Skip to content

Orang Bijak Taat Membayar Pajak

4 Februari 2008

Kata-kata yg sering diperdengarkan dan di siarkan oleh iklan layanan masyarakat dirjen Pajak, dengan tagline : Lunasi Pajaknya awasi Penggunaannya, cuma yg jadi pertanyaan adalah bagaimana kita bisa mengawasinya? sepertinya belum ada prosedur gimana kita sebagai wajib pajak bisa mengawasi penggunaan pajak kita, atau karena sudah sangat sibuk dengan urusan sendiri sehingga sudah males liat tumpukan rupiah hanya dalam tulisan πŸ˜€ .

Kalau di tilik secara awam, pelunasan dan pembayaran pajak yg pasti akan dilakukan dengan ikhlas oleh para wajib pajak adalah PKB ( Pajak Kendaraan Bermotor ) karena dengan telatnya ngurus perpanjangan pajak, maka siksanya sangat pedih jendral, selain akan selalu waswas ketika berkendara juga telatnya perpanjangan pajak sehari sama dengan telat bayar setahun, nah mestinya gimana supaya pajak2 lain bisa menyerupai sistem PKB?? jenis usaha yg tidak bergerak dan tidak mencolok sepertinya sangat mungkin untuk dilakukan penyelewengan 😐 , walau jenis penyelewengan di indonesia ini sudah “biasa” .

Dan saat ini, dari yang saya tahu sistem pembayaran PKB yang sudah online adalah di Samsat Boyolali, tiga tahun lalu sistemnya masih semrawut dan manual, dua tahun kemudian agak tertata rapi dan tahun ini sudah ada kemajuan yg pesat, saat datang sudah langsung disodori nampan antrian di loket pendaftaran, tidak lama menunggu nama sudah dipanggil dengan menyerahkan uang pendaftaran 5000 perak, lalu menuju ke ruang berikutnya untuk proses pencetakan surat kuitansi lunas pajak, diantrikan, mulai dari pendaftaran, trus ngantri bayar di kasir dengan membayar 103.000 untuk shogun 1997 dan menunggu stnk beserta pajaknya keluar.. waktu yg diperlukan sekitar 1 jam an untuk semua proses itu… itupun dari urutan 1 ke urutan 64 πŸ˜€ . jadi klo di itung abisnya 108.500 perak plus parkir πŸ˜†

Semua sistem sudah terkomputerisasi, jadi berapa biaya pajek kita sudah ada di layar monitor… mantep dech…

Iklan
33 Komentar leave one →
  1. 4 Februari 2008 21:54

    mestinya begitu, mas dobelden. hare gene kok masih ada layanan pajak yang lamban gara2 pada gaptek, hiks, amit2 deh. pekerjaan yang seharusnya dirampungkan 1 hari bisa seminggu bahkan 2 minggu.

  2. 4 Februari 2008 22:43

    Ijinkan saia untuk Pertamax.. heheheeee

  3. 4 Februari 2008 22:52

    lha di samsat kita banyak tau ternjadi penyelewangan lho?? contoh, banyak kan pungutan disamsat yg nggak ada notanya..

    kita kan cuma disuruh mengawasi, cuma ngawasi tok lho… nggak boleh ngelaporin.. hehehe.. πŸ˜›

  4. 5 Februari 2008 08:20

    pajak pajak pajak
    satu lagi pajaaaaaaaaaaaaaaaaakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk

    ga usah melu ngawasi malah dadi mumetttttttttt πŸ˜›

  5. 5 Februari 2008 08:39

    PKB tetep aja ga ikhlas, karena ada ancaman setahun itu kan πŸ˜†
    tapi di magelang, masih lama lho!!! ga se-ide dengan pengumuman yang ditempel, bahwa mengurus ini sekian menit dst…

  6. 5 Februari 2008 08:41

    @vcrack

    ya.. dipersilahkan untuk isi pertamax sebelum berubah jadi 10.000/liter πŸ˜†

    @vcrack

    biasanya sih pungutan yg ndak jelas itu klo pas perpanjangan stnk dan ganti plat 5 tahunan, mulai dari biaya cek fisik, biaya arsip dan biaya kertas untuk cek fisik 😐 , kenapa ndak jelas?? soalnya ndak tercantum di papan pengumuman yg ada.

    @ardhie

    yo makane kui, rasah melu ngawasi, jadi enaknya diubah : Lunasi Pajaknya dan Nikmati hasil pembangunan dari pajak, tapi itu kapan??

  7. 5 Februari 2008 08:42

    @goop

    kayaknya klo melakukan suatu kewajiban emang harus karena terpaksa lebih dulu, baru terbiasa dan merasa sebagai kebutuhan ya uncle πŸ˜€

    sepertinya masing2 samsat juga ndak kompak yaks, padahal masih sama2 jawa tengah toh?

  8. 5 Februari 2008 08:55

    woi add me dunk at blogroll ^ ^ hihi promosiiiiii πŸ˜›

  9. 5 Februari 2008 09:19

    belon ada kewajiban buat mbayar pajak…. :mrgreen:
    *kalok ngitungin bisa* :mrgreen:

  10. 5 Februari 2008 11:49

    @Pak Sawali

    wah pak kok komen nya masuk spam yaks 😐

    sistem realtime emang sudah masanya πŸ™‚

    @adhie

    ya gampang saya masukkan πŸ˜€

    @abeeayang

    ndak kerasa aja kalee… πŸ˜‰

  11. 5 Februari 2008 12:03

    ups…iya deng…kalok makang di restaurang atawa beli sesuatuh…
    kalok mangsalah PBB PPh aku mah belon… πŸ˜†

  12. 5 Februari 2008 12:51

    Saya belum pernah bayar pajak. 😎

  13. 5 Februari 2008 14:41

    sama kayak gun. saya belum pernah bayar pajak… 8)

  14. 5 Februari 2008 15:46

    @abeeayang

    lha anta buka internet aja khan dah kena pajek tuh.. hihihi..

    @Goenawan Lee

    emang anda bukan warga yg baik πŸ‘Ώ

    @cK

    ndak pernah parkir kendaraan ya mbak chik?? 😎

  15. 5 Februari 2008 19:48

    Sulit memang ,
    Kadang setelah kita mau bayar pajakpun, ada sedikit kekhawatiran bahwa yang kita bayar ini jangan2 tidak sampai,

  16. 6 Februari 2008 08:45

    waduh jadi inget ternyata selama selama sebulan ini saya naek motor, jalan2 tanpa bawa STNK… STNK tertahan buat bayar pajak di daerah asal,..
    walah 😦

  17. 6 Februari 2008 08:51

    eh…parkir kendaraan itu pajak ya? πŸ˜•

  18. 6 Februari 2008 09:37

    @rumahkayubekas

    sebenarnya sampe kang… ya paling tidak sampe ke tangan yg tidak berhak 😐

    metode pengawasannya masih banyak celah yg bisa dimanfaatkan

    @alle

    waduh…. ya ati2 aja tuh.. klo ada razia πŸ˜€

    @cK

    hihi… coba aja baca karcis parkirnya πŸ˜‰ πŸ˜€

  19. Rojone TmG permalink
    6 Februari 2008 10:37

    weh mas dobel ki ngingetin nih lum bayar pajak motorku alias telat ,,,weh ,,tp tetep tak bayar kok biar nanti mau tak tinggal ke korea sstststt ..mau nggak tuh mas dobel qiqiqiqiqiqi

  20. 6 Februari 2008 12:10

    smoga pajaknya kembali ke masyarakat lagi
    *amin*

  21. 6 Februari 2008 12:48

    @Rojone TmG

    haha.. jare meh Tukar guling kuwi πŸ˜€

    *saya ngintil dech ke kroya nya :mrgreen:

    @baliazura

    amin…. *tp hrs kembali kemasyarakat yg membutuhkan bukan yg pura2 butuh πŸ˜€

  22. 6 Februari 2008 13:01

    mau ngawasi gimana mas, wong BPK yang punya kewenangan aja ga dibolehin 😦

  23. 6 Februari 2008 14:52

    Ane sebel, geram, kagak ngarti. Di kebanyakan kota/kabupaten, orang mau bayar pajak masih dipersulit. Katanya warga bijak, taat bayar pajak. Waktunya mau bayar pajak, kayak jadi terdakwa. Diperas.. dipersulit. Alasannya dicari-cari, biar kita ngasih uang caloan. Mangkanya, ane udah 3 taon kagak bayar pajak. Entar aja sekalian pas habis STNK. Kagak usah khawatir ditilang polisi. Kagak ada undang-undangnya polisi boleh nilang karena kita belum bayar pajak. Pajak bukan urusan polisi, tapi urusan dispenda. Lagian, kalo kita telat bayar pajak, udah kena denda 25%. Jadi, udah deh… kagak usah bayar pajak STNK… :mrgreen:

  24. 6 Februari 2008 15:00

    wah… judulnya ampir sama yak πŸ˜€

    thanks dah ngisi komen di blog saya, met kenal yak πŸ˜€

  25. 6 Februari 2008 15:06

    @Angelina

    wah bener tuh BPK nggak boleh audit? lha brarti bisa jd kenyataan isu yg beredar, bahwa klo mau makmur kerja di kantor pajak 😐

    eh btw ini bener mbak angelina yg anggota DPR ituh… :mrgreen:

    @Cabe Rawit

    bener sih.. di indonesia itu mo baik aja dipersulit 😦

    @orakanggo

    wah kebetulan sekali klo ada kesamaan πŸ˜€

    met kenal juga

  26. adithink permalink
    6 Februari 2008 16:15

    Biarpun saya bayar pajak tapi saya bukan orang bijak.
    tapi karena takut kuwalat.

  27. 7 Februari 2008 10:10

    @adithink

    ya setidaknya bijak pada diri sendiri πŸ˜€

  28. 14 Februari 2008 08:58

    ih..mata kuliah yang aq ga seneng dulu..hahaha..

  29. 14 Februari 2008 09:25

    @stey

    lho emang ada ya matakuliah pajak? baru tahu sayah 😐

  30. 5 Maret 2008 14:58

    Gampang kok mengawsi penggunaan uang pajak itu. Coba tengok saja orang-orang di sekitar kita yang berstatus PNS dan terutama pejabatnya. Ukur saja kekayaan serta biaya hidupnya dengan gaji PNS. Kalau tidak cocok, kemungkinan besar ia korupsi. Berikan sanksi sosial biar mereka malu. Kalau perlu laporkan ke instansi-instasni berwenang.
    Yang susah ternyata, oknum-oknum koruptor itu baik hati. Dia membagikan kecil “rejekinya” kepada Saudara, tetangga, tempat ibadah dll. Kalau sudah begini jadilah ia banyak temannya dan banyak pendukungnya.
    Nah, apakah kita berani menghadapi orang-orang ini?

  31. 5 Maret 2008 16:07

    @Dudi Wahyudi

    ya paling bisa nya sanksi sosial pak, itupun klo kompak dan ndak menjadi penjilat pada pejabat yg kaya mencurigakan, klo lapor instansi sih saya kok ragu ya?

  32. pak occos permalink
    13 Mei 2008 17:46

    kalo dipikir2 ternyata negara ini telah difermentasi oleh birokrat2nya, mereka sengaja menginginkan negara yang udah morat-marit menjadi busuk dan berbau, bayangkan saja, kemarin tgl 03-05-08 saya mendapat pemberitauan pajak kendaraan dari samsat boyolali bahwa kendaraan saya vw taon 81 harus membayar pajak sebesar 600 rb lebih dgn perincian SWDKLLJ yg saya gak tau kepanjangannya taon kmaren cuma Rp.73 rb, sekarang jadi Rp.180 rb, dan gilanya lg Administrasi taon kmaren Rp.0, sekarang jd Rp.70 rb, yg totalnya th kmaren cuma Rp.451 rb jd Rp.681 rb,jd ya mending tak besi tuakan sekalian alias gak tak pajeki, dan kayaknya GAK USAH BAYAR PAJAK LEBIH BIJAK DARIPADA BUAT UMPAN KORUPTOR BEJAT BERHATI IBLIS

  33. 16 Mei 2008 14:29

    @pak occos

    waduh… beneran tuh pak? coba di buat di surat pembaca koran aja… nasional sekalian πŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: