Bakecrot dan Kelemet, olahan Singkong
Siapa sih yang tidak kenal dengan singkong/cassava/manihot utilissima? Indonesia termasuk tempat berkembang biak yang baik untuk tanaman umbi ini dan hampir tersebar diseluruh nusantara dari sabang sampai merauke.
Saya tidak akan membahas soal sejarah kenapa singkong ada di Indonesia, tetapi saya akan coba menguraikan pemanfaatan dan pengolahan singkong menjadi camilan atau pangan substitusi pengganti pangan pokok yaitu beras, karena seperti data yang diberikan pemerintah ( walau ragu dengan data itu ) bahwa Indonesia termasuk negara dengan tingkat konsumi beras tertinggi didunia, dimana setiap tahunnya tidak pernah berimbang antara produksi sama konsumsi, sehingga menjadi pembenaran bagi pemerintah untuk mengimport beras.
Sebenarnya pemerintah tidak perlu susah-susah keluar anggaran untuk mengkampanyekan dan menyarankan masyarakat untuk mulai melirik sumber karbohidrat lain seperti Singkong walau sang menterinya pun baru belajar makan singkong ( makan singkong aja harus dieksperimen karena takut gak cocok diperutnya kali), karena dengan keterbatasan yang dimiliki oleh sebagian masyarakat indonesia, kreatifitas mengolah singkong ini sudah ada sejak jaman penjajahan, salahsatu pangan yang dibuat adalah tiwul/oyek, saya sendiri mulai mengenal dan mengkonsumsi thiwul itu sejak usia 8 tahun ketika berkesempatan untuk menikmati kehidupan sejuk dan nyaman di pedalaman kabupaten batanghari jambi, tepatnya di area transmigrasi DurianLuncuk VII.
Baiklah, sudah bercerita soal pengenalan singkongnya, sekarang saya akan mencoba memberi resep sederhana menu pengganti makan ( siang, sarapan, malam ), yaitu membuat camilan berbahan dasar singkong : Bakecrot dan Kelemet
Bahan-bahan :
1. Singkong 4 buah
2. Kepala parut ( kelapa yg blm begitu tua lebih baik )
3. Gula Jawa ( Gula Merah ) 1/2 Kg.
4. Daun Pisang
5. Garam Secukupnya.
6. Daun Pandan ( alternatif untuk pewangi )
Cara Pembuatan :
Parut halus 4 buah singkong yang sebelumnya terlebih dulu dikupas dan dicuci bersih, setelah itu parutan singkong di peras untuk mendapatkan aci atau santan singkongnya, dan setelah mengendap, aci singkong dicampurkan kembali ke parutannya.
Campurkan parutan kelapa dan parutan singkongnya, kasih garam secukupnya. Bagi dua parutan singkongnya, yang bagian pertama akan dibuat kelemet dengan cara campur aduk rata gula dengan parutan singkong sampai kalis dan siap dibungkus. yang bagian kedua untuk bakecrot tinggal di bungkus pakai daun pisang dan ditengahnya dikasih gula.
Setelah selesai tinggal dikukus selama 25 menitan dan angkat serta sudah siap dihidangkan, jujur untuk rasanya amat sangat istimewa dan membuat ketagihan.
Cara sehat singkat dan ekonomis membuat makanan olahan dari singkong.
Berikut dokumentasi pembuatannya :
Tampilannya menggiurkan bukan? mau kursus cara membuatnya? boleh kok
Note :
Bakecrot = bahasa sunda , kenapa disebut bakecrot karena ketika digigit tengahnya akan keluar “crot” gula merahnya.
Kelemet = Bahasa Jawa ( papais = sunda ) karena aslinya setelah dibuka dan diiris2 siap santap, dikasih air santan diatasnya.
Mempassword Squid dengan htpassword di Ubuntu Server 11.10
Hari ini sukses mengkonfigurasi squid di Ubuntu Server 11.10 dan sebenarnya sih settingan basic sekali belum ada hal yang istimewanya, cuma membaca kembali panduan yang ada di sini dan di sini.
Langkah berikutnya yang saya coba adalah mempassword squidnya, agar ketika ada orang akses, walau sudah konek secara wireless ketika akan browsing dipaksa untuk login dengan menggunakan username dan password yang sudah dibuat menggunakan htpassword.
Cara mengaktifkan htpassword terlebih dahulu adalah menginstall apache2, caranya gunakan apt-get saja, dan saya menggunakan NCSA Authentication Helper. Ikuti langkah-langkah sebagai berikut:
1. Membuat Direktori untuk menyimpan Username dan Password htpasswordnya.
misal: # mkdir /usr/lib/squid/ncsa //*dimaksudkan spy 1 direktory dengan squidnya.
2. Jalankan perintah htpassword langsung dari terminal, misal :
~#htpasswd -c /usr/lib/squid/ncsa/login.auth dobelden //*opsi -c untuk create user pertama kali, kalau akan menambahkan user, perintah sama tanpa ada -c nya.
Perintah diatas berarti kita membuat direktoru login.auth dan user dobelden, ketika dienter akan ada perintah masukkan new password, ikuti saja.
3. Edit Settingan /etc/squid/squid.conf pada bagian berikut :
auth_param basic realm Squid-Proxy-Server
auth_param basic program /usr/lib/squid/ncsa_auth /usr/lib/squid/ncsa/login.auth
auth_param basic children 5
auth_param basic credentialsttl 2 hours
auth_param basic casesensitive off
acl ncsa_users proxy_auth REQUIRED
4. Pada bagian http_access dibawah http_access jaringan lokal kita, pasang :
http_access allow ncsa_users
Setelah itu restart squidnya, dan silahkan ditest dengan koneksi luar, atau dari jaringan eksternal kita, dengan memasang manual di internet option browser kita, kalau di Firefox ada di Menu-Option-Option-Advanced-Network-Setting dan isikan IP server Proxy kita dan test dengan browsing, bila sudah ada tampilan request Username dan Password brarti settingan kita sudah berhasil.
Demikian cara settingnya, semoga bermanfaat.
Jenang Kudus Mubarok vs Mubaroha
Indonesia.. ya negara tercinta ini, negeri gemah ripah loh jinawi yang konon nglempar sembarang ranting aja bisa tumbuh.
Nah yang juga subur adalah kreatifitas para pengusaha atau tepatnya kreatifitas masyarakat dalam menyiasati makin sulitnya hidup divnegara kaya raya ini. Salahsatu siasat yang kreatif itu adalah dengan menduplikasi dan memiripkan produk dengan produk yang sebelumnya sudah tenar.
Contoh gamblang, tidak susah kita menemukan merk-merk mirip dan serupa tapi tak sama dari produk rokok, baik yang sudah berpita cukai maupun yang konon ilegal.
Di Jogjakarta tiruan merk banyak ditemukan pada produk makanan Bakpia, dan semua mengakui sebagai yang tertua dan yang asli, padahal bagi lidah saya sih rasanya sama saja seperti kue pia yang biasa orangtua saya buat jaman saya SD
.
Pengetahuan saya terbatas ketika mengenali dan mengingat produk jenang kudus yang kesohor, karena sepengatahuan dan seinget saya bahwa jenang kudus yang tenar dan terkenal itu adalah jenang Kudus Mubarok, dan bila teman kudus mudik, biasanya selalu membawa oleh-oleh Jenang Kudus Mubarok bukan yang lain, jadi ketika adik saya pulang darmawisata dari daerah kudus, membawa 2 kotak Jenang yang casingnya saya kenal otomatis ingatan saya menuju ke Jenang Kudus Mubarok yang kesohor ituh, eh ternyata setelah saya teliti dengan amat sangat seksama merknya ternyata lain, yaitu : Jenang Kudus Mubaroha
Penampakan Mubaroha :
Penampakan Mubarok :

Dan ternyata lidah saya yang tidak bisa membedakan antara yang enak dan gak enak ini, ketika mencicipi jenang Mubaroha ini langsung memberikan testimoni bahwa rasanya emang jauh lebih enak yang merk Mubarok ( bukan promo lho ini
).
Jenang kudus mubarok pun sudah banyak varian produk ternyata dan terdisplay dengan rapi di Official Website mereka yaitu : Mubarok Food.
Tapi soal makanan, asal halal dan gratis mah yang ada hanyalah Enak dan Enak Banget hehe.
Cara Mengendarai Motor yang Aman dan Nyaman
Sebagai motoris yang setiap harinya berangkat pulang kerja menggunakan Roda Dua/Motor selalu berusaha mencari cara dan berkendara dengan aman dan nyaman, atau istilahnya adalah Safety Riding.
Namun sekarang juga ada kampanye Preventif Riding yaitu menyiapkan segala sesuatunya, mulai dari Kesiapan kendaraan/motor, Kesiapan bahan bakar, Kesiapan diri dan peralatan untuk dipakai selama berkendara agar selamat dan enak dalam perjalanan.

Pemicu Kecelakaan
Tapi harus diingat juga, bahwa ketertiban dan kehati-hatian kita dalam berkendara yang utama adalah untuk keselamatan diri, dan tidak harus menjadi emosi tinggi ketika ada orang lain yang tidak berkendara dengan baik, entah karena ketidaktahuan atau karena punya nyawa dobel, yang namanya dijalan raya adalah areal yang super duper berbahaya dan full warning. Saya sendiri mempunyai pengalaman yang tidak mengenakkan ketika kejadian diprempatan lampu kuning ( krn sudah larut malam ) kendaraan dihantam dari arah berlawanan sehingga adik kandung sayapun menjadi korban dan harus dirawat di RS seminggu, dan banyaknya traffic lights yang hanya jadi pajangan saja.
Berikut saya temukan tips berkendara ala Mick Doohan yang diposting detikoto yaitu :
1. Siapkan jarak dengan kendaraan depan. Jarak minimal dengan kendaraan di depan bisa diukur dengan aturan hitungan waktu 2 detik. Jadi jika sesuatu terjadi di depan kita, kita bisa bereaksi dengan tepat dan keluar dari masalah.
2. Ketika harus menyelip-nyelip di antara kendaraan, selalu asumsikan kendaraan di depan tidak tahu motor Anda akan masuk di antara celah-celah sempit. Jangan mengharapkan kendaraan tersebut tahu kalau motor yang Anda kendarai akan menyelip.
3. Blind spot merupakan masalah besar bagi pengendara motor. Apalagi dengan spion yang kecil dan menggunakan helm, akan lebih banyak banyak blind spot. Selalu menengok ke kiri dan kanan khususnya ketika mengganti lajur, atau memutar balik.
4. Anggap diri Anda tidak kelihatan. Berkendara lah seperti pengendara lain, pengendara sepeda dan pejalan kaki tidak melihat Anda.
5. Ketika mendekati perempatan jalan atau berkendara di jalanan padat, untuk menghentikan laju motor dengan cepat bisa menggunakan rem depan.
Mari nikmati perjalanan berkendara dengan aman dan nyaman serta membuat nyaman pengendara lain..
Pahlawan BerQurban
Di bulan November ini ada dua hari yang penting dikalender negara Indonesia, yaitu Hari Raya Iedul Adha dan Hari Pahlawan.
Hari Raya Iedul Adha diperingati berbarengan dengan sodara-sodara yang mampu sedang menunaikan Ibadah Haji. Iedul Adha disebut hari besar juga karena berkaitan dengan Besarnya Pengorbanan Nabi Ibrahim, Nabi Ismail dalam menghadapi ujian dari Allah swt.
Hari Pahlawan diperingati untuk mengingat pertempuran para pahlawan melawan sekutu di surabaya, dan setiap peringatan hari pahlawan juga biasanya dibarengi dengan penganugerahan Gelar Pahlawan untuk para pejuang kemerdekaan.
Dengan moment Iedul Adha ini seharusnya ada juga gelar pahlawan berQurban untuk insan-insan yang rela menyisihkan hartanya untuk menyembelih hewan qurban dan dibagikan kepada sodara-sodara sekeliling maupun sodara jauh yang membutuhkan. Saat ini ada banyak lembaga yang mengelola hewan qurban dengan berbagai metode penyaluran, diantaranya ada relawan yang mengantarkan hewan qurban ke area-area terpencil atau ada lembaga yang mengolah dulu daging hewan qurban menjadi makanan kaleng ( kornet ) supaya distribusi dan konsumi bisa lebih lama lagi, suatu inovasi yang menarik.

Sapi siap Qurban
Tapi, kadang yang membuat miris adalah setiap tahunnya tetap saja banyak orang-orang penerima daging qurban berdesakan demi memperoleh sekilo daging qurban, hal itu bisa menjadi cermin bahwa kurang meratanya pembagian hewan qurban, Menurut hemat saya, seperti istiqlal, daripada ribet dan capek mengorganisir penyembelihan dan pembagian hewan qurban alangkah elok kalau hewan qurban itu dibagikan hidup ke setiap masjid atau mushola yang belum atau tidak mempunyai hewan qurban sehingga konsentrasi massa pengantri daging bisa terurai dan terpecah dimasing-masing area atau wilayah.
Semoga kedepannya semakin banyak Pahlawan BeQurban yang berbagi bahagia untuk sesama.








