Debian Sosial Kontrak Free Software
GNU / Linux debian merupakan salahsatu distro linux yg lumayan mendapat tempat dihati penggemar open source, dan untuk memberikan keterjaminan bahwa Debian akan selalu free, maka direlease : Debian Social Contract sebagai acuan. Di distro watch sendiri, Debian berada di rating urutan ke #5 untuk page hit rangking. Berikut urutan 5 besarnya :
| 1 | Ubuntu | 2343![]() |
|---|---|---|
| 2 | openSUSE | 1527![]() |
| 3 | Mint | 1425![]() |
| 4 | Fedora | 1383![]() |
| 5 | Debian | 1191![]() |
dari 5 distro tersebut, yang base debian adalah : Ubuntu, Mint dan Debian itu sendiri.Berikut ini adalah isi dari kontrak sosial Debian dengan masyarakat free software :
- Debian akan tetap 100% bebas.
- Debian akan mengembalikan apa yang telah dikerjakan ke masyarakat free software.
- Debian tidak akan menyembunyikan permasalahan.
- Prioritas Debian adalah user dan free software.
- Menyiasati proyek yang tidak sesuai dengan standar free software Debian.
Untuk menyiasati proyek yang tidak sesuai dengan standar free software Debian, paket-paket Debian di kategorikan ke dalam section (disebut juga repositori oleh beberapa kalangan) :
- Section main : merupakan paket Official Debian.
- Section contrib : merupakan paket yang dilisensikan secara bebas, namun bergantung kepada software lain yang tidak free.
- Section non-free : merupakan paket yang memiliki lisensi yang membatasi, oleh karena itu di pertimbangkan sebagai program tidak bebas.
- Section Non-US/main : merupakan paket free, namun tidak dapat diekspor dari server di Amerika Serikat.
- Section Non-US/non-free : merupakan paket yang dipertimbangkan sebagai program tidak bebas. Paket-paket tersebut tidak dapat diekspor dari server di Amerika Serikat.
Selain repositori yang telah disebutkan diatas, masih terdapat beberapa repositori lain yang tersedia di Debian, diantaranya :
- Experimental, repositori ini tidak sepenuhnya menjadi bagian development dari Debian, biasanya digunakan sebagai tempat sementara untuk software test yang memiliki tingkat uji yang cukup tinggi. Dependensi paket repositori ini kebanyakan juga dapat ditemukan di-unstable. Debian biasanya memberikan peringatan untuk menanggung sendiri segala resiko yang terjadi, jika Anda ingin menggunakan paket yang terdapat pada repositori ini.
- Volatile Project, repositori ini menyediakan update rilis stable dan oldstable untuk aplikasi yang fungsinya mungkin membutuhkan update secara berkala.
- Old Stable (oldstable), repositori ini merupakan repositori dari rilis (stabil) versi sebelumnya. Repositori ini didukung selama satu tahun setelah masa rilis versi stable berikutnya. Debian menyarankan untuk mengupdate ke versi stable yang baru, ketika versi stable ini telah dirilis.
Untuk ikut berkontibusi tentang debian, silahkan berkunjung ke Wiki Debian ID site.
Sumber :







lumayan rumit mas…
@Ndoro Seten
ya begitulah hehe..
perlu belajarr trus nich gw heheheh.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
wah… sip pokoke dukung terus Indonesia Goes To Open Sources…..
Ubuntu masih lebih oke, filenya tidak terlalu besar.
Fedora vs Debian, kayakya Fedora lebih top.. Benar gak?
lalu bagaimana bisa kok banyak juga distro yg sudah built-in paket-2 multimedia dan propietarinya (Linux Mint, Sabayon)? apa mereka ngga punya social contract sejenis?
@nahdhi
yup.. pokok e free os
@ech
Klo linux sih sangat subyektif tergantung sapa pake dan pertama kali merasa nyaman dengan sapa..
@dani
mungkin distro turunan debian dah ada agreement dengan induknya
vote for ubuntu n openSuse….hehe btw klo gratis tu fund nya dari mana ya buat ngebiayain projek?? dari jualan merchendise kah??
@sheed
agree
apapun yg penting opensource hehe.. kayaknya fundnya sih dari donasi dan rogoh kocek sendiri
aku dukung terus, smoga gratis oke deh?
@budi
Semoga tetep gratiss…