Skip to content

Dunia Pendidikan Nasibmu….

25 Januari 2008

Setelah hampir 7 tahun saya meninggalkan Bangko, Pagi kemarin cukup dikagetkan juga oleh berita tentang demo ribuan guru dan murid di Kab Merangin, ya kaget karena selama ini hampir tidak pernah saya mendengar berita dari kota Bangko tempat saya hidup dan menuntut ilmu itu.

Kembali demo dilakukan karena permasalahan alokasi dana pendidikan di RAPBD 2008 Kab. Merangin bukannya mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya tetapi malah mengalami penurunan..

Gimana kita bisa mengharapkan lulusan yg berkualitas dan mempunyai daya saing yang tinggi kalo dana untuk pendidikan aja disunat, padahal dana tersebut tentunya untuk mendukung terlaksananya proses belajar mengajar yg kondusif dengan adanya fasilitas dari anggaran dana pendidikan..

Saya terakhir kali berkunjung ke Bangko pertengahan tahun 2006, dan sudah takjub lah dengan perkembangan pembangunan disana, sarana transportasi sudah semakin bagus, pembangunan masih terus digalakkan dan sarana komunikasi dengan tanda banyaknya tower2 freestanding yg bertebaran sudah menjadi tanda bahwa bukan saatnya lagi kabupaten ini tertinggal dan tidak mengikuti tren kemajuan zaman, namun ntah kenapa anggaran pendidikan tahun ini malah menurun?? apakah dialihkan ke pembangunan fisik?? padahal pembangunan mental dan SDM juga sangat penting peranannya.

Dari total anggaran RAPBD 2008 sebesar 946 miliar, hanya 12 milyar untuk dana pendidikan, sedang tahun sebelumnya mencapai 66 milyar, padahal bupatinya masih sama tuh.. aneh….

Ya mudah2an masalah ini segera selesai, saya yakin Gubernur Jambi  bisa menjadi fasilitator yang baik untuk masalah ini dan anak2 didik bisa kembali sekolah dan belajar untuk menyambung cita2 mereka, karena kadang masalah ini yg terkorbankan adalah siswa peserta didik walau kadang mereka merasa sedang ndak belajar 😀 .

Sebenarnya mungkin tidak hanya anggaran pendidikan saja yg bermasalah, semua nya akan bermasalah kalo mental Korupsi di birokrasi masih tetap dipelihara.

Saya jadi ingat gimana cerita seorang bapak yg diangkat jadi PAH ( Penyuluh Agama Honorer) hanya dibayar 60 ribu/ bulan dan bayarkan per enam bulan, tahun pertama sih lancar per enam bulan keluar, tahun berikutnya yg keluar hanya enam bulan pertama, yg kedua hilang ntah kemana… sungguh ironis…

Iklan
15 Komentar leave one →
  1. 26 Januari 2008 04:56

    mengenaskan memang. namun para petinggi negeri ini sibuk sendiri-sendiri.

  2. 26 Januari 2008 10:10

    @kw

    dah persiapan PEMILU 2009 😦

  3. 26 Januari 2008 12:25

    Aku juga membaca berita itu kawan, sambil membatin,”Apakah untuk mendramatisir tuntutan para guru, murid-murid harus dikorbankan?”

    Sebentar kemudian aku membantin lagi,”Negara macam apa Indonesiaku ini, kok guru terpaksa demonstrasi, hanya untuk menuntut haknya?”

    Aku prihatin untuk para siswa di Jambi, khususnya Bangko. Mudah-mudahan segera beres dan para siswa dapat belajar kembali.

  4. 26 Januari 2008 14:08

    ehm , itulah Riwayat Negara Indonesia yang sangat saya cintai ini . Masalah pendidikan tetap akan jadi klasik sampai kapanpun , kalo kita hanya berbicara , menggelar seminar tanpa tindakan nyata.
    mungkin ini adalah impian yang akan segera saya realisasikan
    bergerak dimulai dari diri sendiri dan orang terdekat , menjadi guru yang baik dan memberi pelajaran pada yang lain.

  5. 26 Januari 2008 15:07

    @Robert Manurung

    Iya lae.. 🙂 sayapun miris itu tanah tempat saya menuntut ilmu, emang diknas menjadi sorotan karena buruknya manajemen. Almamaterku nggak ikutan karena anggaran dananya di support Depag Pusat, karena dibawah koordinasi Depag.

    Sepertinya pagi ini sudah ada solusi yang diberikan oleh Gubernur jambi dengan akan merevisi RAPBD Kab Merangin 2008 dan kembali siswa bisa menuntut ilmu 🙂

  6. 26 Januari 2008 15:09

    @realylife

    Semoga jadi guru yang baik mas 🙂 baik terhadap diri sendiri dan menjadi teladan bagi anak didik…

  7. 26 Januari 2008 16:44

    humm, pendidik dan dunia pendidikan sudah melenceng jauh dalam apresiasinya..
    di Indonesia pada khususnya..

  8. 26 Januari 2008 18:26

    @fauzansigma

    Masih ada kesempatan buat perbaikan khan?? 😉

  9. 26 Januari 2008 21:25

    60 ribu/bulan……?
    360 ribu/ 6bulan,
    terpikirkah oleh para birokrat
    bagaimana mereka melewati hari-harinya?
    kadang yang berbau agama sering kurang diperhatikan
    apakah mereka cukup fisabilillah saja?
    bagaimana mereka bertugas kalau ongkos angkot saja nggak punya?
    runyam ya Pak, semoga segera mendapat perhatian.

  10. 27 Januari 2008 17:44

    Ga mungkin cepat deh mereka mo ngatur? karena tuh da tradisi kita.. Makin lambat semakin baik 🙂

  11. 28 Januari 2008 09:27

    @hadi arr

    hehe.. ya kita hanya bisa tertawa di kemirisan hari… 😐

  12. 28 Januari 2008 09:28

    @Angga

    Birokrasi yg menyebalkan emang 😦

  13. 14 Februari 2008 06:42

    wah mas dari Bangko jambi ya?pendidikan duh nasibnmu 😦
    mana janji2 pas kampanye realisasi dana APBN untuk pendidikan 20 % ????

    tanya lg kok dah sayabuat di info kontak alamat urlnya (yaitu http://www.evanrama.wordpress.com ) masih saja tidak kelihtan aktif di blog orang lain)

  14. 10 Maret 2008 20:35

    salam kenal aja

  15. 11 Maret 2008 14:14

    @evanrama

    iya saya dari bangko jambi

    tp sekarang dah bisa diklik toh?

    @taufik79

    salam kenal juga 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: