Skip to content

Marah dan Sayang

27 Desember 2007
Postingan yg repost nih ๐Ÿ˜€ , tapi dari pada ngendon di e-mail, mending saya posting saja, ndak tahu dulu dapetnya dari mana, dari milis-milis mungkin.
Suatu hari sang guru bertanya kepada murid-muridnya;
“Mengapa ketika seseorang sedang dalam keadaan marah, ia akan berbicara dengan suara kuat atau berteriak?”Seorang murid setelah berpikir cukup lama mengangkat tangan dan menjawab;
“Karena saat seperti itu ia telah kehilangan kesabaran, karena itu ia lalu berteriak.”
“Tapi…” sang guru balik bertanya, “lawan bicaranya justru berada disampingnya. Mengapa harus berteriak? Apakah ia tak dapat berbicara secara halus?”

Hampir semua murid memberikan sejumlah alasan yang dikira benar menurut pertimbangan mereka. Namun tak satupun jawaban yang memuaskan. Sang guru lalu berkata; “Ketika dua orang sedang berada dalam situasi kemarahan, jarak antara ke dua hati mereka menjadi amat jauh walau secara fisik mereka begitu dekat. Karena itu, untuk mencapai jarak yang demikian, mereka harus berteriak. Namun anehnya, semakin keras mereka berteriak, semakin pula mereka menjadi marah dan dengan sendirinya jarak hati yang ada di antara keduanya pun menjadi lebih jauh lagi. Karena itu mereka terpaksa berteriak lebih keras lagi.”

Sang guru masih melanjutkan; “Sebaliknya, apa yang terjadi ketika dua orang saling jatuh cinta? Mereka tak hanya tidak berteriak, namun ketika mereka berbicara suara yang keluar dari mulut mereka begitu halus dan kecil. Sehalus apapun, keduanya bisa mendengarkannya dengan begitu jelas. Mengapa demikian?” Sang guru bertanya sambil memperhatikan para muridnya. Mereka nampak berpikir amat dalam namun tak satupun berani memberikan jawaban. “Karena hati mereka begitu dekat, hati mereka tak berjarak. Pada akhirnya sepatah katapun tak perlu diucapkan. Sebuah pandangan mata saja amatlah cukup membuat mereka memahami apa yang ingin mereka sampaikan.”

Sang guru masih melanjutkan; “Ketika anda sedang dilanda kemarahan, janganlah hatimu menciptakan jarak. Lebih lagi hendaknya kamu tidak mengucapkan kata yang mendatangkan jarak di antara kamu. Mungkin di saat seperti itu, tak mengucapkan kata-kata mungkin merupakan cara yang bijaksana. Karena waktu akan membantu anda.

Iklan
21 Komentar leave one →
  1. 27 Desember 2007 15:21

    Mengapa kalo orang marah bicara lebih keras, karena telinganya sedang di pake untuk jalan asap *inget di film2 kartun :mrgreen: *

  2. 27 Desember 2007 19:12

    @annots

    hahaha….

    bener juga ya…

    *dasar tukang nonton ๐Ÿ˜› ๐Ÿ˜€

  3. 27 Desember 2007 22:53

    sudah saya coba,kalau marah lebih baik saya berada ditempat dimana saya bisa menenangkan diri..

  4. 28 Desember 2007 06:33

    @stey

    biasanya tempat seperti apa tuh?? ๐Ÿ˜€

  5. 28 Desember 2007 08:33

    intinya cinta dan diam?

    “barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, berbicaralah yang baik, jika tidak maka diamlah” (al hadits)

    Orang yang marah berarti cintanya hilang dan diamnya hilang.. sementara ketenangan ada di alam sepi, dan kebisingan ada di wlayah keramaian.. dan kemarahan..

    Ada yang bahaya dari sekedar diam… yaitu bom yang bicara seperti di Pakistan kemarin.. ๐Ÿ˜ฆ

  6. 28 Desember 2007 08:51

    @kurtubi

    Kalau sayang seharusnya diamnya nggak akan menimbulkan benci ๐Ÿ˜ฆ

    *berduka untuk matinya rasa kemanusiaan ๐Ÿ˜ฆ

  7. bachtiar permalink
    28 Desember 2007 13:00

    Jarak itu adalah setan

  8. 28 Desember 2007 13:25

    @bachtiar

    tentunya hanya “jarak” saat ada amarah khan?? ๐Ÿ˜‰ ๐Ÿ™‚

  9. 28 Desember 2007 18:51

    nice posting. kalau ngomongnya emang hobby teriak-teriak gimana? ๐Ÿ˜€

  10. 28 Desember 2007 19:25

    keknya lebih sadis pas marah ngomongnya pelan tapi tajem menyayat… ๐Ÿ˜€

  11. lovymovie permalink
    28 Desember 2007 21:31

    pantesan klo saya lagi telfonan sama pacar kata orang rumah kayak bisik2. ternyata gitu ya?hehehe

  12. 28 Desember 2007 22:16

    Hmmm… menarik sekali, bijaksana!

  13. 29 Desember 2007 05:59

    @cK

    Klo treak2 karena biasa hidup di hutan tuh mbak ๐Ÿ˜€

    @Nanang Suryana

    Jd misalnya gini ya:

    mendekat terus dibisikin ke telinganya : “masih juga ngajak ribut?? saya mutilasi kamu” hehehe…

    *sadiss…. ๐Ÿ˜ฆ

    @lovymovie

    wah terimplementasikan ya.. klo teleponan lagi marahan masih bisik2 nggak ?? ๐Ÿ˜‰

    @peyek

    ๐Ÿ˜€

    *nggresik banjir ra ??

  14. 29 Desember 2007 16:01

    kalok marah saya mending diem ajah ๐Ÿ˜ฆ

  15. 29 Desember 2007 17:50

    @abee

    ahhh bukannya malah posting di blog ๐Ÿ˜› ๐Ÿ˜†

  16. 29 Desember 2007 17:59

    lha yo to bener…
    lha khan aku meneng ae rak bengak bengok :mrgreen:
    trus ditulis dyeh…… :mrgreen:

  17. 29 Desember 2007 18:05

    @abee

    wah lagi online ki sajak e ๐Ÿ˜€

    lha khan aku meneng ae rak bengak bengok :mrgreen:
    trus ditulis dyehโ€ฆโ€ฆ :mrgreen:

    tak tiru lah, mengko nak pas nesu tak nulis ๐Ÿ˜€

  18. 29 Desember 2007 18:26

    lek niru yo sumonggo…….. :mrgreen:
    tapi aku memang nak nesu meneng ae nak seng tak nesoni neng ngarepku, lha,,,,daripada ribut ๐Ÿ˜ฆ
    bener rak kang? :mrgreen:

  19. 29 Desember 2007 20:17

    @abee

    bener bee… lebih baik diam dan pergi dengan wanita lain ๐Ÿ˜†

    *ups… ๐Ÿ˜ฎ just kidding ๐Ÿ˜€

  20. 31 Desember 2007 10:59

    Kalo orang batak yg ngomongnya suka keras2 itu gmana ? KAn itu kebiasaan … ๐Ÿ˜†

  21. 31 Desember 2007 16:52

    @Herianto

    wah itu kayaknya pengecualian, klo dah dari sononyo ๐Ÿ˜€

    *dan rata2 sumatera klo bicara lumayan bertenaga… kebiasaan karena jarak rumah yg berjauhan antar tetangga ๐Ÿ˜†

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: