Skip to content

Pahlawan BerQurban

21 November 2011

Di bulan November ini ada dua hari yang penting dikalender negara Indonesia, yaitu Hari Raya Iedul Adha dan Hari Pahlawan.

Hari Raya Iedul Adha diperingati berbarengan dengan sodara-sodara yang mampu sedang menunaikan Ibadah Haji. Iedul Adha disebut hari besar juga karena berkaitan dengan Besarnya Pengorbanan Nabi Ibrahim, Nabi Ismail dalam menghadapi ujian dari Allah swt.

Hari Pahlawan diperingati untuk mengingat pertempuran para pahlawan melawan sekutu di surabaya, dan setiap peringatan hari pahlawan juga biasanya dibarengi dengan penganugerahan Gelar Pahlawan untuk para pejuang kemerdekaan.

Dengan moment Iedul Adha ini seharusnya ada juga gelar pahlawan berQurban untuk insan-insan yang rela menyisihkan hartanya untuk menyembelih hewan qurban dan dibagikan kepada sodara-sodara sekeliling maupun sodara jauh yang membutuhkan. Saat ini ada banyak lembaga yang mengelola hewan qurban dengan berbagai metode penyaluran, diantaranya ada relawan yang mengantarkan hewan qurban ke area-area terpencil atau ada lembaga yang mengolah dulu daging hewan qurban menjadi makanan kaleng ( kornet ) supaya distribusi dan konsumi bisa lebih lama lagi, suatu inovasi yang menarik.

Sapi siap Qurban

Tapi, kadang yang membuat miris adalah setiap tahunnya tetap saja banyak orang-orang penerima daging qurban berdesakan demi memperoleh sekilo daging qurban, hal itu bisa menjadi cermin bahwa kurang meratanya pembagian hewan qurban, Menurut hemat saya, seperti istiqlal, daripada ribet dan capek mengorganisir penyembelihan dan pembagian hewan qurban alangkah elok kalau hewan qurban itu dibagikan hidup ke setiap masjid atau mushola yang belum atau tidak mempunyai hewan qurban sehingga konsentrasi massa pengantri daging bisa terurai dan terpecah dimasing-masing area atau wilayah.

Semoga kedepannya semakin banyak Pahlawan BeQurban yang berbagi bahagia untuk sesama.

About these ads
5 Komentar leave one →
  1. 22 November 2011 07:49

    lha wong yang ngantre berdesakan itu juga banyak yang kemudian menjual dagingnya kepada penadah je, lha gmana ya?

  2. 22 November 2011 11:48

    @Sang Nanang : heeh mas, jadi kalo alurnya langsung ke masjid2 yg dekat dgn jamaah, akan ketahuan siapa saja penerima, klo seperti di istiqlal memang susah, kalo timbul pertanyaan gimana dgn gelandangan? maka itu bisa di koordinir oleh lembaga penyelenggara qurban swasta sperti yg dibuat kornet ituh.. :D

  3. 26 November 2011 00:36

    Ah yg di mesjid2 juga lum tentu bener…sy bbrp kali idul adha di tempt berbeda, kurban atw tdk, seluruh penduduk dekat mesjid ppasti rata kebagian…..jd aneh, sy sering kurban titip ke kampung halaman, ngampilan dekat pathuk, tp di sidoarjo sy tetep dapat bagian dr mesjid ddekat rumah…..piye jal?? Mungkin dah online ya…mesjid dekat rumah tahu sy kurban di daerah lain….qiqiqiqiqqi….

  4. 26 November 2011 09:00

    @sakgelemku : paling tdk sih meminimalisir rebutan dan antrian yg mengenaskan ituh, supaya ga di eksploitasi oleh media :D

  5. 22 September 2014 04:14

    gokiillll laahhh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.977 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: