Langsung ke isi

Lontong Kari diluar ekspektasi

22 Juni 2012

Sabtu kemarin, saya dan kang Bimo main dengan motor2an ke Bandung, dengan destinasi Jl. Kaca-kaca Wetan Asia Afrika. Maklum sama-sama nyubi dijalanan kota bandung, kelakuan kita adalah “Nyasar adalah Features”. Tapi sebenarnya sih tidak nyasar2 amat, karena kelewatan belokan jalan aja jd harus muter terhambat jalan searah.

Pikulan sederhana

Titik lelah kita sekitar setengah sepuluhan adalah di sekitaran lapangan tegal lega, dan disana sedang nongkrong mamang penjual Lontong Kari, dalam perkiraan dan pandangan saya adalah Kuah Kari itu biasa kaya bumbu dan sangat nikmat serta kental, jadi segeralah motor spacy tunggangan kita pinggirkan dan pesan 2 porsi.

Saat Penyajian

Setelah jadi dan dirasakan LUAR BIASA jauh dari perkiraan hehe, cuma tenang sodara, bagi lidah saya makanan itu hanya ada 2 rasa : ENAK dan ENAK BANGET, dugaan saya Lontong kari mamang ini kebanyakan cuma / asem jadi kuah terasa masam, awalnya ragu untuk melanjutkan menyantap karena khawatir basi, namun dari aroma tidak ada tanda2 basi, so tetap saja disantap lahap dan secepat kilat sudah ludes tak bersisa kecuali piringnya :mrgreen:

Siap Santap

Tampilan lontong karinya sederhana saja, karena hanya komposisi Lontong / kalo saya sebut sih lebih ke arem-arem / buras raksasa :D , tahu dan krupuk bulet2 kuning ituh, kuah kari plus sambel tentunya.

Komentar kang bimo sih selalu “MANTAP” wekekekke

About these ads
8 Komentar leave one →
  1. 22 Juni 2012 18:25

    Mungkin karena kita lapar. Tapi tak rasa2kan pas kita lapar di tempat tujuan juga makanan biasa saja, berarti memang Lontong Kari si mamangnya emang berani bumbu. AUTOMANTAP!

  2. 22 Juni 2012 19:54

    @kang Bimo : gara2 makanan itu, niat kabur stengah jam tertunda hahaha

  3. 23 Juni 2012 13:06

    =)),, mangtab,

  4. 23 Juni 2012 20:21

    @ghian : pasti boga pengalaman khusus di tegalega LoL

  5. 24 Juni 2012 21:46

    Kayaknya mengundang juga ini makanan. Tapi pedes banget ya? :-)

  6. 25 Juni 2012 08:06

    apapun menunya, asal ada lauk yang bernama “lapar” setiap makanan pasti nkmat!

  7. 26 Juni 2012 19:02

    @paman : klo defaultnya ga pedes paman, yg penampakan itu mah emang maniak cabe hehe

  8. 27 Juni 2012 13:03

    POnang : kok kecegat Akismet yaks komene..

    ning emang nek lapar ki tetep nikmat hehe

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 689 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: