Mudik, Tradisi Unik Tiada Henti
Mulai tahun ini saya mengikuti tradisi orang-orang kebanyakan dihari Lebaran, yaitu MUDIK. Setelah selama 10 tahun-an tinggal di Jogjakarta, saya jarang sekali merasakan arus mudik, karena saat orang mudik ( paradigma saya : Mudik itu dari Jakarta – ke daerah2 diluar Jakarta ) maka saya mudiknya melawan arus menjadi balik ( dari daerah2 luar jakarta kembali ke daerah jakarta atau sekitarnya ). Selama di Jakarta bila mudik saya merasakan “keistimewaan” karena jalur mudik saya melawan arus mudik yang artinya itu lebih lengang dan lancar, tidak terjebak macet, dan begitu juga saat saya balik ke Jogjakarta, maka sayapun melawan arus balik dan lalulintas lebih lancar.
Tapi untuk tahun ini dan mungkin seterusnya ‘Insya Allah’ saya akan mengikuti tradisi yang sama dengan kebanyakan saudara2 yg merayakan kemenangannya dengan mudik.
Tahun ini saya mudiknya tgl 4 Syawal, asumsi saya itu sudah masuk arus balik, jadi otomatis arah Jawa ( Jogjakarta ) sudah lengang, ternyata asumsi saya salah, karena ketika sudah tiba ke stasiun padalarang ( seperti biasa tradisi kendaraan utamanya adalah kereta api
). tapi baru masuk stasiun udah ada tulisan “Tiket Kahuripan arah kediri, hari ini sudah habis” .. alamakkk matek aku *lebay* karena alamat batal berangkat, PT KAI sekarang sudah mulai ketat dalam penjualan tiket ekonomi supaya tidak overload dan bisa nyaman bagi penumpang, sudah putus asa saja karena nyaris batal, tapi disaat galau menghinggapi tersebut, tiba2 ada seorang bapak yang mendekati loket dan hendak membatalkan pembelian tiket kereta ekonomi, dengan insting calo saya langsung sambar itu tiket dan teliti, ternyata tanggal berangkat dan tujuan sama yaitu Lempuyangan, yiihhaa.. saya girang bukan kepalang dan langsung saya Cash 30.000,- dengan harga asli 29.000,- kelebihannya itung2 tanda terima kasih
.
Saat itu waktu menunjukkan pukul 18:00, masih 2 jam lagi menuju keberangkatan kereta, namun karena takutnya kereta segera penuh sesak, saya pun membooking tempat terlebih dahulu dan menyempatkan untuk Magriban + jamak Isya’ sekalian.
Alhamdulillah mudik saya lancar sampai Jogjakarta pukul 06:30 pagi hari berikutnya. Dari pengalaman Mudik tahun ini dengan armada kereta api adalah :
1. Tidak ada tiket ekstra yang dijual berlebihan, sehingga penumpang berjejal ditengah gerbong penumpang.
2. Adanya gerbong ekstra, untuk tameng bila kereta menyeruduk atau diseruduk, jadi rangkaian gerbong 8 , yang bisa diisi penumpang hanya 6 gerbong saja.
3. Segera pesan tiket min -7 hari sebelum keberangkatan, karena bila hari H berangkat, jangan harap dapat tiket, maka wajar bila dihampir semua Stasiun pemberangkatan dari jawa ke arah bandung / jakarta banyak penumpukan penumpang karena tidak kebagian tiket.
4. Kebersihan dan ketertiban penumpang lebih terjaga, tiket sudah diperiksa oleh petugas Polsuska 1 jam sebelum berangkat untuk antisipasi penumpang tanpa tiket dan penumpang salah tanggal.
Cuma ada 1 saran yang mungkin bisa diperhatikan oleh PT KAI adalah : Sediakan tiket cadangan yang dijual di hari H keberangkatan untuk antisipasi penumpang yang berangkat mendadak dan tidak bisa beli tiket jauh2 hari karena belum adanya kepastian libur lebaran.
Tulisan berikutnya tentang pengalaman berjejalan menjadi penumpang arus balik dari Jogjakarta ke arah Bandung / Jakarta.

kapan ki ke Jogja lagi?
@ikhsan : Wah belum tahu ni gan, secepatnya bisa kejogja hehe, Met nganten anyar ah..
kapan ki ke Magelang lagi?
@Yudha : segera gan meluncur ke magelang kembali
Kapan balike kang…?
kata Mudik = Pulang.. dari kecil paling suka tu ama kata2 itu, apalagi pas sekolah (SD, SMP, SMA) pas kerja juga.. hehehehe…
@maztrie : Informasi balik, tunggu posting berikutnya
@Daiichi : terlihat kalau seorang perantauan kekeke
@maztrie : informasi balik, tunggu postingan
@Daiichi : Ketahuan kalau tukang merantau mah
@Maztrie : Uwes Balik… hehehe
@Daiichi : Nasib perantauan tuh
pulkam memang salah satu cara untuk refreshing sambil melepas rindu dengan keluarga.. semoga mudik tahun depan bisa lebih terakomodir..
ah ra ngajak2 wae kok..
Kalo saya sih gak pernah mudik mas, keluarga semuanya di Jayapura, xixixi….
Tapi emang sih, mudik udah jadi tradisi masyarakat indonesia
@saya sendiri : gak mudik nih?
@eMo : ngajak kok
@Zippy : kira2 keuntungan apa kerugian tuh gak mudik?
moga aja dapat istri orang Aceh