Skip to content

Biografi Anggota Kabinet Kerja 2014-2019 Jokowi Jusuf Kalla

27 Oktober 2014

Setelah Gonjang-ganjing selama 6 hari, Akhinya presiden Joko Widodo mengumumkan Jajaran menteri sebagai pembantunya untuk bekerja periode 2014-2019.

Berikut saya uraikan Anggota Kabinet Kerja 2014-2019 beserta Biodata Singkatnya :

  1. Menteri Sekretaris Negara : Praktikno ( Rektor Universitas Gadjah Mada ), Pendidikan terakhir Jurusan Political Science Flinder University Australia (1997)
  2. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional / Kepala Bappenas : Andrianof Chaniago, Pendidikan terakhir Magister Perencanaan dan Kebijakan Publik Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia
  3. Menteri Koordinator Kemaritiman: Indroyono Soesilo; Geologic Remote Sensing dari Universitas Iowa, AS, 1987
  4. Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan: Tedjo Edy Purdjianto; Akademi Angkatan Laut
  5. Menteri Koordinator Perekonomian: Sofyan Djalil; Pendidikan terakhir The Fletcher School of Law and Diplomacy, Tufts University, Medford, Massachusetts, AS, bidang studi International Financial and Capital Market Law and Policy, tahun 1993
  6. Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: Puan Maharani; Pendidikan Terakhir Komunikasi Mass FISIP Universitas Indonesia
  7. Menteri Perhubungan: Ignatius Jonan Fletcher School, Tufts University,AS
  8. Menteri Kelautan dan Perikanan: Susi Pudjiastuti; Pendidikan Terakhir tidak tamat SMA
  9. Menteri Pariwisata: Arief Yahya; Pendidikan Doctoral Universitas Padjajaran
  10. Menteri ESDM: Sudirman Said
  11. Menteri Dalam Negeri: Tjahjo Kumolo
  12. Menteri Luar Negeri: Retno Lestari Priansari Marsudi
  13. Menteri Pertahanan: Ryamizard Ryacudu
  14. Menteri Hukum dan HAM: Yasonna H. Laoly
  15. Menteri Kominfo: Rudiantara
  16. Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: Yuddy Chrisnandi
  17. Menteri Keuangan: Bambang Brodjonegoro
  18. Menteri Negara BUMN: Rini M. Soemarno
  19. Menteri Koperasi dan UMKM: A.A. Gusti Ngurah Puspayoga
  20. Menteri Perindustrian: Saleh Husin
  21. Menteri Perdagangan: Rahmat Gobel
  22. Menteri Pertanian: Amran Sulaiman
  23. Menteri Ketenagakerjaan: Hanif Dhakiri
  24. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat: Basuki Hadimuljono
  25. Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup: Siti Nurbaja
  26. Menteri Agraria dan Tata Ruang: Ferry Musyidan Baldan
  27. Menteri Agama: Lukman Hakim Saifudin
  28. Menteri Kesehatan: Nila F. Moeloek
  29. Menteri Sosial: Khofifah Indar Parawansa
  30. Menteri Peranan Wanita: Yohanan Yambise
  31. Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah: Anies Baswedan
  32. Menteri Riset dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi: M. Nasir
  33. Menteri Pemuda dan Olahraga: Imam Nahrawi
  34. Menteri Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi: Marwan Ja’far

Semoga dengan tuntasnya Susunan Kabinet Kerja 2014-2019 pemerintah Indonesia bisa segera Kerja Kerja Kerja

Surat terbuka untuk PLN

17 Oktober 2014

Bertepatan dengan lomba blog yang diselenggarakan oleh PLN dan Blogdetik maka saya ingin curhat terkait pelayanan PLN, baiklah tanpa berpanjang lebar saya akan langsung bercerita.

Kira-kira sebulan yang lalu, saya dan bapak mendatangi PLN UPJ Warung Kondang Cianjur untuk mengajukan pemasangan baru listrik 450VA untuk rumah orang tua yang baru dibangun ditanah kami, saat datang kami ditemui oleh seorang petugas yang menerangkan bahwa untuk Pasang Baru sudah bisa dilakukan online dengan menelepon call center PLN123, tetapi petugas tersebut juga menawarkan alternatif pendaftaran via petugas dengan tarif yang berbeda tentunya, fyi untuk listrik 450VA harga PLN 390.000 an dan petugas menawarkan 850.000 sudah tinggal terima jadi.

Karena saya ingin mencoba menggunakan prosedur resmi, maka tawaran petugas tidak kami sanggupi karena juga tidak ada uang sejumlah itu. Beberapa hari berikutnya adik saya yang menelpon call center PLN 123 untuk mengajukan PSB Listriknya dan sudah melakukan pembayaran melalui bank, setelah lewat satu minggu belum ada tanda-tanda petugas PLN Cianjur (atau mitranya) menghubungi bapak saya untuk pemasangan baru, maka saya mengajukan komplain lewat twitter @PLN_123 dan mendapatkan Komplain ticket terkait pengaduan tersebut, esok harinya saya mendapat kabar dari bapak bahwa Petugas Installatir sudah datang tetapi tidak jadi memasang dikarenakan Jarak Gardu sampai rumah orangtua saya lebih dari 30 meter sesuai standart PLN untuk jarak terjauh dari pasang baru, dan bila ingin tetap melakukan pemasangan maka harus ada penambahan tiang listrik ( tanpa menyebutkan siapa yang bertanggungjawab untuk penambahan tiang listrik ini ) ini sekalian ralat twit komplain saya terhadap PLN.

Komplain Ticket PLN

Komplain Ticket PLN

Nah “permasalahan” mulai muncul disini, karena petugas utusan PLN tidak menyebutkan tanggungjawab siapa, maka saya membantu bapak untuk komplain kembali via twitter dan mendapat jawaban seperti dibawah ini.

Capture dari Twitter PLN

Capture dari Twitter PLN

Lalu saya meminta adik saya untuk telpon ke call center PLN123 terkait kebijakan penambahan pasang tiang dan petugas call center mengatakan bahwa untuk penambahan pasang tiang dibebankan kepada pelanggan dengan harga sesuai tarif mitra di daerah, adik saya sudah menjelaskan keterangan dari twitter pln yang saya capture dan kirim via email, tetapi petugas call center bersikukuh tetap akan ada biaya.

Pada hari berikutnya saya menyarankan adik dan bapak saya datang langsung ke PLN Pusat di Cianjur di daerah Jl. ByPass Muwardi untuk menyelesaikan permasalahan ini, dan hasilnya petugas mengatakan pemasangan baru tidak dapat dilakukan karena melebihi jarak layanan bila ingin tetap pasang maka bisa dipasang dengan syarat mengambil paket pasang baru listrik sebesar 5000VA dan bila tidak menyanggupi, PLN menyarankan kepada bapak saya untuk mengambil kembali uang pendaftaran pasang barunya yang artinya kami tidak dilayani untuk bisa menggunakan layanan PLN, saya sudah coba komplain kembali via twitter dan mendapatkan trouble ticket kembali, tetapi PLN Cianjur tetap mencairkan uang Pendaftaran pasang baru tersebut.

Setelah uang diambil dan bapak sudah putus asa, datang petugas dari UPJ PLN Warung Kondang ( atau mungkin Mitra PLN ) yang menawarkan Jasa pemasangan baru tersebut dengan tarif seharga Rp.1.250.000 dan petugas tersebut menjamin listrik akan terpasang, tetapi karena bapak belum ada uang sejumlah itu tawaran petugas kami tangguhkan.

Nah terkait cerita diatas, saya melihat ada satu faktor penentu dari kacaunya proses Pasang baru listrik di PLN ini yaitu

1. Ketidakselarasan informasi antara PLN Pusat dengan Daerah ( PLN Cianjur ), sehingga masyarakat menjadi dirugikan

2. Masih adanya budaya jalan pintas yang dilakukan petugas-petugas PLN di Daerah ( area Cianjur ) dengan tarif yang dua kali lipat dari tarif resminya, padahal PLN membanggakan No SUAP!

Terkait Masalah tersebut, maka saya sebagai rakyat biasa ini memberikan usulan dan saran :

1. Perbaiki SOP dalam hal pasang baru dan publikasi secara luas lewat media ( cetak maupun Online ) sehingga masyarakat tahu betul seperti apa jalur yang bisa dilalui, karena di website PLN Informasi yang tersedia tidak komplit.

2. Mungkin iya untuk petugas PLN No SUAP, tapi nyatanya dilapangan masih ada petugas yang menawarkan jasanya, dari kisah orangtua kami terlihat jelas secara resmi PLN tidak mau melayani pemasangan Listrik baru tetapi via petugas dilapangan pasang baru itu “bisa diatur” dengan biaya yang “berbeda”, maka ini PR Besar PLN untuk bisa menjadi perusahaan Bersih dan Melayani Masyarakat.

Itu aja sih uneg-unegnya, semoga PLN makin bisa meningkatkan pelayanan dan Profesionalismenya.

Festival @TlatahBocah 2014

13 Oktober 2014

Tahun ini adalah penyelenggaraan yang ke #8 untuk event Tlatah bocah dengan tagline : “Bocah Dudu Dolanan, Bocah Kudu Dolanan”; acara tahunan yang diinisiasi oleh komunitas Rumah Pelangi di Magelang ini sungguh keren dan selalu menghadirkan variasi acara yang berbeda setiap tahunnya.

Rangkaian acaranya pun berjalan lumayan panjang, mulai September- Desember, seperti berikut ini :

1.  Merti Jiwo, Minggu 28 September 2014 yang berlokasi di Gunung Tidar ,Merti Jiwo berarti bersih diri mengembalikan pada fitrah nurani. Tlatah Bocah memaknainya untuk pembukaan Festival dengan ritual untuk menyatukan persepsi para penggiatnya. Agenda yang dilakukan berupa ritual macapat, doa, dan sesaji dilanjutkan eksplorasi menuju hening.

Merti Jiwo dilaksanakan di gunung Tidar, sebuah bukit kecil di kota Magelang yang dikenal sebagai “Pakunya Tanah Jawa” / “Pusarnya Tanah Jawa” yang konon apabila gunung Tidar dicabut, pulau Jawa akan terombang-ambing.

Perjalanan dari pintu masuk ke lokasi ritual lebih kurang 25 menit dengan jalur menanjak layaknya naik bukit.

2. Hajat Seni 2014, Sabtu-Minggu, 01-02 November 2014 yang berlokasi di Dusun Ngargotontro – Desa Sumber, Kec. Dukun – Kab. Magelang. Hajat seni merupakan sebuah perayaan kesenian untuk mengkampanyekan secara bersama tentang hak anak (hak hidup, tumbuh kembang, pendidikan, partisipasi). Puluhan komunitas yang terlibat dalam kampanye ini terdiri dari komunitas anak lereng Merapi, Sumbing, dan perbukitan Menoreh serta beberapa daerah lain di Jawa (Jakarta, Surabaya, Grobogan, Salatiga, Surakarta, Kulonprogo, dan Jogja).

3. Festival Film, 15-16 November 2014,  yang berlokasi di dusun Gowok Pos, desa Sengi, kecamatan Dukun, kabupaten Magelang; Festival Film Merapi adalah sebuah ikhtiar untuk melakukan dialog kultural tentang kearifan semesta secara luas dan gunung api Merapi secara khusus. Perayaan seni budaya ini mengakomodasi gerak manusia yang senantiasa ingin mencari, menemukan dan memberdayakan tanda-tanda alam untuk mengiringi kebutuhan hidupnya. Pada titik tertentu, hubungan yang diharapkan adalah harmonisasi antara gerak alam, manusia dan aktivitas hidupnya. Dasar dari semua ini adalah pemikiran, sikap dan laku “Eling lan Waspada” dan menjadi tema festival tahun ini. dengan rangkaian :

  • Pemutaran Film
  • Mocopatan
  • Studi Alam ( Camping, Tracking )
  • Sambung Rasa
  • Api Unggun

4. Laku Lampah, Pada tanggal 29-30 November 2014 berlokasi di Dusun Tarukan Desa Candisari Kec Bansari Temanggung ( namun informasi terbaru dari Pak Gun akan ada reschedule untuk lokasinya dan akan diberitahukan berikutnya.

5. Larung Sukerta, 07 Desember 2014 di Tempuran sungai lamat dan Cacaban.

Event-event ini terbuka untuk umum dan gratis, namun panitia tentunya akan sangat berterima kasih bila ada dari rekan-rekan semua ikut sumbangsih dalam rangka mensukseskan acara ini, dengan cara membeli cinderamata donasi yang disediakan oleh panitia, denga mengakses link Cinderamata Festival Tlatah Bocah ini, atau menghubungi kontak berikut ini :

he he.. kemarin seharian nyablon sampai pagi mruput lanjut sampai magrib ini masih juga nyablon kaos & tas demi sukseskan Festival Seni Tradisi Anak2 “Tlatah Bocah”

Semua orang dpt berpartisipasi.

Ayooo…

Anda pun bisa mendukung kampanye hak anak dan seni tradisi.

Mau?

Info:
Gunawan
p: 081802723030
b: http://www.TlatahBocah.org
e: TlatahBocah@gmail.com
t: @TlatahBocah | f: Tlatah Bocah

Sudah seharusnya acara-acara pro anak-anak ini harus terus dilaksanakan dan dilestarikan bahkan di duplikasi di daerah lain, supaya anak-anak tetap pada kodratnya untuk bermain, bukan sebagai mainan.

Semoga rangkaian acara ini sukses.

 

Jamaah Haji Indonesia Nikmati Program Indosat Haji 2014

7 September 2014

Senin (1/9) yang lalu Menag Lukman Hakim S resmi melepas keberangkatan Kloter Pertama Jamaah haji Indonesia ke Tanah Suci, sebanyak 4.605 orang dari 11 Kloter akan mendarat pertama kali di Tanah Suci guna menunaikan Rangkaian Ibadah Haji tahun ini.

Indonesia termasuk negara dengan jumlah jamaah haji terbanyak tiap tahunnya karena mayoritas umat islam dan semangat menunaikan Ibadah haji rakyat Indonesia sangat tinggi, hal ini terbukti dengan antrian pendaftaran haji reguler sudah masuk masa tunggu sampai tahun 2018, Luar biasa.

Ternyata banyaknya jamaah yang berangkat ini merupakan peluang bisnis menggiurkan bagi seluruh Operator Seluler di Indonesia, Termasuk Indosat yang tahun ini meluncurkan Program Indosat Haji 2014, yang jelas sih program Indosat ini merupakan program dan penawaran termurah dibanding kompetitor yang lain.

Program Indosat Haji 2014

Program Indosat Haji 2014

Selama menjalankan rangkaian Ibadah haji tentunya ingin saling berkirim kabar dengan sanak keluarga di tanah air, ataupun keluarga yang ingin tahu kabar yang ditanah suci semakin dimudahkan, setiap hari mendapatkan gratis 5 menit menerima telpon dari Indonesia menggunakan nomor Indosat (sesama Indosat ), mungkin akan ada pertanyaan kok bentar banget 5 menit, menurut saya berkomunikasi dengan keluarga tiap hari 5 menit itu sangatlah cukup.

Belum lagi bila isi ulang pulsa 100.000 akan langsung mendapatkan bonus pulsa 20.000 yang bisa dipakai selama di Arab Saudi dan berlaku selama 7 hari, kurang apa coba? Tentunya bonus ini berlaku untuk pelanggan prabayar ya, untuk memastikannya bisa cek bonus kita dengan menekan tombol *122*501#

Bagi yang ingin narsis selama di tanah suci? Atau masih harus cek bisnisnya dengan update email disela-sela pelaksanaan Ibadah haji? Bisa juga daftar langganan paket data untuk prabayar dengan pilihan paket seperti dibawah ini :

Type Shortcode (Rp) Charging (Rp)

Pendaftaran Paket 10 Hari

Pendaftaran Paket 20 hari

Pendaftaran Paket 40 hari

*122*502#

*122*503#

*122*504#

200.000

350.000

500.000

Cek Status *122*505# GRATIS
Unregister *122*506# GRATIS

Dengan pilihan paket itu membuat kita bisa menyesuaikan dengan kebutuhan, untuk lebih detailnya bisa berkunjung ke www.indosat.com/haji .

Alhamdulillah dengan Progam Indosat Haji 2014 ini, Silaturahmi antara jamaah haji dengan keluarga di tanah air tidak akan membuat kantong bolong karena tarif hemat yang ditawarkan, Selamat menjalankan ibadah haji Jamaah Indonesia, semoga menjadi haji yang mabrur.

Jamu yang terlupakan dan dirindukan

3 September 2014

Kapan anda terakhir mengkonsumsi jamu? dalam pikiran kita ketika mendengar kata jamu adalah minuman pahit yang ketika akan meminumnya harus ada segelas penawarnya, padahal menurut saya pengertian jamu itu sangat luas, tidak melulu harus yang mengandung tanaman pahit seperti Brotowali, tapi juga yang mengenakkan dan menyegarkan seperti seduhan jahe dengan gula aren.

Ciplukan

Sejarah jamu sudah cukup lama berkembang, bahkan ditemukan dalam relief candi borobudur, dimana ada relief batu yang dipakai untuk menggiling tanaman untuk menghasilkan serbuk dan ekstrak tanaman, dimana dipakai untuk kesehatan ataupun perawatan kecantikan.

Seiring berkembangnya jaman, Tanaman jamu yang banyak khasiatnya semakin ditinggalkan dan orang-orang mulai beralih ke pengobatan kimiawi, padahal negara-negara barat sudah mulai kembali melakukan gerakan back to nature, bahkan seorang warga negara asing sengaja mendedikasikan dirinya meneliti tentang jamu tradisional ini dan menerbitkan buku “Jamu; The Ancient Indonesian Art of herbal healing“.

Tapi tetap ada kabar gembira, karena mulai banyak kembali orang yang peduli dengan jamu yang diistilahkan dengan herbal dimana inipun menjadi polemik yang berkepanjangan antara kutub pengguna herbal dengan pengguna obat-obatan kimiawi, saling serang argumen dan menurut saya itu baik untuk bisa memberikan kajian lebih jauh tentang pemanfaatan produk jamu/herbal ini.

mangkokan

Pemerintah sendiri sudah mendaftarkan jamu sebagai sebagai Warisan kebudayaan dunia ( World Cultural Heritage ) ke UNESCO, untuk semakin menguatkan bahwa jamu sebagai warisan leluhur sudah sepantasnya diangkat keberadaannya untuk keberlangsungan aneka hayati yang dijadikan jamu juga tentunya untuk menjaga kesehatan kita sendiri.

Bagaimana langkah mempertahankan jamu tetap ada? salahsatunya dengan menggalakkan kembali gerakan Tanaman obat keluarga (TOGA) yang berisi aneka tamanan jamu/herbal yang bisa digunakan ketika anggota keluarga kita memerlukannya, siapa yang tidak kenal dengan jahe, kunyit, kencur? bahan-bahan yang rata-rata terdapat dibumbu masak ini mempunyai khasiat dahsyat untuk kesehatan, belum lagi lalapan seperti beluntas, kenikir, pegagan,mangkokan, kecombrang, dan banyak lagi, sebagai menu lalapan tapi juga berkhasiat.

Tanaman perdu yang tumbuh liarpun tak kalah banyak khasiatnya dan orang sudah banyak yang lupa, seperti Meniran, Ciplukan, Ki urat dan Bandotan yang mempunyai khasiat yang bagus untuk menjaga kesehatan.

Saya dan keluarga sebagai orang sunda menu lalapan yang disebutkan diatas tak terlewatkan untuk dikonsumsi dan pertolongan pertama saat sakit cukup memetik tanaman obat yang ada disekitar kita.

Namun perlu diakui seiring perkembangan jaman dan menyempitnya lahan terbuka hijau membuat masyarakat, terutama perkotaan sulit memperoleh tanaman jamu yang segar, sehingga ini menjadi peluang bagi pengusaha untuk mengembangkan produk siap saji dan siap seduh dalam bentuk serbuk ataupun ekstrak, tapi hal ini juga menjadi tantangan bagi pemerintah dan BPOM untuk ketat mengawasi dari peredaran jamu/herbal palsu yang malah akan merugikan konsumen bahkan berefek buruk pada kematian.

Pustaka :

http://biofarmaka.ipb.ac.id/publication/journal

http://biofarmaka.ipb.ac.id/brc-upt/brc-ukbb/bccs-collection

#SahabatJKN sebuah lompatan Digital Kementrian Kesehatan

19 Agustus 2014

Workshop #SahabatJKN yang diselenggaran Pusat Komunikasi Publik Kementrian Kesehatan kali ini dengan sengaja mengundang Netizen atau Blogger, menurut saya ini langkah brillian karena sudah ada Kementerian yang mulai melirik Netizen/Blogger sebagai target Sosialisasi program.

IMG_2653Bertempat di Hotel Harris Jakarta Selatan, Workshop #SahabatJKN berlangsung selama 2 hari, tanggal 13-14 Agustus 2014, ada  dua sesi penting yang disampaikan dalam acara tersebut, yang pertama sebagai penyaji adalah dari Kementerian Kesehatan yang menitik beratkan pada betapa pentingnya penerapan Jaminan Kesehatan Nasional karena kesehatan merupakan kebutuhan dasar manusia, sehingga nantinya tercipta Universal Health Coverage dimana perlindungan sosial dibidang kesehatan ini menjamin pemenuhan kebutuhan dasar kesehatan yang diselenggarakan berdasarkan prinsip asuransi sosial dan equitas bagi seluruh penduduk di Wilayah Republik Indonesia, sehingga harapannya ditahun 2019 semua penduduk sudah tergabung dalam JKN baik yang membayar iuran maupun yang dibayarkan iurannya oleh Pemerintah.

Penyaji yang kedua dari BPJS Kesehatan sebagai lembaga penyelenggaran menyampaikan beberapa prinsip dasar dalam jaminan sosial, seperti tergambar dalam grafik dibawah ini :

Prinsip Perlindungan

Prinsip Sistem Jaminan Sosial Nasional

Juga mengenai dasar hukum yang melandasi wajib terselenggaranya program Jaminan Kesehatan Nasional ini

Dasar Hukum

Dasar Hukum

Berdasarkan dua presentasi yang disampaikan oleh Pihak Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan sudah tidak ada alasan lagi bagi kita sebagai warga negara untuk tidak mendaftarkan diri sebagai peserta, karena jaminan pelayanan kesehatan akan sangat penting, seperti dalam postingan saya sebelumnya Berobat dengan JKN BPJS, Sebuah pengantar bahwa sudah saatnya kata2 “Orang Miskin dilarang sakit” sudah tidak berlaku lagi, karena Jaminan Kesehatan Nasional ini akan melindungi semua warga negara dengan prinsip Gotong Royong, dimana yang mampu membayar sendiri iuran bulanannya dan yang tidak mampu bisa mengajukan diri untuk dibayarkan oleh Pemerintah melalui APBN, Besarnya dana yang dikelola oleh BPJS Kesehatan memang rawan penyelewengan dan pelanggaran, namun dengan sistem yang sudah transparant dan akuntabel kita sebagai penduduk bisa ikut memonitor penggunaan anggaran tersebut selain juga dikontrol dan dimonitor oleh UKP4, nantinya setelah satu tahun penyelenggaraan dan setelah diaudit maka kita bisa melihat realisasi penggunaan anggaran dari asuransi sosial ini.

Public Speaking Ira Koesno

Public Speaking Ira Koesno

Setelah sesi serius siang, setelah makan malam sesi dengan Ira Koesno memberikan pembelajaran yang sangat bagus tentang Public Speaking, saya meyakini susunan acara ini diramu karena diharapkan setelah acara workshop #SahabatJKN akan menjadi JKN Ambassador yang menceritakan dengan meyakinkan kepada khalayak tentang pentingnya tergabung dalam program Jaminan Kesehatan Nasional ini, dan sayapun sudah bisa meyakinkan orangtua yang sebelumnya selalu pesimis dengan layanan yang diberikan atau dijanjikan oleh Pemerintah.

Selama penyelenggaraan sudah sangat bagus, cuma masukannya adalah kurangnya waktu antar sesi terutama disesi dari Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan, mungkin dilain waktu bisa ditambahkan waktunya dengan mengurangi sesi perkenalan yang terlalu lama dan memakan waktu, tapi overall event Workshop #SahabatJKN ini Keren!

Berobat dengan JKN BPJS; Sebuah Pengantar

25 Juli 2014

Sudah sejak lama issue layanan menyebalkan oleh Rumah Sakit menjadi buah bibir masyarakat kelas bawah, sehingga keluar ungkapan ” Orang Miskin dilarang Sakit” karena saking menyebalkannya layanan yang diberikan, apalagi bila mengetahui bahwa Pasien tersebut adalah pasien Miskin yang biaya pengobatannya dibayar oleh Pemerintah, apakah itu Jamkesda, Kartu Jakarta Sehat maupun JKN BPJS.

Namun, saya sendiri merasa perlu untuk memiliki jaminan kesehatan dikarenakan makin lama makin tak terjangkau saja tarif berobat di Rumah Sakit.

JKN itu adalah Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan bagian dari Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang diselenggarakan dengan menggunakan mekanisme asuransi kesehatan sosial yang bersifat wajib (mandatory) berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang SJSN dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar kesehatan masyarakat yang layak yang diberikan kepada setiap orang yang telah membayar iuran atau iurannya dibayar oleh Pemerintah.

Saya sendiri melakukan pendaftaran pertama untuk mendapatkan itu dengan cara Online di http://www.bpjs-kesehatan.go.id dan setelah berhasil mendaftar tinggal bayar ke Bank berdasarkan No Rekening Virtual yang didapatkan selanjutnya akan bisa melanjutkan proses pendaftaran untuk bisa mencetak e-ID BPJS yang fungsinya sama seperti ID yang dicetak di Kantor BPJS Kesehatan sesuai tempat tinggal.

Prosedur penggunaan Kartu BPJS bila akan berobat adalah ke Faskes pilihan pertama yang dipilih ketika daftar BPJS, bila perlu ke Rumah Sakit, maka Rujukan dari Faskes I adalah WAJIB hukumnya, kecuali bila masuk ke bagian UGD bisa tanpa Rujukan.

Dalam proses berobat pun ada jenjang rujukannya, misal bila kita tinggal di Kota A, maka pertama kali berobat ke Faskes I di Kota A, bila perlu rujukan, akan dirujuk ke RSUD di Kota A, bila nanti RSUD Kota A tidak bisa menangani juga bisa dirujuk ke RS Regional yang kelasnya sudah lebih tinggi dengan fasilitas lebih komplit.

Pengurusan BPJS di Rumah Sakit adalah pertama mendaftar sebagai pasien di RS terlebih dahulu ( Rawat Jalan/Rawat Inap ) lalu daftarkan di BPJS Center yang ada di Rumah Sakit tersebut, ada beda perlakuan disini :

1. Bila Rawat Inap maka cukup sekali mengurus ketika pertama kali datang dan akan dikasih SLIP warna merah jambu yang harus di Copy minimal 10 Lembar bersama Kartu BPJSnya untuk berbagai keperluan seperti cek lab, ambil darah di bank darah maupun ketika pengambilan obat di Apotek.

2. Bila Rawat Jalan maka mengurusnya sesuai dengan hari rawat jalannya, bila kita rawat jalan tanggal 10 Juli, maka Slip Warna merah jambu dari BPJS pun hanya berlaku tanggal tersebut.

Jadi, sudah saatnya kita sadar akan pentingnya memiliki kartu tersebut, karena sakit tidak bisa ditebak kapan akan menghampiri, namun mencegah dari sakit tentu lebih utama.

Tips pengurusan BPJS Rawat Jalan : Sepagi mungkin ambil antrian, karena mesin nomor antrian sudah buka sejak jam 05.00.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.118 pengikut lainnya.