Skip to content

Selamat jalan Mbah Kakung

3 September 2007

Hari minggu kemarin menjadi hari yg paling melelahkan dan sekaligus mengesankan dalam hidupku.

Datang kerumah jam 19.00 ternyata bapak ibu dah dirumah nya simbah, karena simbah sakitnya akut lagi dan dalam tahap kritis.. tapi karena dapat kabar belum parah banget jadi malam itu aku gak brangkat kesana dan hanya wait n see, sampe jam 12 malam bapak ibu baru pulang dan memberi kabar bahwa simbah kakung masih bisa “gojek” (becanda:red) dan cerita bahwa dia mo pindah rumah dan minta dibelikan montor (montor= mobil), dan sudah pertanda mungkin ya…

Pagi harinya jam 06.40 an adek sepupu yg tetanggaan sama simbah ngabari klo simbah kritis lagi dan diharap semua keluarga berkumpul disana. akhirnya aku mandi salin dan brangkat kerumah simbah.. sampe sana suasana dah mencekam (hening) simbah sudah dikelilingi anak dan cucunya sambil terus dibimbing untuk mengucapkan lafal ALLAH berulang kali..

Bapak ngandani saya untuk ikutan membaca yasin, saya ikutan membaca yasin didekat simbah (seumur hidup baru kali ini) melihat gimana sudah tak berdaya nya manusia ketika sudah mendekati sakaratul maut, sepertinya susah sekali dan amat sangat kepayahan, merinding bulu roma ini membayangkan jika diri ini yang ada dalam posisi tersebut, ya Allah ampunilah Dosa hamba nu ini…

Dan di pembacaan surat yasin kedua ayam ke 82 simbah sudah berpulang kerahmatullah, dan setelah meninggal saya liat wajah simbah damai dan tenang sekali… dan tampak putih berseri.. Ya Allah berilah simbah tempat yang Layak disisi-Mu.

Saat pembacaan yasin saya selalu merasakan hal yg sangat membuat bergidik dan berdiri bulu roma ini.. pada ayat yang berbunyi :

Alyauma nahtimu ‘ala afwahihim watukallimuna aidihim watashaddu arjuluhum bima kanuu yaksibunn..

Today, We shall set seal on their mouths and their hands will talk to us and their feet will bear witness of their doings.

Dan ternyata mengena bahwa segala perbuatan kita didunia ini akan ada pertanggungjawabannya.

Seumur hidup ini baru kali ini nyekseni (menyaksikan) orang wafat mulai dari sakaratul maut, memandikan, menyolati dan mengubur..

Semoga berkah Allah untuk mbah kakung bakit dan mendapat tempat yang layak dialam kubur. amin…

Iklan
3 Komentar leave one →
  1. 7 September 2007 21:40

    ina lillahi waina ilahi rojiun

    semoga simbah mendapat tempat yang layak disisi-Nya, dibawah cahaya terang-Nya serta kelimpahan rahmat-Nya

    amin

  2. 14 September 2007 09:23

    semoga Mbah mu mendapat tempat yg indah di sisi Allah swt
    NB : koq Simbah belom parah banget ga mao nengok, cuma wait n see (tega bener cucu nya niy, ga takut kualat…)

  3. 14 September 2007 10:11

    @Novee

    Saya bertugas jaga gawang…

    *halah alasan*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: