Skip to content

Jengkol dan Petai

7 Desember 2009

Jengkol siap dimasak

Jengkol siap santap

Petai nunggu pembeli

Petainya menggiurkan.. laperr

Dua jenis lalapan itu ( menurut saya sih lalapan :D ) adalah menu favorit ketika makan, kalau sudah ketemu itu beuh kerasa kenyang setelah tambah nasi 2 kali tuh :mrgreen:

Banyak orang yg menikmati dua jenis lalapan ini tapi juga banyak yg tidak suka karena baunya yg menyengat ketika selesai makan dan sisa pembuangannya yg keluar lewat air seni, tapi menurut saya aromanya itu ada feature tambahan pengkonsumsi jengkol dan petai hehehe.

Saya lupa sejak kapan menjadi penyuka Jengkol dan Petai, yang jelas ketika saya kenal sudah doyan dan hobby, oh ya partner makan jengkol dirumah adalah dengan ayah saya sendiri, karena itu kali saya jadi ikutan doyan padahal adik-adik saya tidak begitu doyan, kalau saya berbagai olahan jengkol pasti suka. Mulai di lalap mentah, digoreng seadanya dan yg paling mantep kalau sudah disemur.. hmm… *ngilerdotkom*.

Ada efek yg ditakutkan ketika orang mengkonsumsi jengkol yaitu Jengkolen dimana kondisi seseorang yg sudah buang air kecil karena ada gumpalan kandungan kapur dari jengkol yg tidak bisa dicerna. Risiko terkena jengkolan ini tidak tergantung pada banyaknya jengkol yang dikonsumsi, tetapi bergantung pada kerentanan tubuh seseorang. Orang yang rentan, mengonsumsi sedikit jengkol saja dapat menyebabkan terjadinya jengkolan. Apa yang memengaruhi kerentanan seseorang terhadap asam jengkolat belum jelas, tapi diduga akibat faktor genetik dan lingkungan.

Jengkol atau Jering atau Pithecollobium Jiringa atau Pithecollobium Labatum adalah tumbuhan khas di wilayah Asia Tenggara, termasuk yang digemari di Malaysia, Thailand dan Indonesia terutama di wilayah Jawa Barat yang seharinya dikonsumsi 100 ton.

Nah sebenarnya saya penasaran ada gak sih manfaat dari jengkol? setelah saya cari-cari paling tidak ada beberapa kandungan menggembirakan dari jengkol, yaitu : karbohidrat, protein, vitamin A, vitamin B, Vitamin C, fosfor, kalsium, alkaloid, minyak atsiri, steroid, glikosida, tanin, dan saponin.

  • vitamin C terdapat kandungan 80 mg pada 100 gram biji jengkol, sedangkan angka kecukupan gizi yang dianjurkan per hari adalah 75 mg untuk wanita dewasa dan 90 mg untuk pria dewasa.
  • protein yang baik, yaitu 23,3 g per 100 g bahan. Kadar proteinnya jauh melebihi tempe yang selama ini dikenal sebagai sumber protein nabati, yaitu hanya 18,3 g per 100 g.
  • Zat besi, Jengkol mengandung 4,7 g per 100 g. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia. Remaja, wanita hamil, ibu menyusui, orang dewasa, dan vegetarian adalah yang paling berisiko untuk mengalami kekurangan zat besi. Di dalam tubuh, besi sebagian terletak dalam sel-sel darah merah sebagai heme, suatu pigmen yang mengandung inti sebuah atom besi.
  • Kandungan kalsium, yaitu 140 mg/ 100 g. Peran kalsium pada umumnya dapat dibagi menjadi dua, yaitu membantu pembentukan tulang dan gigi, serta mengatur proses biologis dalam tubuh.
  • Kandungan fosfor pada jengkol (166,7 mg/100 g) juga sangat penting untuk pembentukan tulang dan gigi, serta untuk penyimpanan dan pengeluaran energi.

Nah ternyata banyak kan ya manfaat dari jengkol. Lalu apa sih manfaat dari petai, yg baunya melebihi jengkol dan terkadang orang mengatakan jangan bareng makan jengkol ama petai karena kalau jengkolen akan lebih parah, tapi sugesti itu tidak berlaku, saya biasa menikmatinya bersama :mrgreen:

Petai yang dikenal dengan nama latin Parkia speciosa memang ada yang mengatakan bahaya bagi penderita ginjal, dan ada juga yang mengatakan baik untuk ginjal. Hal ini sebenarnya tidak perlu dibingungkan, karena kedua statement ini benar. Tidak ada yang salah. Hanya perlu ditambahkan bahwa dalam mengkonsumsi petai harus juga dilandasi dengan “jalan tengah” yaitu tidak berlebihan.

Petai berbahaya bagi ginjal, karena banyak mengandung asam amino. Dan hal ini juga yang menyebabkan aroma yang tidak sedap pada urine. Karena asam amino kaya akan unsur Nitrogen dan unsur Sulfur yang akan diubah menjadi gas menjadi Amoniak (NH3) dan Hidrogen Sulfida (H2S) (yang menyebabkan kentut bau).

Manfaatnya petai adalah adanya anti oksidan yg baik bagi ginjal karena kita tahu bahwa ginjal dan hati berfungsi membersihkan darah. juga mengandung asam amino triptopan yg dalam tubuh akan diubah menjadi serotonin yg akan menurunkan tingkat stress dan penenang alami.

Jadi jangan takut makan Jengkol dan Petai ya.. ada manfaatnya kok dan pastinya jangan berlebihan hihihi.

Sumber : Manfaat Jengkol dan Manfaat Petai

About these ads
22 Komentar leave one →
  1. 7 Desember 2009 11:41

    kalau gak mau bau jengkol pas pipis dan BAB, minumlah teh sob :)

  2. 7 Desember 2009 11:48

    klo yg ini kita cocok… ;)

    sampe pernah dikatain ‘penyuka ekstrem kuliner’ haha

  3. 7 Desember 2009 12:10

    @Red
    wah nice idea tuh.. :D

    @eMo
    hihihi,, sip deh.. :lol:

  4. 8 Desember 2009 08:06

    Parkia speciosa dicetak miring ya, kan sudah disebutkan huruf latin

  5. 8 Desember 2009 09:17

    @sunarno

    Siap pak, sudah dilaksanakan :D

  6. 8 Desember 2009 12:16

    aku sih suka petai. dan belum pernah makan jengkol.. tapi dari dulu pengen… :)

  7. 8 Desember 2009 16:18

    @noun : Ayo segera mencari jengkol dan rasakan… :mrgreen:

  8. 9 Desember 2009 00:41

    Tips menghilangkan bau mulut akibat petai adalah dengan makan jengkol. Untuk menghilangkan bau mulut akibat jengkol adalah dengan makan petai.

  9. 9 Desember 2009 08:33

    @Nahdhi

    Cerdas tenan… kekekeke

  10. 11 Desember 2009 15:49

    hmmmmm ……..ambune!!!

  11. 12 Desember 2009 10:56

    @Ndoro : ambune ngangeni hihi

  12. 16 Desember 2009 23:45

    menghilangkan bau pete ya pake jengkol
    dan
    menghilangkan bau jengkol ya pake pete

  13. 16 Desember 2009 23:45

    hayyah.. podo karo komene nahdi (doh)

  14. 17 Desember 2009 16:30

    @ciwir : hihihi.. ketok ne ra moco komen sak duwure :p

  15. 19 Desember 2009 23:22

    wah, aq kalau lihat petai tuh pinginnya ngremus saja looh he he….
    nyam nyam nyam………..
    tks 4 ur visit dan salam kenal sekalian tukeran link yuk

  16. 21 Desember 2009 08:58

    @Saffa’

    hihi.. asik ada kanca.. :D makasih juga dah mampir..

  17. 20 Februari 2010 08:12

    ssstttt jangan bil;ang2 yak, klo gw hobby makan petai ma jengkol…hahahahahhaha…

  18. 22 Februari 2010 23:14

    @leea : Pantesan baunya sampe sini :p

  19. ESTI WIDIATI permalink
    19 Februari 2011 01:57

    slurrrrrrpppttthhhhh……menu special tiap mlm minggu…ni namanya makanan priyayi,wajib ad…..sukaaaa bangeeddddd

  20. 19 Februari 2011 19:51

    @Esti : ahayy ada yg sama-sama penyuka jengkol nih :D

  21. 5 Agustus 2013 07:31

    kalo adna penyuka jengkol hilangkan baunya dengan kopi pahit sakja

  22. 15 Agustus 2013 15:37

    @yuyut Wahyudi : biasanya sih cukup permen kopi ato min aja :D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.869 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: