Cerita Denny Indrayana tentang Razia Kepolisian di Twitter
#TL Denny Indrayana (twitter.com/dennyindrayana) tentang #Razia
Ini Timeline yg ditulis oleh @dennyindrayana di twitter seputar kisah #Razia oleh Pihak Kepolisian, dalam hal ini saya hanya merangkum dan mempublish kembali dalam posisi yg urut, tidak ada penambahan dan pengurangan dari point-point TL nya @dennyindrayana. Monggo disimak :
1. Jangan bayar denda razia di tempat. Dulu ada dasarnya. Sekarang sudah tidak. Datanglah ke sidang atau bayar dibank. #razia
2. Pagi tadi saya naik sepeda motor di suatu kota. Ada razia. Kami dicek tidak ada masalah. Surat lengkap, helm standar. #razia
3. Saya minta istri lihat kerumunan orang yang kena tilang. Saya menunggu di sepeda motor. Karena wajah saya dikenali. #razia
4. Istri kembali mengabarkan terjadi pembayaran di tempat. Satu pelanggar berkisar lebih kurang 30 ribu. Tidak ada tanda terima #razia
5. Saya kebetulan bawa kamera. Dengan helm standar terpasang, saya coba ambil gambar dokumentasi. #razia
6. Setelah terkumpul cukup bukti ganbar, saya tanya komandan lapangan, apa dasarnya pembayaran di tempat. #razia
7. Sang komandan ngotot ada dasarnya, sambil tunjukkan surat perintah razia dari atasannya. Saya tegaskan bayar di tempat tidak boleh #razia
8. Saya lepas helm. Polisi yang mengenali wajah saya meminta maaf dan mengaku salah. Razia segera berhenti. Polisi mengaku ditarget #razia
9. Saya tanya dapat berapa sekali razia. Disebut angka, tidak sampai 2 juta. Untuk dibagi-bagi hingga ke jaksa. #razia
10. Dia katakan berani jamin di kota lain juga begitu. “Kami hanya dapat tambahan biaya makan”, katanya.
11. Ini model corruption by need yang sudah parah. Corruption by greed lebih parah dan merusak. #razia
13. Setelah saya korek semua informasi, sang polisi berkata, “habis ini kami harus razia tempat lain, kejar target”. #razia
14. Sebentar saya masuk desa yg sulit sinyal, cerita # razia akan saya sambung lagi ketika sinyal kembali kuat.
15. Teman Polisi saya memastikan bayar razia di tempat sudah tidak boleh. Sebaiknya memang denda razia dibayar dng cara lain. #razia
16. Banyak contoh denda dikaitkan dengan kewajiban warga yang lain. Misalnya perpanjangan SIM, STNK dll. Tentu dng sistem yg canggih. #razia
16. Masalah razia ini adalah contoh yang ada di keseharian kita. Sebagaimana pungli koruptif lainnya. #razia
17. Peningkatan kesejahteraan adalah salah satu solusi. Tetapi itu hanya satu cara. Penyelesaian menyeluruh yang lebih diperlukan. #razia
18. Pungli razia: Corruption by need tentu tidak boleh. Meski corruption by greed yang harus dibasmi dan diberi sanksi menjerakan. #razia
19. Saya mesti matikan HP. Cukup di sini dulu. Semoga ada sedikit manfaat dari berbagi cerita tadi. #razia
Kalau soal urutannya ada yg kelewat atau dobel diangkanya, krn @dennyindrayana menggunakan HP.
ada komen dari @blontankpoer :
simak TL @dennyindrayana tentang #razia. kita tunggu kelanjutan konsekwensi hukumnya. media, wartawan, silakan kawal agar tak menguap!
juga komen dari @donmarut :
Di pengadilan lebih parah. Baru smpe di tparkir, org sdh bilang sidang sdh selesai. Bayar di bgn admin saja. Mahal. @dennyindrayana #razia
komen dari @arisudewo :
@dennyindrayana : di wonogiri #razia polisi biasa dilakukan di tikungan yg tak terlihat dr jauh. Pernah ada pmotor yg kaget dan jatuh..
Semoga rekap catatan dan cerita tentang #Razia ini menjadi bahan bagi kita sebagai masyarakat bagaimana menyikapi suatu #Razia yg digelar oleh Kepolisian.


ternyata satgas mafia hukum gak kebal razia juga ya
korupsi karena kepepet kebutuhan tapi dengan acara bagi-bagi sampe ke jaksa?
@ikhsan : karena pake helm standart tuh, coba gak pake helm malah disuruh lewat doang
@mas stein : klo info yg banyak beredar emang seperti itu, kita tunggu tindak lanjut denny indrayana apa setelah mendapat penemuan ini.
ya memang kondisinya sudah demikian parah, tapi pelaku kesalahan juga harusnya ‘sadar diri’ tidak mau bayar di tempat (alias memilih sidang atau cara penyelesaian yang sesuai prosedur) sehingga kejadian spt ini bisa diminimalisir.
@Yudha Karyadi : saya pernah bayar di Pengadilan, setelah sidang lewat ( salah liat jam sidang ) didalam ruang penebusan sim, saya asongkan kertas tilang, sang petugas mencari diberkas. karena tidak ada sang ibu bertanya :”eh berkas tilang miliknya AKBP anu dimana ya?” lalu dicarikan sama rekannya dan ketemu, dibendel berlabel AKBP anu tersebut STNK motor saya ada.
saya tidak begitu paham jg kenapa bendel kertas tilang berdasarkan Polisi yg menilang bukan dengan dasar lain, misal HARI/Tanggal/Bulan ketika tilang terjadi.
Lhoh kok isinya mirip dengan blog Jarwadi?
@za : kan emang ambil dr twitnya @dennyindrayana smua, awal akhirnya harusnya beda sih, inti informasinya dari sumber yg sama soalnya
di razia masih bisa update ya??
@andinoeg : kan dia mah gak melanggar makanya bs investigasi
tetep penak bayar di tempat, ora ribet
@suryaden : tetep penak rak bayar
Prangsaku…paling penak tur sehat yo mung Sepeda-Pancal…
Dijamin bebas Polusi dan…Pulisi
He he he…