Skip to content

Load Balancing Dengan Mikrotik

24 Agustus 2007

Pagi tadi mencoba untuk setting Load Balancing dengan Menggunakan Mikrotik, adapun gambaran simpel network nya adalah sebagai berikut :

Ether1 berhubungan dengan ISP1 (WLAN), Ether2 berhubungan dengan Speedy dan Ether3 untuk jaringan localnya..

Dengan menggunakan mikrotik ada 3 komponen utama yg digunakan untuk membuat Load balancing yaitu :

  1. ip firewall nat
  2. ip firewall mangle
  3. ip route

Berikut lampiran konfigurasinya :

[admin@Mikrotik] > ip address print

Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic

 #   ADDRESS            NETWORK         BROADCAST       INTERFACE

 0   192.168.1.2/24     192.168.1.0     192.168.1.255   to-speedy

 1   192.168.0.99/24    192.168.0.0     192.168.0.255   local

 2   203.190.41.xx/29   203.190.41.xx   203.190.41.xx   to-jatara

[admin@Mikrotik] > ip route  print

Flags: X - disabled, A - active, D - dynamic, C - connect, S - static, r - rip, b - bgp, o - ospf

 #     DST-ADDRESS        PREFSRC         G GATEWAY         DISTANCE INTERFACE

 0 ADC 192.168.0.0/24     192.168.0.99                               local

 1 ADC 192.168.1.0/24     192.168.1.2                                to-speedy

 2 ADC 203.190.41.xx/29   203.190.41.xx                              to-jatara

 3 A S 0.0.0.0/0                          r 192.168.1.1              to-speedy

 4 A S 0.0.0.0/0                          r 192.168.1.1              to-speedy

 5 A S 0.0.0.0/0                          r 203.190.41.xx            to-jatara

[admin@Mikrotik] > ip firewall mangle print

Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic

 0   ;;; jatara

     chain=prerouting in-interface=local connection-state=new nth=1,1,0 action=mark-connection

new-connection-mark=jatara

     passthrough=yes 
 1   chain=prerouting in-interface=local connection-mark=jatara action=mark-routing

new-routing-mark=jatara passthrough=no 


 2   ;;; speedy

     chain=prerouting in-interface=local connection-state=new nth=1,1,1 action=mark-connection

new-connection-mark=speedy

     passthrough=yes 


 3   chain=prerouting in-interface=local connection-mark=speedy action=mark-routing

new-routing-mark=speedy passthrough=no 


 4   chain=postrouting out-interface=local dst-address=192.168.0.17 action=mark-packet

new-packet-mark=komp17-down

     passthrough=no

[admin@Mikrotik] > ip firewall nat print

Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic

 0   chain=srcnat connection-mark=jatara action=src-nat to-addresses=203.190.41.90 to-ports=0-65535 


 1   chain=srcnat connection-mark=speedy action=src-nat to-addresses=192.168.1.2 to-ports=0-65535 


[admin@Mikrotik] > ip dns print

            primary-dns: 203.190.40.x

          secondary-dns: 202.134.0.155

  allow-remote-requests: yes

             cache-size: 4096KiB

          cache-max-ttl: 1w

             cache-used: 90KiB

[admin@Mikrotik] > interface print

Flags: X - disabled, D - dynamic, R - running

 #    NAME                                                                     TYPE

RX-RATE    TX-RATE    MTU

 0  R to-jatara                                                                ether            0

        0          1500

 1  R to-speedy                                                                ether            0

        0          1500

 2  R local                                                                    ether            0

        0          1500 

Untuk membuat supaya ip gateway lokal bisa dijadikan DNS lokal maka pengaturannya ada dibawah ini, dan yg perlu diperhatikan adalah yang ada tulisan allow-remote-request : yes

 admin@Mikrotik] > ip dns print

            primary-dns: 203.190.40.x

          secondary-dns: 202.134.0.155

  allow-remote-requests: yes

             cache-size: 4096KiB

          cache-max-ttl: 1w

             cache-used: 90KiB
Iklan
40 Komentar leave one →
  1. 31 Agustus 2007 18:43

    pengen dunk mencicipi mik krekan ;;)

  2. dobelden permalink
    31 Agustus 2007 19:18

    @ghian

    wakwkakwka… khan lebih enak mie kribo :))

  3. 20 Desember 2007 01:24

    Thx,coba dulu…ahhh sambil maem mie kribo , ^ ^

  4. 23 Desember 2007 21:43

    @Xerophie

    mari2 silahkan

    tp bagi2 dong mie krebo nya 😀

  5. Rijal permalink
    4 Februari 2008 06:39

    Mas,materi cocok dengan yang aku cari tp aku pakai routerboard 150 sdg aku blm ngerti dengan mikrotik, help me please ? kalau ada panduan kirim email / ym ke fizna_compreload@yahoo.com. Makasih banyak..

  6. 4 Februari 2008 13:51

    klo soal trobleshooting mikrotik baca di website mikrotiknya aja.. ato ke http://www.forummikrotik.com 🙂 saya pun dapetnya dari sana 😀

  7. cybersampi permalink
    4 Juli 2008 12:21

    untuk yang ini fungsinya apa ya ?

    4 chain=postrouting out-interface=local dst-address=192.168.0.17 action=mark-packet

    new-packet-mark=komp17-down

    passthrough=no

  8. 4 Juli 2008 13:27

    @cybersampi

    itu gak fungsi 😀

  9. saffa_kamila permalink
    12 Agustus 2008 15:01

    gmana kalo salah satu pake proxy??
    apakah bisa???
    wew

  10. 13 Agustus 2008 11:22

    @saffa_kamila

    bisa tuh.. dah saya coba 😀

  11. kukul permalink
    9 September 2008 22:15

    [admin@Mikrotik] > ip route print
    Flags: X – disabled, A – active, D – dynamic, C – connect, S – static, r – rip, b – bgp, o – ospf

    # DST-ADDRESS PREFSRC G GATEWAY DISTANCE INTERFACE
    0 ADC 192.168.0.0/24 192.168.0.99 local
    1 ADC 192.168.1.0/24 192.168.1.2 to-speedy
    2 ADC 203.190.41.xx/29 203.190.41.xx to-jatara
    3 A S 0.0.0.0/0 r 192.168.1.1 to-speedy
    4 A S 0.0.0.0/0 r 192.168.1.1 to-speedy
    5 A S 0.0.0.0/0 r 203.190.41.xx to-jatara

    kalo mo jadi seperti ini, ngetik apa aja?

  12. 10 September 2008 12:32

    @kukul

    maksudnya di dempetin gitu??

    klo untuk show table route perintah nya : ip route print 😀

  13. fiqi permalink
    17 Oktober 2008 13:43

    boss, kalo mau load balancing utk internasionalnya aja gimana?
    di tempatku lokalnya dibuat bgp oleh ispnya, cuma internasional pengen load balancing antara wisp dan adsl nya.

  14. 17 Oktober 2008 15:02

    @fiqi

    klo load balancepertimbangannya dua uplink, dengan mengabaikan apakah setelah di uplink itu data dialihkan kemana… 🙂

  15. chichy permalink
    10 Februari 2009 12:12

    mas, gimana kalo ada 2 isp tentunya juga punya 2 dns yang berbeda, cara meload balancingnya gimana, trus settingan ip dns router cuma bisa primary dan secondary dns, trus settingan dns client gimana
    thanks b4

  16. 10 Februari 2009 17:28

    @chichy

    DNS primary masing2 isp dipasang di Setting DNS nya mikrotik aja, klo untuk DNS client pake DNS lokal, dalam artian DNS sama dengan Gateway bagi client, pengaturannya di DNS server adalah : Allow remote request nya di : Yes ato di centang..

    CMIIW 😉

  17. 20 Maret 2009 17:05

    dear dobelden

    untuk LB dengan 4wan gimana ya settingnya
    saya sudah coba dari beberapa sumber hasilnya tetap
    saja bandwidth tetap seperti 2 wan.

    mohon pencerahan, saya pakai 4 speedy
    sebenarnya sudah terjadi balancing namun, sebagai contoh
    apabila download terlihat sekali
    namun bila di test speed hanya 13000 kbps saja…
    thanks

  18. 21 Maret 2009 07:55

    @david

    waw 4 speedy.. hehe.. klo saya pake debian sih caranya di balance manual artinya 4 speedy dialokasikan merata ke client nya. Tapi klo pakai mikrotik pola loadnya kurang bagus, karena ketika perpindahan routing koneksi akan terputus sesaat, ini ga bagus buat YM, Irc dan Download hehe..

    dengan debian, manfaatkan fungsi ip rule dan ip route..

  19. 15 Mei 2009 22:32

    Nambah dikit yaa. Mungkin bisa jadi referensi tambahan

    http://arearm-kodokijo.blogspot.com/2009/05/load-balancing.html

  20. boni permalink
    17 Mei 2009 10:37

    permisi, maap kalo load balancing digabungin dengan vrrp ( redundant ) konfigurasinya tinggal nambahin atau bagimana?
    saya dalam satu mikrotik mau saya pasang load balancing dan redundantcy,
    mohon penjelasannya tolong dikirim ke asnara101@gmail.com yah, trimakasih.

  21. 19 Mei 2009 09:18

    @are arm

    Wokeh, monggo

    @boni

    wah saya malah belum pernah pake yg vrrp (redundant) coba masuk ke forum mikrotiknya aja..

  22. Yudi Santoso permalink
    10 September 2009 11:52

    Mas, kalo aku pake 2 isp dan dua router jadi dari isp centrin masuknya ke cisco trus dari cisco internetnya cuma di kasih ke ip 192.168.24.252 (ip mikrotik sebagai web proxy) sehingga semua komp di jaringan lokal 192.168.24.0/24 selain mikrotik ga isa akses internet direct. trus aku mau nambah speedy tapi langsung ke mikrotiknya apa bisa di load balancing ya? trus koq speedynya ga isa akses internet ya di ip->routesnya gateway buat speedynya pas aku tambahin jadi warna biru. mohon petunjuknya ya. thanks

  23. 10 September 2009 21:52

    Keren bos, aku dah coba share juga tapi dengan winbox.
    salam…

  24. 11 September 2009 08:17

    @Yudi Santoso

    Enaknya dibuat dari 2 line ISP itu masuk ke satu ruter lalu ke LAN

    @Ferie

    Sip deh…

  25. agyus permalink
    30 Oktober 2009 15:58

    Kang….saya td dah liat postingan nya soal load balancing,,
    tp saya g tw ap tugh maksud dri scripnya….
    apa ad tutor nya via winbox??
    maseh newbie ,,,saya mw nyoba pakai rb450.
    trima kasih Kang yang udah share dan posting load balance nya…

  26. 6 November 2009 09:06

    @Agyus : klo mau komplitnya, coba aja main ke forummikrotik.com

  27. 6 Januari 2010 18:08

    Saya barusan upload artikel:

    “Load balancing 7 WAN dengan mikrotik RB439 + proxy external”
    http://awarmanf.wordpress.com/2010/01/06/lb7wan-rb439-proxy-external/

    Silahkan dicomment.

  28. 12 Januari 2010 16:04

    kk… ajarin dwnk?
    gmna cara’a nyetting 2 isp atau lebih menggunakan mikrotik….?
    mohon bntuan’a ya ka,,,,

  29. 12 Januari 2010 16:06

    kk… ajarin dwnk?
    gmna cara’a nyetting 3 isp menggunakan mikrotik….?
    via consolle
    mohon bntuan’a ya ka,,,,

  30. 14 Januari 2010 17:18

    Yg basic dulu aja dicoba, di postingan ini ada cara bikin router hotspot pake mikrotik.. step2nya ada tuh

  31. bajink permalink
    11 Februari 2010 13:30

    ooowhh……
    link’a pa kk’ truzzz…

  32. 27 Februari 2010 20:32

    ini copas ya om???

  33. 27 Februari 2010 20:34

    sorry salah liat.orang lain yang copas.maap

  34. 28 Februari 2010 18:32

    @hacknowledge

    Hehe.. sante aja, saya kalau ambil dari artikel lain diusahakan disadur seperlunya dengan tetap menyantumkan link aslinya.

  35. Banyu Puruhito permalink
    30 November 2011 09:27

    wah mantep nih buat pencerahan gw bos buat skripsi hehehe makasih ya 😀

  36. 30 November 2011 18:46

    @Banyu : sip deh kalau bisa buat referensi 😀 ,

  37. 14 Maret 2012 10:36

    terimakasih bro tutorialnya mantabs banget nih.,., jangan lupa mampir kesini ya : http://candra.unsri.ac.id/

Trackbacks

  1. Reinstall Mikrotik « Another side about me
  2. Load Balancing Dengan Mikrotik « I ain’t that super…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: