File Server : Install dan Konfigurasi Samba Debian Etch
Saat ini kebutuhan komunikasi multiplatform sudah sangat lazim dan lumrah. Salahsatu contoh aplikasinya adalah komunikasi data antara Platform windows dengan Linux. Dalam hal ini Linux yg mengalah dengan menciptakan suatu paket yg bisa mengsinkronkan komunikasi data dengan windows.
Samba begitulah paket ini dinamakan, apa sih samba itu? kalo kita baca dari site resminya samba, begini bunyinya :
Samba is software that can be run on a platform other than Microsoft Windows, for example, UNIX, Linux, IBM System 390, OpenVMS, and other operating systems. Samba uses the TCP/IP protocol that is installed on the host server. When correctly configured, it allows that host to interact with a Microsoft Windows client or server as if it is a Windows file and print server.
Nah sudah jelaskan kegunaannya samba? baik sekarang kita akan mencoba menginstall samba tersebut lewat GNU/Linux Debian.
Cara installasi di Debian amat sangat mudah, hanya tinggal menjalankan perintah :
~# aptitude install samba
Maka paket samba bersama semua dependensinya akan langsung terinstall. Bila sudah maka langkah berikutnya tinggal melakukan konfigurasi saja.
Nah disini saya akan mencoba memberi contoh sesuai kebutuhan di suatu warnet, karena sekarang rawan sekali dengan ada nya virus di windows, maka komputer user hanya berisi sistem operasi windows saja sedang penyimpanan data disimpan di server file berbasis Debian tadi.
Pengaturan Samba ada di posisi : /etc/samba/smb.conf , buka saja file tersebut, tp sebelum di utak atik pengaturannya ada baiknya kita rename saja pengaturan yg asli dan kita bikin file baru saja yg isinya pengaturan samba sesuai keinginan kita, me-rename dilakukan cara :
~# mv /etc/samba/smb.conf /etc/samba/smb.conf.bak
Setelah itu buka file smb.conf baru dengan mengetikkan perintah :
~# vim /etc/samba/smb.conf
Isikan file tersebut dengan configurasi dibawah ini :
pada posisi Global Setting :
#======================= Global Settings =======================
[global]
## Browsing/Identification ###
workgroup = J00NET
netbios name = J00NETserver
server string = %h server (Samba %v)
log file = /var/log/samba/log.%m
max log size = 1000
syslog = 0
guest only = yes
guest ok = yes
####### Authentication #######
security = share
encrypt passwords = true
passdb backend = tdbsam
obey pam restrictions = yes
guest account = nobody
invalid users = root
#======================= Share Definitions =======================
[Data User]
path = /a_reserve/DataUser
comment = Share Directories
browseable = yes
writable = yes
public = yes
available = yes
[Multimedia]
path = /b_reserve/Multimedia/
comment = Multimedia Share
browseable = yes
writeable = yes
public = yes
available = yes
Nah paling tidak ada 3 pendefinisian di server sambanya, yang paling utama adalah pengaturan di Share Definitionnya, karena kita akan membuka folder yg bisa diakses dari komputer windows.
Pengaturan disini di lakukan semaksimal mungkin saat user menyimpan data dia tidak sadar kalau datanya tersimpan di server linux bukan di windows. Dengan pengaturan diatas file / folder yg tershare dari samba bisa di modifikasi sedemikian rupa karena sudah writeable, Readable dan Executeable. juga disini dihilangkan unsur memasukkan user dan password ketika kita akan mengakses file sharingnya.
Bila sudah di konfigurasi, simpan dan restart sambanya dengan cara :
~# /etc/init.d/samba restart.
Untuk pengetesan silahkan di cek di windows dan diakses ip server sambanya lewat explorer. Selamat Mencoba





wah.. makin jago aja linuxnya bang ^^
pernah buat tutorial masang mrtg gak ?
wah hebat masnya linuxnya. Salam kenal ya.
Bagus juga tuh
@Gonezhar
makasih…
pernah aku tulis cara install MRTG coba cari di kategori tips dan trik aja
@Rian
Sip, salam kenal juga
@Pak Sunarno
Thx pak
makaci…atas informasinya…
perlu di praktekkin nih…tks
@theodora
makasih kembali
@cinker
wokeh monggo
makasih brooooo
@aidiel
Sip Sob
Good Job For This Script