Call Me Pak Dhe
Hayah…. nggak kerasa dah tambah tuwa aja perasaan…
Tepat tanggal 6 April 2008 aku punya keponakan laki-laki, adik ipar yg melahirkan. Karena ada dalam lingkup tradisi jawa, maka setelah diketahui HPL nya awal april, maka simbah dah siap2..
Mulai kerasa ada tanda2 si jabang bayi mo melongok dunia adalah jum’at sore, sang suami adik ipar merasakan pinggang ngilu dan linu ( pertama perkiraan hanya capek saja karena tiap hari PP antara tuntang dan Pingit Temanggung)
Sabtu ternyata sakit dan ngilu linunya pinggang sang suami tambah akut sedang sang istri masih saja sante dan ketawa ketiwi, dan setelah itu baru nyadar ternyata yg nglarani saat mo melahirkan adalah sang suami ipar
. (beruntung aku tidak merasakan itu
).
Minggu pagi diperiksakan ke bidan dan di vonis sudah bukaan 1 pintu gerbangnya, dan ternyata adik ipar masih bisa hilir mudik dengan santai sedang sang suami sibuk megang pinggang dan nyengirr..
.
Akhirnya jam 1 siang sang jabang bayi sudah mo mendesak keluar, dan diantar ke tempat bidan, tepat jam 3.25 keponakanku lahir dengan selamat, berat 2,6 kg tinggi 50 cm
Ada tradisi yg di lakukan sebelum melahirkan, diantara nya sang ibu di haruskan meminum rendaman air akar karomah yang sudah di jampi-jampi oleh si mbah putri, Juga semua jendela dan pintu yang ada dirumah harus terbuka serta semua perhiasan yg melekat ke si ibu juga harus dilepas agar mempermudah si ibu melahirkan, konon biar si bayi nya tidak terikat tali pusar.
Dan kepokanku bernama : Intan Ananda Jeconia
Semoga menjadi anak yang berbakti dan berguna bagi agama, nusa dan bangsa serta keluarga..



Selamat™ Pak Dhe!
Komentar oleh Goenawan Lee — April 9, 2008 @ 11:44 am
Selamat ya PAkdhe…
Komentar oleh stey — April 9, 2008 @ 11:45 am
selamat atas lahirnya sang keponakan, mas dobelden, semoga kelak menjadi generasi yang hebat. namanya bagus: Intan Ananda Jeconia. btw, pakai upacara tradisi jawa, tapi namanya kok ndak berbau jawa, yak, hehehehe
Komentar oleh sawali tuhusetya — April 9, 2008 @ 11:54 am
@Efendi
ah… khan jadi serasa tuwa
@Stey
makasih-kamsia maturnuwun
@pak Sawali
haha… klo nama dah modern pak, biasa anak muda jaman sekarang, kebanyakan sinetron
Komentar oleh dobelden — April 9, 2008 @ 11:59 am
wah slamat ya pakdhe
Komentar oleh hanggadamai — April 9, 2008 @ 12:42 pm
bertambah lagi pak dhe yang baru…
Komentar oleh otakiphan — April 9, 2008 @ 2:56 pm
@hanggadamai
makacih2
@otakiphan
buat persatuan pak dhe se indonesia seru juga kali yaks
Komentar oleh dobelden — April 9, 2008 @ 3:34 pm
Selamat™!!! makan-makan™!!!
btw, ajarin fonakannya ngeblog yak, fa’de!! mhuehuehuehue
Komentar oleh Hoek Soegirang — April 9, 2008 @ 7:21 pm
wah pakdhe….
minta duitnya dung..
Komentar oleh lahapasi — April 9, 2008 @ 8:10 pm
@Hoek Soegirang
haha… datang aja ke semarang, minggu ini sukuran :D, ntar pasti diajarin blog… paling nggak kata2 *GOBLOG*
@lahapasi
lhaaa… kapan jadi pakdhe mu? :p
Komentar oleh dobelden — April 10, 2008 @ 8:47 am
hmmmmmm sayah malah gak maok di panggil “pak”
Komentar oleh Abeeayang™ — April 10, 2008 @ 3:21 pm
@Abeeayang
nanti nasib akan berkata lain
Komentar oleh dobelden — April 10, 2008 @ 4:10 pm
semogah nasip kemudian hari ituh enyak ya, kang….seenyak buah mengkudu…
Komentar oleh Abeeayang™ — April 10, 2008 @ 5:07 pm
@Abeeayang
haha.. buah mengkudu enak… mendem mesti kowe… mendem monitor
klo ngajar tuh… dibawa relaxz dan guyon s*ru
Komentar oleh dobelden — April 10, 2008 @ 5:14 pm
Kok namanya Jeco, kayak donat ajah….
***Kabourrrr…***
Komentar oleh mbelgedez — April 10, 2008 @ 7:16 pm
Wah selamat ya… ntar ditulis bagi2 pengalaman gimana rasanya jadi paman/paklek
Komentar oleh deniar — April 11, 2008 @ 1:00 am
@mbelgedez
katanya artinya anugerah tuhan om…
@deniar
haha.. ntar saya buatin khusus dech,
klo sempetKomentar oleh dobelden — April 11, 2008 @ 9:28 am
hihihi…
kemaren masih dipanggil ‘dek’ skrg ‘om’
Komentar oleh syafriadi — April 11, 2008 @ 4:17 pm
@syafriadi
dunia cepet berubah yaks
Komentar oleh dobelden — April 11, 2008 @ 7:06 pm