….

  4. 25 Oktober 2008 10:12

    @Mpok novee

    hehehe… lagi sok serius nih mpok * padahal sebenarnya hanya catetan supaya gak lupa klo ngulang lagi * 😀 biasa catatan orang gak penting :mrgreen:

    @Mbak Ly

    hhmm.. klo kabel biasanya dah di kasih alokasi ip oleh first medianya khan? klo soal akses yg melambat bisa diliat dari traffik total kita, ato dari pilihan paket kita ketika berlangganan dulu, tp klo misal ternyata paket langganan gak sesuai dengan kenyataannya, ya enaknya di komplen aja providernya 😀

    @Ayuk

    kekekeke… iko resep caro bikin pempek yg enak yuk 😆

  5. 25 Oktober 2008 14:31

    debian lagi??? ntar klo anak kedua cewek lagi.. bagus tu dikasih nama DEBIAN 😀

  6. 26 Oktober 2008 23:40

    Bagus nih infonya. Tapi saya pakai gsm. Jadi, ndak cocok ya. Disave dulu deh postingannya. Siapa tau besok2 jadi langganan speedy.

  7. 27 Oktober 2008 14:20

    @eMo

    lho kok anak kedua M? anak pertama namanya sapa? tp ide bagus tuh 😛

    @Bunyu Online

    silahkan disave bila berguna 🙂

  8. 27 Oktober 2008 19:13

    *hiks..cuman bisa komen ga bisa posting*

  9. 28 Oktober 2008 04:46

    kang iso di pake di personal kan
    berarti butuh PC router dewe yah
    TPLINK emang parah

    nang nggon ku juga ga support

  10. 28 Oktober 2008 06:55

    Terima kasih mas … sangat bermanfaat buat saya yang dodol IT 🙂

  11. 28 Oktober 2008 13:38

    @Yogi

    klo install debiannya (linux pada umumnya) untuk PC ya langsung dial aja dan si PC nya udah otomatis bisa browsing, tp klo ternyata gak suka, ya di dial lewat windows aja… khan sayang klo PC Client 1 tp dikasih 1 Router

    @Rindu

    makasih klo ternyata berguna 😉

  12. 29 Oktober 2008 06:03

    iyo mending langsung nganggo linux wae yah 🙂
    untuk linux versi lainya opo podo pow bedo yah (ubuntu misal e)

    MIKIR MODE ON

  13. 29 Oktober 2008 12:23

    @Yogi

    pake ubuntu bisa, karena ubuntu masih distro turunan dari debian *klo ndak salah lhoo yaa 😀 *

  14. 29 Oktober 2008 19:43

    Udah pindah haluan neh dari Speedy ke Fastnet….

  15. 30 Oktober 2008 06:26

    Masih meraba-raba saya pakai linux. bingung abis.

  16. 30 Oktober 2008 09:00

    @Ayuk

    eh…. mang kenapa speedynya yuk? 😀

    @Kishandono

    hihihi… dicoba dolo ajah 😉

  17. 30 Oktober 2008 13:53

    aku ngak pernah pake speedy

  18. 30 Oktober 2008 15:18

    @cinker

    gak pernah apa belum pernah neh? ati2 kemakan omongan sendiri 😆

  19. 12 November 2008 17:54

    om saya mau buat warnet linux, pake koneksinya internet broadband wireless dari indosat atau telkomsel flash, tapi saya g tau gimana cara bikinnya, jaringannya, koneksinya, billing warnetnya, dan sebagainya… gimana y solusinya?

  20. 16 November 2008 11:02

    @Killua

    bener-bener gak tahu seting jaringannya? coba minta tolong ma ISP nya aja… biasanya dah ada standarisasinya kok 😉

  21. 24 November 2008 20:48

    saya ndak mudeng walaupun sebenernya pingin banget bisa mudeng

    yang saya sangat pahami, speedy ni bener2 alat bagus untuk uji kesabaran 😆

  22. 26 November 2008 12:09

    @Mbak Wenny

    wekwekwkew… makanya klo pake speedy perlu tahu tuh prilakunya speedy biar tetep setia … hihihi

  23. 13 September 2009 21:23

    week….manteb laptopku tak gendong kmana..2 setelah saya ikutan program layanan prabayar satu kali untuk akses speedy 3 tahun…murah bro….

  24. abidz permalink
    20 Januari 2010 18:39

    wah,tetep ngk dong aq,,,,,,,

  25. 24 Januari 2010 14:38

    @Abidz : dicoba dulu aja :p

  26. 15 Agustus 2010 13:34

    seepp,,,,,sangat membantu mas. ijin sedot… 😀

  27. 19 Agustus 2010 10:17

    @anggagitu : sip deh.. selamat menyedot :mrgreen:

Trackbacks

  1. Artikel Linux&komputer Update Oktober 2008 « Banjarnegara buka matamu!!
  2. 7 LANGKAH SETTING SPEEDY | TEKNIK JARINGAN
  3. 7 Langkah Setting Speedy dengan Modem ZTE Wireless « fauzyajeh3
  4. 7 Langkah Setting Speedy dengan Modem ZTE Wireless « PALBE CELLULAR

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: