Lanjut ke konten

Sudahkah menjadi seorang sahabat ? — @philiptriatna

15 April 2014

Sifat dasar manusia memang mengutamakan ego dan menuntut, maka bila mau merendah dengan memberi adalah suatu hal yang menjadi prilaku langka di negeri ini.

Dua minggu lalu saya bertemu pak Philip Triatna, seorang Guru Akber Cianjur yang rela meluangkan waktu disela-sela kesibukannya untuk berbagi di Cianjur. Saat bertemu dan saya berkesempatan menginap pak philip meminta saya melihat video youtube tentang sahabat tiga masa, pesan sederhana lewat goresan lukisan tangan bu Julie sangat menyentuh dan rasanya menusuk tajam ke dalam diri ini.

Yaps, sisi egoisme saya selalu merasa harus menjadi yang diperhatikan bukan yang memperhatikan, harus menjadi yang dilindungi oleh sahabat bukan yang melindungi sahabat, dan terkadang saya merasa seorang diri tanpa punya sahabat, namun closing video tersebut menyentak dengan kalimat :”Jadilah sahabat untuk orang lain”

Bagi yang penasaran seperti apa sih videonya silahkan ditonton ya teman, semoga menginspirasi kita semua

Sahabat 3 masa

Workshop #InternetSafety dan Internet Right hari pertama

24 Februari 2014

Alhamdulillah, Saya mewakili RelawanTIK Cianjur berkesempatan mengikuti Workshop Internet Safety dan Internet Right, yang diadakan oleh ICTWatch bekerjasama dengan RelawanTIK Pusat di Cico Resort Bogor 19-21 Februari 2014.

Sangat banyak ilmu yang didapat dalam rangkaian workshop 3 hari ini, materi yang keren dibawakan dengan apik oleh narasumber dan dipandu oleh fasilitator keren juga.

Karena saya bersama RelawanTIK sukabumi harus menghadiri FGD #ICT4Kesehatan dengan Setda Kota Sukabumi, kami tiba di Bogor lebih telat dan sudah masuk sesi perkenalan antar Relawan yang mewakili 11 Propinsi/Kabupaten/Kota se Indonesia (Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, Papua, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur)

Pak @donnybu di awal Sesi

Pak @donnybu di awal Sesi

Setelah istirahat makan malam, sesi pertama workshop adalah “Hak Berekspresi dan Berinformasi” dengan tiga orang narasumber.

Pada kesempatan pertama, dari Elsam mas Wahjudi Djafar memaparkan tentang intervensi pemerintah akan hak privasi warga negara, contoh paling aktual yang disampaikan adalah soal perekaman data e-ktp yang ternyata dalam prakteknya melanggar aturan diantaranya aturan tentang tidak tercantumnya perintah perekaman retina mata, tapi pada prakteknya dilaksanakan. Juga yang tidak kalah penting untuk diketahui adalah bahwa perekaman e-ktp ini hanya mengandalkan Perpres tanpa ada undang-undang.

Kenapa ini menjadi rawan? karena data kita yang sudah direkam untuk e-ktp tidak ada jaminan payung hukum atau undang-undang bila pada prakteknya terjadi penyalahgunaan data privasi kita sebagai warga negara.

Pak Rapin Mudiardjo membahas tentang hak atas kekayaan intelektual, pemaparan lebih kepada gimana proses mengklaim suatu temuan itu menjadi hak milik kita tanpa perlu buru-buru didaftarkan HAKInya. Pak Donny BU menyampaikan hal menarik bagaimana proses mengakui hak cipta salahsatu produk Internet Sehat dengan cara dikirim via kantor pos dan Cap Pos menjadi bukti otentik tentang kepemilikan haki produk Internetsehat.

Pada sesi ini dibuatkan tantangan dengan membagi peserta workshop menjadi 3 kelompok, kelompok saya mendapat kesempatan untuk menjawab dua pertanyaan yaitu :

  1. Apakah karya tulis ilmiah sebaiknya diunggah ke internet secara keseluruhan? atau hanya abstraksinya saja?
  2. Apakah bisnis kita perlu diproteksi atau dibuat opensource saja.

Jawaban kami adalah sebagai berikut :

  1. Karya ilmiah yang akan bisa membantu peneliti berikutnya mengembangkan keilmuan maka sebaiknya diunggah secara keseluruhan, juga tujuan menggunggah adalah agar bisa meminimalisir plagiat dan copy paste secara membabi buta, karena tulisan kita yang sudah diunggah di internet akan abadi.
  2. Produk dan temuan bisnis kita tentu harus diproteksi untuk menjaga keberlangsungan hidupnya usaha kita.
Anggara Suwahyu

Anggara Suwahyu

Pembicara ketiga, Bapak Anggara Suwahyu membahas tentang kebebasan berekspressi di ranah maya, terutama adalah terkait social media, yang disoroti salahsatunya adalah pasal 27 ayat 3 UU ITE yang mengancam kebebasan berekspressi warga negara di ranah maya, juga ternyata terdapat banyak sekali tumpang tindih aturan antara UU yang satu dengan UU yang lain dan ini membuktikan bahwa produk legislasi DPR sangat lemah dan rawan kalah dalam gugatan, salahsatunya gugatan di MK, salahsatu hal yang mengkhawatirkan adalah bila kita mengunggah foto caleg pohon dengan slogan yang aneh-aneh di ranah maya dan sang pemilik foto merasa tidak terima dan mempermasalahkan ke jalur hukum, maka UU ITE bisa menjerat orang yang mengunggah foto tersebut.

Sesi hari pertama tak terasa berakhir dengan masih menyisakan rasa penasaran akan banyaknya pertanyaan, saking menariknya materi yang disampaikan waktu yang dijadwalkan sampai 21.30 pun berakhir pada pukul 22.30, Luar Biasa!

Jengkol, Kopi, Erupsi Gunung dan Pemimpin

21 Februari 2014
Istirahat Kopi

Istirahat Kopi

Pohon jengkol merupakan pohon yang menarik bagi saya. Selain teringat kenangan masa lalu, juga karena buah jengkol ini pernah menjadi fenomena dengan harga yang membumbung tinggi sampai 70rb/kg.

Ingatan kembali pada 1990-an ketika saya tinggal di Durian Luncuk Batanghari Jambi, sangat banyak pohon jengkol yang saya miliki, sejak usia 8 tahun saya sudah kenal dan menikmati jengkol, kini harganya mahal karena kelangkaan pasokan bisa dikarenakan sudah langkanya pohon jengkol.

Jengkol

Saya sangat tertarik dengan adanya pohon jengkol di sekitar Cico Resort ini saat Istirahat minum kopi, sesuatu yang langka di pulau Jawa saya menemukan pohon jengkol.

Lalu saya mengkhawatirkan eksistensi pohon ini, karena dengan semakin jarang dan langka pohonnya saya sebagai penggemar pun akan kesulitan menemukan dan menikmati buah jengkolnya untuk diolah menjadi Semur atau sekadar dilalap mentah cocol sambel.

Ah kebijakan pembangunan pemerintah terkait MP3EI sepertinya akan semakin menghilangkan kuantitas pohon jengkol yang ada di Indonesia. Pohon jengkol dengan akar tunggalnya bisa menjadi salahsatu tanaman produktif untuk menjadi tanaman diarea penyangga seperti lereng-lereng Pegunungan, sebagai penahan laju erosi dan penyerap air jika hujan tiba, lalu saya teringat saat ini sedang terjadi bencana Erupsi Gunung Sinabung dan Gunung Kelud, efek dan bahaya berikutnya yang mengancam setelah Letusan adalah Banjir lahar dingin karena bertepatan dengan musim penghujan, bila di area penyangga yang seharusnya ditanami pohon-pohon berakar kuat menghunjam bumi berubah menjadi tanaman sayuran, maka kita tidak bisa menyalahkan ketika banjir lahar ini menyapu habis kawasan yang ada di lereng-lereng gunung tersebut.

Apakah ini salah pemerintah? Secara jelas saya katakan iya, Pemerintah tidak pernah aware terhadap perambahan dan perusakan lereng-lereng Gunung untuk lahan pertanian tanpa memperhatikan kawasan penyangga bila bencana letusan gunung berapi  terjadi, tapi bila sudah terjadi bencana maka pemerintah harus sigap dalam tanggap bencana, dan segera tetapkan sebagai darurat nasional walaupun ini bencana di daerah, jangan sampai terjadi seperti perlakuan terhadap pengungsi Sinabung yang berbeda dengan pengungsi Kelud, ini sungguh ironis.
Penanganan, respon dan tanggapan pemerintah pusat dalam menangani masalah ini sangat lambat, kalau tidak dikatakan TERLAMBAT!

Karena keasyikan termenung memikirkan jengkol, Erupsi Gunung, Pemimpin saya menjadi lupa tidak menyeduh kopi saat istirahat kopi tadi.

*seadanya tulisan, hasil koreksi daeng @1bichara*

FGD #ICT4Kesehatan dengan Setda dan SKPD Kota Sukabumi

20 Februari 2014
Agenda

Agenda

Alhamdulillah, RelawanTIK Sukabumi mendapat kesempatan emas untuk memperkenalkan RelawanTIK pada Setda Kota Sukabumi beserta Jajaran SKPD pada hari Rabu, 19 Februari 2014 Jam 10.00.

Adapun Rangkaian acara FGD singkat ini fokus pada pembahasan akan di Launchingnya hastag #ICT4Kesehatan dan Aplikasinya pada saat Seminar Nasional dan Pengukuhan RelawanTIK Sukabumi.

Pak Sekda Membuka Acara FGD

Pak Sekda Membuka Acara FGD

Acara dibuka oleh bapak Setda DR Hanafie, beliau menyampaikan terkait issue launching aplikasi sistem informasi kesehatan berbasis komunitas, sehingga menjadi penting informasi ini dibagikan kepada seluruh SKPD untuk menjadi Perhatian.

Kang Gery Presentasi tentang RelawanTIK

Kang Gery Presentasi tentang RelawanTIK

Kang Gery pada kesempatan pertama mempresentasikan apa itu RelawanTIK dan seperti apa gerakan dan kiprah yang sudah dilaksanakan oleh RelawanTIK Sukabumi secara khusus dan RelawanTIK Indonesia secara keseluruhan.

Pak Iwan Presentasi Ttg Inovasi Aplikasi Sistem Informasi Kesehatan Komunitas

Pak Iwan Presentasi Ttg Inovasi Aplikasi Sistem Informasi Kesehatan Komunitas

Berikutnya Pak Iwan Permana dari STIKES Kota Sukabumi menyampaikan Ide awal kenapa harus ada Aplikasi Kesehatan Komunitas dan seperti apa urgensinya dalam mengawal pembangunan kesehatan di Kota Sukabumi dan Indonesia pada umumnya, sehingga aplikasi ini bisa memberikan input informasi bagi para pengambil kebijakan untuk semakin menyehatkan dan mensejahterakan rakyat. (detail datang ya di Seminarnya tanggal 22 Februari 2014 di Aula Kampus II STIKES Kota Sukabumi).

Kang Mulyana Sandi Memaparkan Aplikasi

Kang Mulyana Sandi Memaparkan Aplikasi

Terakhir Kang Mulyana Sandi menyampaikan progress secara teknis bagaimana ide diejawantahkan menjadi sebuah Aplikasi. Rancangan Aplikasi berbasis web ini juga sekaligus dikembangkan dalam versi mobile dan android Apps.

IMG_20140219_114638 IMG_20140219_120814 IMG_20140219_120345 IMG_20140219_120009Tanggapan SKPD

Secara Keseluruhan presentasi kami membuka bisa membuka cakrawala dan menjadi pintu awal untuk semakin mempererat sinergi antara relawanTIK dan SKPD di Kota Sukabumi, hal ini terlihat dari respon positif dari semua pihak yang hadir, bahkan Kadinkes Kota Sukabumi menawarkan ruangan untuk dipake oleh RelawanTIK Sukabumi untuk concern mengembangkan aplikasi ini, juga dari Kominfo Kota Sukabumi yang mempercayakan kepada kami untuk ikut berkiprah di Kota Sukabumi dalam pemberdayaan Masyarakat Informatif dan kabar gembiranya kami mewakili Kota Sukabumi dalam nominasi Anugrah IT Award Kominfo Jawa Barat.

Langkah awal yang menggembirakan bagi kami.

Safer Internet Day : Lets Create a Better Internet Together

7 Februari 2014
Safer Internet Day

Safer Internet Day

Safer Internet Day 2014 mengambil tema : Lets Create a Better Internet Together dan tahun ini dikonsentrasikan untuk Usia Remaja dan anak-anak agar lebih bertanggungjawab dalam menggunakan “Online Technologies and Mobile Phones” dan sudah banyak sekali negara-negara mengkonfirmasi untuk join dalam gerakan ini yang secara serentak akan dilaksanakan tanggal 11 Februari 2014.

Harian Kompas, 16 Januari 2014 memuat tulisan tentang predator online hasil penelitian Terre Des Hommes, sebuah organisasi sosial dari Belanda, yang membuat aksi “Stop Webcam Child Sex Tourism”. Mereka dalam waktu hanya dua bulan sudah menemukan 1000 orang predator pedofil online yg berbahasa inggris dan ada dari Indonesia! Tentunya masih banyak yg tidak terjaring karena belum tentu semua berbahasa inggris. Disebutkan salah satu penyebabnya adalah: rendahnya pengawasan orang tua!
Di Indonesia, Media Tempo, belum lama berselang melakukan investigasi kecil di ranah maya. Dalam 7 (tujuh) jam menggunakan identitas samaran, mengaku bernama Lisa, anak perempuan berusia 14 tahun, Tempo berhasil menarik setidaknya 75 diduga predator online yang menawarkan berbagai aktifitas seksual. Dan masih banyak lagi kasus-kasus lainnya (sebagian bisa disimak di tulisan ini: Pedofil Memangsa Anak Indonesia!)
RelawanTIK Indonesia akan berpartisipasi dalam event ini dengan mengambil tema : Keselamatan Anak Indonesia di Dunia Maya, untuk RelawanTIK Cianjur insya allah akan dilaksanakan bertepatan dengan kegiatan secara internasional dengan Agenda :
Hari / Tanggal : Selasa, 11 Februari 2014
Tempat : MTs Yapisal Cianjur
Peserta : Orang Tua Siswa dan Guru
Mengapa event ini penting untuk dilaksanakan dan menjadi tonggak untuk waspada akan bahaya Pedofilia di ranah online?
Berikut ini hanyalah sebagian kecil kasus di Indonesia yang berkaitan dengan keselamatan anak di internet  pada tahun 2013, yang sempat menjadi perhatian media massa:
-    Januari 2013, seorang siswi SMK di Makale – Tana Toraja, dibawa kabur oleh teman pria yang dikenalnya via Facebook .
-    Maret 2013, seorang siswi SMK di Jakarta Timur diculik oleh temannya di Facebook .
-    April 2013, seorang siswi MAN di Purworejo, diculik, disekap dan diperkosa oleh pelaku yang baru dikenalnya via Facebook .
-    Oktober 2013, seorang siswi SMP di Makassar diculik dan disetubuhi oleh seseorang yang dikenalnya di Facebook .
Kasus-kasus serupa ini berulang terus dari tahun ke tahun!
Hal ini tentunya harus menjadi perhatian bersama semua pihak agar kasus serupa tidak terus berulang di masa yang akan datang. Kepedulian dan kerjasama dari semua pihak, khususnya orang tua dan sekolah, menjadi salah satu kunci untuk dapat menjaga keselamatan anak di internet.

@RelawanTIKCjr terlibat Gerakan @desamembangun

5 Februari 2014
Peserta Lokakarya GDM Cieundeur

Peserta Lokakarya GDM Cieundeur

#1000webDesa yang digagas tim Gerakan Desa Membangun sukses hanya dalam waktu singkat, dan seperti yang diungkapkan oleh Jubir GDM kang Yossy Suparyo, setelah sukses #1000webDesa akan dilanjut ke #5000webDesa.

Gerakan Desa Membangun masuk pertama ke Cianjur melalui sebuah desa di Selatan Cianjur yaitu Desa Panyindangan, setelah itu pada Bulan Desember dan Januari lalu dilanjut Lokakarya GDM di Desa Cieundeur Warungkondang, untuk Bulan desember ada 5 desa yang mendapatkan domain dan untuk bulan Januari ada 8 desa, sehingga total sudah ada 13 Desa di Cianjur yang memperoleh domain .desa.id.

Pengaturan Google HangOut

Pengaturan Google HangOut

Pada Lokakarya GDM ke III tanggal 30-31 Januari 2013 selain pengantar tentang apa itu Gerakan Desa Membangun, juga ada sessi Pengenalan tentang :

  1. Video Confrence dengan memanfaatkan fasilitas Google HangOut; sehingga diharapkan semua desa bisa memanfaatkan fasilitas ini untuk melakukan koordinasi antar desa, pada sesi ini juga langsung dipraktekkan membuat account google dan aktivasi hangoutnya.
  2. Management Content WebDesa; sebuah web tentu tidak ada artinya bila tidak terdapat artikel atau tulisan yang update; pada sesi ini diajari bagaimana cara membuat sebuah artikel dalam webdesa, manajemen artikel, pembuatan kategori, menambahkan user sebagai contributor dan juga menambahkan foto dan video dalam tulisan sehingga tulisan menjadi menarik dan enak dibaca, juga yang tak lupa adalah bagaimana mencari materi/bahan tulisan dalam webdesa tersebut, antusiasme aparat desa untuk mengikuti sesi ini sangat tinggi sehingga waktu berjalan terasa begitu cepat.
  3. Pemanfaatan Social Media, ini berkaitan dengan mempromosikan webdesa dengan media sosial seperti Facebook dan Twitter, sehingga tujuan pengarusutamaan informasi desa akan tercapai.
Ujicoba Video Confrence dengan Pak Waldi

Ujicoba Video Confrence dengan Pak Waldi

Lokakarya ini adalah langkah awal untuk langkah-langkah berikutnya, dan sudah ada permintaan untuk melanjutkan lokakarya untuk desa-desa area Cipanas yang akan digagas oleh Desa Cibadak Cipanas.

Pelatihan Cara Menulis artikel di Web Desa

Pelatihan Cara Menulis artikel di Web Desa

Selama 2 hari, aparat desa mendapatkan materi yang sangat bagus dari tim Gerakan Desa Membangun yang didampingi oleh RelawanTIK Cianjur.

Donasi Pengungsi Letusan Gunung Sinabung

21 Januari 2014

Mengejutkan ketika pertama kali mendengar Gunung Sinabung Meletus, dan mulai banyak berseliweran foto-foto penampakan wedus gembel dan juga kabut pekat yang menyelimuti kawasan Kabupaten Karo Sumatera Utara, Saya pernah menginjakkan kaki di daerah Brastagi dan ternyata di sekitaran Brastagi pun sudah terlihat abu vulkanik menutupi jalan dan lingkungan sekitarnya.

Gunung Sinabung merupakan salahsatu Gunung yang termasuk dalam Gunung Type B yang pengawasannya tidak seperti Type Gunung A, jadi ketika Gunung ini meletus tentunya mengagetkan semua pihak, karena tercatat terakhir kali meletus adalah tahun 1600 an, atau kurang lebih 400thn yang lalu, dari sejak meletus kembali hingga kini brarti sudah 3 tahunan dan intensitas letusan Gunung Sinabung blm ada tanda-tanda akan berakhir, Hingga akhirnya pihak PVMBG Memasukkan Sinabung sebagai Gunung dengan Type A untuk bisa lebih terpantau aktivitas Vulkaniknya.

Seiring waktu dan semakin seringnya letusan, maka otomatis berdampak pada penduduk disekitar lereng Gunung Sinabung yang harus mengungsi, hingga sekarang ini jumlah pengungsi sinabung sudah mencapai 28.221 Jiwa, ini tentu menimbulkan kekhawatiran korban akan nasib dan masa depan mereka karena belum adanya kepastian kapan Letusan Gunung Sinabung ini akan berhenti.

Karenanya, sudah sepatutnya kita ikut membantu meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Tanah Karo ini dengan memberikan bantuan materi yang nantinya akan dikoordinir dan disalurkan oleh rekan-rekan dari Blogger Medan, bagaimana cara penyalurannya, silahkan simak edaran dari rekan-rekan Blogger Jogja dibawah ini.

Donasi Sinabung

Donasi Sinabung

Tentunya segala bantuan dan upaya kita dapat meringankan beban saudara kita di tanah karo selama dalam pengungsian dan harapannya untuk segera juga pemerintah pusat menyatakan status Darurat Bencana Nasional untuk Korban Letusan Gunung Sinabung ini.

Untuk menyebarkan informasi bantuan Korban Letusan Gunung Sinabung, silahkan di share Dokumen ini.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.716 pengikut lainnya.