Skip to content

Jamaah Haji Indonesia Nikmati Program Indosat Haji 2014

7 September 2014

Senin (1/9) yang lalu Menag Lukman Hakim S resmi melepas keberangkatan Kloter Pertama Jamaah haji Indonesia ke Tanah Suci, sebanyak 4.605 orang dari 11 Kloter akan mendarat pertama kali di Tanah Suci guna menunaikan Rangkaian Ibadah Haji tahun ini.

Indonesia termasuk negara dengan jumlah jamaah haji terbanyak tiap tahunnya karena mayoritas umat islam dan semangat menunaikan Ibadah haji rakyat Indonesia sangat tinggi, hal ini terbukti dengan antrian pendaftaran haji reguler sudah masuk masa tunggu sampai tahun 2018, Luar biasa.

Ternyata banyaknya jamaah yang berangkat ini merupakan peluang bisnis menggiurkan bagi seluruh Operator Seluler di Indonesia, Termasuk Indosat yang tahun ini meluncurkan Program Indosat Haji 2014, yang jelas sih program Indosat ini merupakan program dan penawaran termurah dibanding kompetitor yang lain.

Program Indosat Haji 2014

Program Indosat Haji 2014

Selama menjalankan rangkaian Ibadah haji tentunya ingin saling berkirim kabar dengan sanak keluarga di tanah air, ataupun keluarga yang ingin tahu kabar yang ditanah suci semakin dimudahkan, setiap hari mendapatkan gratis 5 menit menerima telpon dari Indonesia menggunakan nomor Indosat (sesama Indosat ), mungkin akan ada pertanyaan kok bentar banget 5 menit, menurut saya berkomunikasi dengan keluarga tiap hari 5 menit itu sangatlah cukup.

Belum lagi bila isi ulang pulsa 100.000 akan langsung mendapatkan bonus pulsa 20.000 yang bisa dipakai selama di Arab Saudi dan berlaku selama 7 hari, kurang apa coba? Tentunya bonus ini berlaku untuk pelanggan prabayar ya, untuk memastikannya bisa cek bonus kita dengan menekan tombol *122*501#

Bagi yang ingin narsis selama di tanah suci? Atau masih harus cek bisnisnya dengan update email disela-sela pelaksanaan Ibadah haji? Bisa juga daftar langganan paket data untuk prabayar dengan pilihan paket seperti dibawah ini :

Type Shortcode (Rp) Charging (Rp)

Pendaftaran Paket 10 Hari

Pendaftaran Paket 20 hari

Pendaftaran Paket 40 hari

*122*502#

*122*503#

*122*504#

200.000

350.000

500.000

Cek Status *122*505# GRATIS
Unregister *122*506# GRATIS

Dengan pilihan paket itu membuat kita bisa menyesuaikan dengan kebutuhan, untuk lebih detailnya bisa berkunjung ke www.indosat.com/haji .

Alhamdulillah dengan Progam Indosat Haji 2014 ini, Silaturahmi antara jamaah haji dengan keluarga di tanah air tidak akan membuat kantong bolong karena tarif hemat yang ditawarkan, Selamat menjalankan ibadah haji Jamaah Indonesia, semoga menjadi haji yang mabrur.

Jamu yang terlupakan dan dirindukan

3 September 2014

Kapan anda terakhir mengkonsumsi jamu? dalam pikiran kita ketika mendengar kata jamu adalah minuman pahit yang ketika akan meminumnya harus ada segelas penawarnya, padahal menurut saya pengertian jamu itu sangat luas, tidak melulu harus yang mengandung tanaman pahit seperti Brotowali, tapi juga yang mengenakkan dan menyegarkan seperti seduhan jahe dengan gula aren.

Ciplukan

Sejarah jamu sudah cukup lama berkembang, bahkan ditemukan dalam relief candi borobudur, dimana ada relief batu yang dipakai untuk menggiling tanaman untuk menghasilkan serbuk dan ekstrak tanaman, dimana dipakai untuk kesehatan ataupun perawatan kecantikan.

Seiring berkembangnya jaman, Tanaman jamu yang banyak khasiatnya semakin ditinggalkan dan orang-orang mulai beralih ke pengobatan kimiawi, padahal negara-negara barat sudah mulai kembali melakukan gerakan back to nature, bahkan seorang warga negara asing sengaja mendedikasikan dirinya meneliti tentang jamu tradisional ini dan menerbitkan buku “Jamu; The Ancient Indonesian Art of herbal healing“.

Tapi tetap ada kabar gembira, karena mulai banyak kembali orang yang peduli dengan jamu yang diistilahkan dengan herbal dimana inipun menjadi polemik yang berkepanjangan antara kutub pengguna herbal dengan pengguna obat-obatan kimiawi, saling serang argumen dan menurut saya itu baik untuk bisa memberikan kajian lebih jauh tentang pemanfaatan produk jamu/herbal ini.

mangkokan

Pemerintah sendiri sudah mendaftarkan jamu sebagai sebagai Warisan kebudayaan dunia ( World Cultural Heritage ) ke UNESCO, untuk semakin menguatkan bahwa jamu sebagai warisan leluhur sudah sepantasnya diangkat keberadaannya untuk keberlangsungan aneka hayati yang dijadikan jamu juga tentunya untuk menjaga kesehatan kita sendiri.

Bagaimana langkah mempertahankan jamu tetap ada? salahsatunya dengan menggalakkan kembali gerakan Tanaman obat keluarga (TOGA) yang berisi aneka tamanan jamu/herbal yang bisa digunakan ketika anggota keluarga kita memerlukannya, siapa yang tidak kenal dengan jahe, kunyit, kencur? bahan-bahan yang rata-rata terdapat dibumbu masak ini mempunyai khasiat dahsyat untuk kesehatan, belum lagi lalapan seperti beluntas, kenikir, pegagan,mangkokan, kecombrang, dan banyak lagi, sebagai menu lalapan tapi juga berkhasiat.

Tanaman perdu yang tumbuh liarpun tak kalah banyak khasiatnya dan orang sudah banyak yang lupa, seperti Meniran, Ciplukan, Ki urat dan Bandotan yang mempunyai khasiat yang bagus untuk menjaga kesehatan.

Saya dan keluarga sebagai orang sunda menu lalapan yang disebutkan diatas tak terlewatkan untuk dikonsumsi dan pertolongan pertama saat sakit cukup memetik tanaman obat yang ada disekitar kita.

Namun perlu diakui seiring perkembangan jaman dan menyempitnya lahan terbuka hijau membuat masyarakat, terutama perkotaan sulit memperoleh tanaman jamu yang segar, sehingga ini menjadi peluang bagi pengusaha untuk mengembangkan produk siap saji dan siap seduh dalam bentuk serbuk ataupun ekstrak, tapi hal ini juga menjadi tantangan bagi pemerintah dan BPOM untuk ketat mengawasi dari peredaran jamu/herbal palsu yang malah akan merugikan konsumen bahkan berefek buruk pada kematian.

Pustaka :

http://biofarmaka.ipb.ac.id/publication/journal

http://biofarmaka.ipb.ac.id/brc-upt/brc-ukbb/bccs-collection

#SahabatJKN sebuah lompatan Digital Kementrian Kesehatan

19 Agustus 2014

Workshop #SahabatJKN yang diselenggaran Pusat Komunikasi Publik Kementrian Kesehatan kali ini dengan sengaja mengundang Netizen atau Blogger, menurut saya ini langkah brillian karena sudah ada Kementerian yang mulai melirik Netizen/Blogger sebagai target Sosialisasi program.

IMG_2653Bertempat di Hotel Harris Jakarta Selatan, Workshop #SahabatJKN berlangsung selama 2 hari, tanggal 13-14 Agustus 2014, ada  dua sesi penting yang disampaikan dalam acara tersebut, yang pertama sebagai penyaji adalah dari Kementerian Kesehatan yang menitik beratkan pada betapa pentingnya penerapan Jaminan Kesehatan Nasional karena kesehatan merupakan kebutuhan dasar manusia, sehingga nantinya tercipta Universal Health Coverage dimana perlindungan sosial dibidang kesehatan ini menjamin pemenuhan kebutuhan dasar kesehatan yang diselenggarakan berdasarkan prinsip asuransi sosial dan equitas bagi seluruh penduduk di Wilayah Republik Indonesia, sehingga harapannya ditahun 2019 semua penduduk sudah tergabung dalam JKN baik yang membayar iuran maupun yang dibayarkan iurannya oleh Pemerintah.

Penyaji yang kedua dari BPJS Kesehatan sebagai lembaga penyelenggaran menyampaikan beberapa prinsip dasar dalam jaminan sosial, seperti tergambar dalam grafik dibawah ini :

Prinsip Perlindungan

Prinsip Sistem Jaminan Sosial Nasional

Juga mengenai dasar hukum yang melandasi wajib terselenggaranya program Jaminan Kesehatan Nasional ini

Dasar Hukum

Dasar Hukum

Berdasarkan dua presentasi yang disampaikan oleh Pihak Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan sudah tidak ada alasan lagi bagi kita sebagai warga negara untuk tidak mendaftarkan diri sebagai peserta, karena jaminan pelayanan kesehatan akan sangat penting, seperti dalam postingan saya sebelumnya Berobat dengan JKN BPJS, Sebuah pengantar bahwa sudah saatnya kata2 “Orang Miskin dilarang sakit” sudah tidak berlaku lagi, karena Jaminan Kesehatan Nasional ini akan melindungi semua warga negara dengan prinsip Gotong Royong, dimana yang mampu membayar sendiri iuran bulanannya dan yang tidak mampu bisa mengajukan diri untuk dibayarkan oleh Pemerintah melalui APBN, Besarnya dana yang dikelola oleh BPJS Kesehatan memang rawan penyelewengan dan pelanggaran, namun dengan sistem yang sudah transparant dan akuntabel kita sebagai penduduk bisa ikut memonitor penggunaan anggaran tersebut selain juga dikontrol dan dimonitor oleh UKP4, nantinya setelah satu tahun penyelenggaraan dan setelah diaudit maka kita bisa melihat realisasi penggunaan anggaran dari asuransi sosial ini.

Public Speaking Ira Koesno

Public Speaking Ira Koesno

Setelah sesi serius siang, setelah makan malam sesi dengan Ira Koesno memberikan pembelajaran yang sangat bagus tentang Public Speaking, saya meyakini susunan acara ini diramu karena diharapkan setelah acara workshop #SahabatJKN akan menjadi JKN Ambassador yang menceritakan dengan meyakinkan kepada khalayak tentang pentingnya tergabung dalam program Jaminan Kesehatan Nasional ini, dan sayapun sudah bisa meyakinkan orangtua yang sebelumnya selalu pesimis dengan layanan yang diberikan atau dijanjikan oleh Pemerintah.

Selama penyelenggaraan sudah sangat bagus, cuma masukannya adalah kurangnya waktu antar sesi terutama disesi dari Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan, mungkin dilain waktu bisa ditambahkan waktunya dengan mengurangi sesi perkenalan yang terlalu lama dan memakan waktu, tapi overall event Workshop #SahabatJKN ini Keren!

Berobat dengan JKN BPJS; Sebuah Pengantar

25 Juli 2014

Sudah sejak lama issue layanan menyebalkan oleh Rumah Sakit menjadi buah bibir masyarakat kelas bawah, sehingga keluar ungkapan ” Orang Miskin dilarang Sakit” karena saking menyebalkannya layanan yang diberikan, apalagi bila mengetahui bahwa Pasien tersebut adalah pasien Miskin yang biaya pengobatannya dibayar oleh Pemerintah, apakah itu Jamkesda, Kartu Jakarta Sehat maupun JKN BPJS.

Namun, saya sendiri merasa perlu untuk memiliki jaminan kesehatan dikarenakan makin lama makin tak terjangkau saja tarif berobat di Rumah Sakit.

JKN itu adalah Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan bagian dari Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang diselenggarakan dengan menggunakan mekanisme asuransi kesehatan sosial yang bersifat wajib (mandatory) berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang SJSN dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar kesehatan masyarakat yang layak yang diberikan kepada setiap orang yang telah membayar iuran atau iurannya dibayar oleh Pemerintah.

Saya sendiri melakukan pendaftaran pertama untuk mendapatkan itu dengan cara Online di http://www.bpjs-kesehatan.go.id dan setelah berhasil mendaftar tinggal bayar ke Bank berdasarkan No Rekening Virtual yang didapatkan selanjutnya akan bisa melanjutkan proses pendaftaran untuk bisa mencetak e-ID BPJS yang fungsinya sama seperti ID yang dicetak di Kantor BPJS Kesehatan sesuai tempat tinggal.

Prosedur penggunaan Kartu BPJS bila akan berobat adalah ke Faskes pilihan pertama yang dipilih ketika daftar BPJS, bila perlu ke Rumah Sakit, maka Rujukan dari Faskes I adalah WAJIB hukumnya, kecuali bila masuk ke bagian UGD bisa tanpa Rujukan.

Dalam proses berobat pun ada jenjang rujukannya, misal bila kita tinggal di Kota A, maka pertama kali berobat ke Faskes I di Kota A, bila perlu rujukan, akan dirujuk ke RSUD di Kota A, bila nanti RSUD Kota A tidak bisa menangani juga bisa dirujuk ke RS Regional yang kelasnya sudah lebih tinggi dengan fasilitas lebih komplit.

Pengurusan BPJS di Rumah Sakit adalah pertama mendaftar sebagai pasien di RS terlebih dahulu ( Rawat Jalan/Rawat Inap ) lalu daftarkan di BPJS Center yang ada di Rumah Sakit tersebut, ada beda perlakuan disini :

1. Bila Rawat Inap maka cukup sekali mengurus ketika pertama kali datang dan akan dikasih SLIP warna merah jambu yang harus di Copy minimal 10 Lembar bersama Kartu BPJSnya untuk berbagai keperluan seperti cek lab, ambil darah di bank darah maupun ketika pengambilan obat di Apotek.

2. Bila Rawat Jalan maka mengurusnya sesuai dengan hari rawat jalannya, bila kita rawat jalan tanggal 10 Juli, maka Slip Warna merah jambu dari BPJS pun hanya berlaku tanggal tersebut.

Jadi, sudah saatnya kita sadar akan pentingnya memiliki kartu tersebut, karena sakit tidak bisa ditebak kapan akan menghampiri, namun mencegah dari sakit tentu lebih utama.

Tips pengurusan BPJS Rawat Jalan : Sepagi mungkin ambil antrian, karena mesin nomor antrian sudah buka sejak jam 05.00.

Rujak Juhi, Kuliner Betawi yang nyaris terlupakan

22 Mei 2014

Bagi saya sebagai warga pendatang, kuliner khas betawi yang sangat saya kenal adalah Ketoprak dan Kerak Telor, tapi ternyata ada satu lagi kuliner khas Betawi yang berkuah bumbu kacang selain Ketoprak yaitu Rujak Juhi.

Pertama denger namanya adalah ketika Annisa J berpesan kalo ada Juhi lewat, saya penasaran dan tanya apa itu juhi namun jawaban yang didapat “ya Juhi” ah AJ tak jelaspun. Hingg akhirnya sore kemarin mamang pedagang Juhi lewat dan kamipun memesan 4 Porsi untuk Saya, AJ, kang MT dan mas Fre, karena penasaran maka terjadilah dialog saya dengan mamangnya :

Saya : “Kenapa namanya Juhi mang?”

Mamangnya : ” Ya karena emang ini ikan Juhi”

Saya : ” Oh ini ikan tho? kayak apa sih mang, ikan Juhi itu?” *seumur-umur sebagai penikmat ikan baru tahu ada namanya ikan Juhi*

Mamangnya : ” Ini Ikan mahal dek, sekilonya 250rb dan sangat enak, kalau bentuknya mirip-mirip Sotonglah”

Saya : ” hmm.. “

Penasaran juga dengan jenis ikan Juhi ini, karena ternyata untuk Rujak Juhi ini, Ikan hanya sebagai taburan pada seporsi Rujak Juhi mungkin karena harga yang mahal tadi.

Rujak Juhi

Rujak Juhi

Seporsi Rujak Juhi ini lumayan terjangkau, hanya 10.000 saja, dengan isinya Irisian kubis, tauge, mie kuning, irisan kentang, irisan timun dan terakhir diatasnya adalah suwiran ikan juhi dan ditambah krupuk, lalu disiram kuah kacang dan bagi yang suka pedas bisa ditambahkan sambal, dan tersajilah satu porsi Rujak Juhi yang mengundang selera, dan sungguh tepat dinikmati sore hari, kalau soal rasa karena bumbu kacangnya rasa gurih lebih dominan dengan sedikit rasa manis.

Si mamang ini rutenya adalah keliling di area Tebet Barat dalam, mulai beroperasi sejak pukul 13.00 – habis, kalau kata mamangnya ini mah jajanan iseng sore hari.

Tapi sungguh saya jadi ketagihan dengan kuliner betawi satu ini.

Bergerak bersama untuk Cianjur lebih baik dengan #KlinikTIK

20 Mei 2014

Alhamdulillah, RelawanTIK Cianjur sudah mendapat sambutan hangat dari Pemerintah Daerah Kabupaten Cianjur khususnya Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika terutama bidang Komunikasi dan Informatika.

Situasi Kelas #KlinikTIK

Situasi Kelas #KlinikTIK

Setelah dua kali pertemuan dan perkenalan tentang RelawanTIK Cianjur serta kegiatan yang dilaksanakan, akhirnya terbentuk kerjasama untuk membuka #KlinikTIK bagi semua kalangan masyarakat Cianjur.

Kami sadar ini merupakan langkah kecil, tetapi kami yakin berawal dari langkah kecil inilah nantinya akan menjadi gerakan bersama supaya setiap warga peduli dengan Cianjur dan perkembangannya.

Launching #KlinikTIK sudah dilaksanakan pada minggu ke-II Mei, Alhamdulillah response warga Cianjur sangat bagus terutama dari rekan-rekan UMKM Cianjur yang sangat berminat memanfaatan TIK untuk mengembangkan bisnis di sisi Online mereka.

Pose bersama setelah Kelas #KlinikTIK

Pose bersama setelah Kelas #KlinikTIK

Tahap awal kerjasama RelawanTIK Cianjur dengan Dishubkominfo Cianjur adalah penggunaan media Center untuk #KlinikTIK selama tiga bulan kedepan setiap minggu ke-II dan minggu ke-IV, karena pertemuan pertama sudah mengarah pada keperluan bisnis online maka pertemuan ke 2 sampai dengan ke 6 akan dikonsentrasikan pada pemanfaatan media sosial untuk promo produk UMKM Cianjur.

Adapun media sosial yang akan dipelajari bersama adalah :

1. Twitter yang mencakup segala hal tentang twitter basic

2. Facebook, yang mencakup pembuatan dan pengelolaan Fan Page dan memasang iklan di Facebook

3. Blog / Website untuk galeri pajangan produk UMKM Cianjur

Semoga Kerjasama ini bisa berlanjut tidak hanya untuk 3 bulan ini dan menjadi program rutin bersama antara RelawanTIK Cianjur dengan Dishubkominfo Cianjur.

Siaran Pers : Civil Society Indonesia Tekankan 3 Catatan Penting di NETmundial – Brazil

26 April 2014

Jakarta, 25 April 2014; Sejumlah Civil Society Organization (CSO) Indonesia telah terlibat aktif dalam Pertemuan Global Multistakeholder Internet, NETmundial (NETmundial.br), yang baru saja selesai diselenggarakan di Sao Paulo – Brazil, 23-24 April 2014. 3 (tiga) catatan penting dari CSO Indonesia terkait tentang proses tata kelola Internet disampaikan langsung secara verbal melalui hub (teleconference) NETmundial khusus Indonesia, pada 24 April 2014, malam hari (waktu Jakarta).

Saat CSO Indonesia Intervensi

Saat CSO Indonesia Intervensi

“Pendekatan multistakeholder (pemangku kepentingan majemuk: pemerintah, bisnis, civil society, komunitas teknis, akademisi – Red.) dalam tata kelola Internet, haruslah dibuat lebih konkrit, tidak lagi sebatas pada spirit. Pendekatan ini harus didorong menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan di tingkat nasional,” ujar Donny B.U., dari ICT Watch, yang menyampaikan catatan pertama atas nama Indonesia CSOs Network for Internet Governance (ID-CONFIG).

Menurut Donny, dalam proses tata kelola yang berjalan sekarang, spirit multistakeholder memang telah membuka kesempatan yang simetris bagi berbagai pihak untuk terlibat dalam dialog tata kelola Internet. “Namun di lapangan, ada asimetris kemampuan dan kompetensi dari para pihak yang terlibat,” tambahnya.

mengikuti meeting Hub Indonesia

mengikuti meeting Hub Indonesia

Adapun pada catatan kedua, yang disampaikan oleh Shita Laksmi dari Southeast Asia Technology and Transparancy Initiatives (SEATTI)/HIVOS juga atas nama ID-CONFIG, menekankan pentingnya prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam proses penyusunan kebijakan (tata kelola) Internet di tingkat nasional. “Transparansi dan akuntabilitas tersebut harus dipantau dan dikaji secara terus menerus oleh multi-stakeholder,” ujar Shita.

Menurut Shita, hanya bertumpu pada pelaksanaan dialog yang multi-stakeholder, tidak lantas jadi jaminan adanya proses pengambilan keputusan yang transparan dan akuntabel. “Ada sejumlah pengalaman dimana diskusi (walau sudah multi-stakeholder – Red.), namun kualitas hasil diskusinya buruk, (karena) sejumlah saran dari para pihak tidak ditanggapi dengan serius,” tegasnya.

Dalam catatan ketiga, ID-CONFIG menekankan pentingnya ada strategi yang disepakati bersama para pemangku kepentingan (stakeholders) dalam tata kelola Internet, serta harus secara tepat merefleksikan prioritas kepentingan publik luas. Dalam kerangka ini, maka memandang Internet dan web dalam tata kelola Internet khususnya di tingkat nasional, haruslah dirancang dan diregulasi dengan tujuan menguatkan pertumbuhan ekonomi, menjamin kebebasan berpendapat serta melindungi privasi dan keamanan di ranah maya.

Keterlibatan aktif CSO Indonesia berpartisipasi dan berinteraksi langsung di NETmundial melalui hub Indonesia tersebut menunjukkan keseriusannya dalam mengawal isu tata kelola Internet. CSO Indonesia melalui jejaring yang difasilitasi oleh ID-CONFIG tersebut memang bertujuan untuk mendorong tata kelola Internet yang lebih baik, khususnya di Indonesia.

Hub NETmundial untuk Indonesia berlokasi di basecamp ICT Watch, Tebet – Jakarta. Dalam jumlah catatan yang disampaikan, hub Indonesia termasuk paling aktif dibandingkan dengan lebih dari 30 hub lainnya yang tersebar di 20 negara berbeda.Sejumlah CSO yang turut hadir berdiskusi dan berinteraksi dengan NETmundial kemaren malam dari pukul 18.00 s/d 23.00 WIB, antara lain: Nawala Nusantara, Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet), Relawan TIK Indonesia, Center for Innovation and Policy Government (CIPG), SEATTI/HIVOS, Indonesian AIDS Coalition (IAC), Institute for Education Development, Social, Religious and Cultural Studies (INFEST) serta Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI). Hub Indonesia tersebut difasilitasi oleh ICT Watch, Google Indonesia dan ID-CONFIG.

Hormat kami,

Indriyatno Banyumurti (Koordinator ID-CONFIG)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.976 pengikut lainnya.